Kejanggalan Siklon Tropis Senyar Pemicu Bencana di Utara Sumatra, Anomali di Luar Teroritis
Badan meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan cuaca ekstrem yang terjadi pada sejumlah wilayah di Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir dampak dari Siklon Tropis Senyar. ANTARA/
MerahPutih.com - Siklon Tropis Senyar berdampak memicu cuaca ekstrem wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, selama sepekan terakhir.
Hujan setiap hari yang melanda utara Pulau Sumatra itu mengakibatkan bencana banjir bandang disertai tanah longsor dengan dampak kerusakan signifikan di puluhan kabupaten dan kota.
Baca juga:
Bocah Tewas Tertimbun Longsor di Pasaman Barat Sumbar, Alat Berat Diterjunkan
Kawasan Ekuator Secara Teroritis Aman dari Siklon Tropis
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan fenomena Siklon Tropis Senyar tergolong tidak umum terjadi di wilayah Selat Malaka.
Alasannya, posisi Indonesia yang dekat dengan garis ekuator, sehingga secara teoritis kurang mendukung terbentuknya maupun lintasan siklon tropis.
“Fenomena seperti Siklon Tropis Senyar tidak umum terjadi di perairan Selat Malaka," kata Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, di Jakarta, Kamis (27/11).
Baca juga:
Sebatas Perairan Jarang Sampai Daratan Kawasan Tropis
Meski secara klimatologis Indonesia bukan jalur umum siklon tropis, Andri mengakui dalam lima tahun terakhir cukup banyak sistem siklon yang bergerak mendekati wilayah Indonesia.
Hanya saja, Andri menegaskan fenomena siklon itu hanya berlangsung di wilayah perairan nusantara. "Apalagi jika sampai berdampak pada daratan," tandasnya.
Baca juga:
Siklon Tropis Senyar Bikin Hujan Lebat dan Ekstrem Landa Sumatera Utara
Alarm Kesiagaan Warga dan Pemerintah Daerah
Oleh karenanya, BMKG menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam memonitor kondisi cuaca dan menyiapkan langkah mitigasi berbasis risiko, terutama di daerah yang rentan terdampak Siklon Tropis Senyar.
"Karena itu BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat,” imbuh ahli meteorologi BMKG itu, dilansir Antara.
“Kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalisasi dampak siklon tropis, terutama di wilayah yang jarang mengalami fenomena ini,” tandas Andri. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
BMKG Sebut Hujan Deras masih Mengintai Jakarta Sepekan Mendatang
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Masih Guyur Jakarta, Waspada Cuaca Ekstrem
BMKG Minta 5 Provinsi Siaga Hujan Lebat, 4 Daerah Masuk Pulau Jawa
Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Makassar hingga Februari 2026, Waspada Bencana Hidrometeorologi
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Besar Kota Besar di Indonesia Diguyur Hujan pada Selasa, 13 Januari 2026
Prakiraan Cuaca 13 Januari: Jakarta Masih akan Diguyur Hujan Sepanjang Hari
BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jakarta hingga 13 Januari 2026, Warga Diminta Waspada
6 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Dilanda Banjir, Ada 18 Titik
Kepulauan Talaud Sulawesi Utara Diguncang Gempa Bumi Bermagnitudo 7,1, BNPB: Tidak Ada Korban Jiwa
Gerak Cepat Rehabilitasi Bencana Sumatra, Pemerintah Buka Posko Terpadu di Aceh Fokus Segerakan Pendirian Hunian Layak