Headline

Keharuan Warnai Kunjungan Mensos Idrus Marham dan Kak Seto di Kediaman Aipda Denny

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 10 Mei 2018
Keharuan Warnai Kunjungan Mensos Idrus Marham dan Kak  Seto di Kediaman Aipda Denny

Mensos Idrus Marham dan Kak Seto di kedimanan Aipda Anumetra Denny Setiadi (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Suasana duka masih mewarnai kediaman Aipda Anumetra Denny Setiadi, saat Mensos Idrus Marham dan Kak Seto berkunjung. Kedatangan Idrus Marham dan Kak Seto tak lain ingin memberikan penghiburan dan dukungan moral bagi keluarga Aipda Anumetra Denny Setiadi, korban kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Depok.

"Hari ini kami datang ke kediaman almarhum Deni bersama Pak Dirjen dari jajaran Kemensos dan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia untuk menyampaikan rasa duka cita yang sangat dalam atas gugurnya almarhum," kata Idrus, di rumah duka, kawasan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (10/5).

Idrus mengaku pernah berbicara dengan Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar. Ketika itu, lanjut Idrus, Nasaruddin mengatakan bahwa siapapun yang gugur berjuang untuk kepentingan bangsa tergolong sebagai syuhada.

Foto Aipda Denny Setiadi
Foto Aipda Anumetra Denny Setiadi di kediamannya di Jakarta Timur (MP/Ponco Sulaksono)

"Yang tentu (Denny) gugur dalam rangka perjuangan kepada bangsa. Dan dikatakan Hubbul Wathan Minal Iman. Cinta tanah air merupakan bagian dari iman," ujar Idrus.

Menurut Idrus, sesuai dengan pesan Presiden Joko Widodo, korban dari aksi teroris merupakan bencana sosial sehingga negara harus hadir membantu.

"Dari Kemensos memberikan bantuan sebagai santunan kepada ahli waris. Anak almarhum kita pastikan bahwa harus tetap lanjut sekolahnya harus lanjut pendidikannya,"terangnya.

Dalam kesempatan ini, mantan Sekjen Partai Golkar ini juga menanyakan kepada Wahyu, anak Bripka Anumerta Denny Setiadi terkait cita citanya kelak jika sudah besar.

"Kalau gede mau jadi apa?' tanya Idrus.

"Jadi tentara," jawab Wahyu sambil senyum.

Lebih lanjut Idrus mengimbau kepada semua pihak agar tidak mempolitisir peristiwa ini. Dia khawatir jika peristiwa ini "digoreng" sedemikian rupa bisa memicu peristiwa baru lainnya.

Jenazah Brimob korban napi teroris
Jenazah korban kerusuhan Mako Brimob di bawa ke RS Polri (ANTARA FOTO/Elora)

"Saya mengimbau kepada anak bangsa sudah ada penjelasan resmi dari Menkopolhukam dan Wakapolri. Jangan perisitiwa ini digoreng-goreng lagi, diolah-olah lagi, sehingga bisa merusak rasa kesetiakawanan di antara kita," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua LPAI Kak Seto mengapresiasi kinerja Polri yang telah berhasil mematahkan teror dengan tetap mempertimbangkan keselamatan seorang anak dan wanita.

"Tentu hal in pengaruh psikologisnya tentu akan sangat besar. Polri tetap tegas tindakannya dan kita semakin bangga semakin cinta pada polisi yang bertugas di lapangan," kata Kak Seto.

Kak Seto menambahkan, pihaknya akan mendampingi putera dari Aipda Anumerta Denny Setiadi, Wahyu.

"Berkaitan dengan Mas Denny, putranya ini akan kita dampingi bagaimana dampak psikologisnya," ujarnya.(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Polisi Bebaskan Seorang Anggotanya yang Disandera Napi Teroris di Mako Brimob

#Mako Brimob #Idrus Marham #Kak Seto Mulyadi #Brimob
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Brimob Diterjunkan Bubarkan Tawuran Warga di Klender, Senjata Rakitan Ikut Disita
Tawuran antarwarga di Klender, Jakarta Timur, Senin pagi, dibubarkan aparat Brimob dengan gas air mata. Polisi menyita busur, ketapel, dan petasan dari lokasi bentrokan.
Wisnu Cipto - Senin, 25 Mei 2026
Brimob Diterjunkan Bubarkan Tawuran Warga di Klender, Senjata Rakitan Ikut Disita
Indonesia
Golkar Sebut Pembebasan 9 WNI dari Israel Bukti Diplomasi Pemerintah Berjalan
Pemerintah Indonesia yang bergerak cepat melakukan komunikasi diplomatik untuk membebaskan para WNI tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
Golkar Sebut Pembebasan 9 WNI dari Israel Bukti Diplomasi Pemerintah Berjalan
Indonesia
Kapolda Metro Peringatkan Anggota Brimob, jangan Arogan dan Sakiti Hati Rakyat
Kehormatan sebagai anggota Polri harus tecermin dalam sikap disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab.
Dwi Astarini - Senin, 20 April 2026
Kapolda Metro Peringatkan Anggota Brimob, jangan Arogan dan Sakiti Hati Rakyat
Indonesia
Demo Polda DIY Imbas Kasus Brimob Maluku, Mabes Polri: Kami Paham Kemarahan Rakyat
Polri menghormati penyampaian pendapat di muka umum sebagai bagian dari mekanisme kontrol terhadap institusi publik.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 25 Februari 2026
Demo Polda DIY Imbas Kasus Brimob Maluku, Mabes Polri: Kami Paham Kemarahan Rakyat
Indonesia
Pengamat Minta Brimob Dipensiunkan dari Urusan Sipil, Urus Konflik Berdarah Saja
Peristiwa tragis ini memicu gelombang protes keras, menuntut evaluasi total atas keberadaan pasukan elit di tengah hiruk-pikuk masyarakat sipil
Angga Yudha Pratama - Rabu, 25 Februari 2026
Pengamat Minta Brimob Dipensiunkan dari Urusan Sipil, Urus Konflik Berdarah Saja
Indonesia
Bripda MS Dipecat Polri, Berkas Kasus Penganiayaan Dilimpahkan ke Kejari Tual
Bripda MS terancam 15 tahun penjara setelah menganiaya pelajar MTS hingga tewas di Tual, Maluku. Ia juga bisa dikenakan denda Rp 3 miliar.
Soffi Amira - Rabu, 25 Februari 2026
Bripda MS Dipecat Polri, Berkas Kasus Penganiayaan Dilimpahkan ke Kejari Tual
Indonesia
Kapolri Pecat Bripda MS Usai Siswa MTs Tewas di Tual, DPR: Tak Boleh Ada Impunitas
Kapolri Listyo Sigit pecat Bripda MS usai kasus siswa MTs tewas di Tual. Komisi III DPR minta proses pidana tetap berjalan tanpa impunitas.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 25 Februari 2026
Kapolri Pecat Bripda MS Usai Siswa MTs Tewas di Tual, DPR: Tak Boleh Ada Impunitas
Indonesia
Sahroni Minta Atasan Oknum Penganiaya Remaja di Maluku Ikut Diproses, Tanggung Jawab karena Lalai Jaga Anak Buah
Selain menjaga muruah institusi, pemecatan tersebut mempermudah lembaga penegak hukum memproses hukuman pidana Bripda MA.
Dwi Astarini - Selasa, 24 Februari 2026
Sahroni Minta Atasan Oknum Penganiaya Remaja di Maluku Ikut Diproses, Tanggung Jawab karena Lalai Jaga Anak Buah
Indonesia
Bripda MS Minta Maaf Sambil Gemetar, Alasan Pemukulan Bikin Geleng-Geleng Kepala
Di sisi lain, proses pidana tetap bergulir secara independen sesuai ketentuan hukum berlaku guna memenuhi rasa keadilan publik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 24 Februari 2026
Bripda MS Minta Maaf Sambil Gemetar, Alasan Pemukulan Bikin Geleng-Geleng Kepala
Indonesia
DPR Dukung Pemecatan Oknum Brimob yang Aniaya Remaja hingga Tewas, Disebut Beban Institusi
Meminta Bripda MS juga diproses secara pidana karena tindakannya yang menewaskan remaja tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 24 Februari 2026
DPR Dukung Pemecatan Oknum Brimob yang Aniaya Remaja hingga Tewas, Disebut Beban Institusi
Bagikan