Kedekatan dengan Trump Disebut Jadi Faktor Mendunianya Kasus Setnov
Ketua DPR RI Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menghadiri konferensi pers Donald Trump, kandidat presiden Amerika Serikat, pada Kamis malam (3/9) di New York. (Screenshot CNN)
MerahPutih.com - Pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar menilai kasus hukum Novanto tak ubahnya dengan kasus korupsi lain.
Hanya saja, ada sejumlah faktor yang memengaruhi sehingga terkesan ramai dan menjadi perbincangan publik tanah air bahkan dunia.
"Kasus gak beda dengan kasus lain, hanya saja figur Novanto itu yang mempengaruhi," kata dia saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/11).
Menurutnya, faktor-faktor itu karena dia merupakan pejabat tinggi negara dan ketum partai besar di tanah air.
"Pertama karena dia ketua parlemen, ketua partai, sehingga menjadi sorotan publik," ujarnya.
Manyinggung pernyataan Abdul Fickar soal mendunianya kasus Novanto, dia mengatakan tak lepas dari kedekatannya dengan Presiden Amerika Donald Trump.
"Apalagi beberapa waktu lalu dia diketahui berkawan dekat dengan Trump," ucapnya.
Selain sejumlah faktor di atas, dosen Universitas Trisakti ini menilai manufer Setnov bikin menarik kasus ini.
"Soal hukum korupsi biasa, tapi karena manuver Setnov jadi menarik," imbuhnya. (Fdi)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Pakar Hukum Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat
Bagikan
Berita Terkait
Pasal 5 NATO Bisa Jadi Penyelemat Greenland dari Obsesi Donald Trump
Dinilai Berisiko, Indonesia Harus Siap Mundur dari Board of Peace jika Abaikan Palestina
Indonesia Gabung Board of Peace, Eks Wamenlu Ingatkan Risiko Dominasi AS
Ditekan Trump, Kesepakatan Dagang China dan Kanada Batal
AS dan Kanada Makin Panas, Trump Ancam Terapkan Tarif 100 Persen
Masuk Dewan Perdamaian Ala Trump, Indonesia Klaim Tak Perlu Bayar Rp 17 Triliun
RI Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump Taktik Wujudkan Solusi 2 Negara
Keluar dari WHO, Amerika Serikat Wajib Bayar Utang Rp 4,3 Triliun
Alarm Kebakaran Berbunyi Saat Trump Berada di World Economic Forum 2026
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump