Kesehatan

Kecoak Kebal Insektisida, Begini Cara Memberantasnya

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 14 Juli 2019
Kecoak Kebal Insektisida, Begini Cara Memberantasnya

Kecoak mengandung bakteri dan parasit berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia (Foto: Pixabay/Public Domain Pictures)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HIDUP di lingkungan lembab, hangat, dan gelap menjadi rumah sempurna untuk kecoak. Termasuk ke dalam keluarga serangga, hewan ini mampu bertahan hidup selama tiga bulan lamanya tanpa makanan dan sebulan tanpa air. Salah satu spesies hama yang merugikan kesehatan manusia ini semakin sulit diberantas.

Ketahanan tubuhnya memberikan dampak negatif bagi kesehatan manusia, diantaranya alergi kulit hingga serangan asma. Hal ini dibuktikan dalam penelitian The National Coorperative Inner-City Asthma (NCICAS) yang dikutip dalam pet world bahwa sebanyak 23 persen hingga 60 persen korban yang mengalami asma akibat terinfeksi bakteri dari kecoak.

Baca juga:

Selain Kucing, Kecoak Juga Bisa Picu Asma

Secara pasif, terdapat 33 jenis bakteri dalam kecoak yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. Diantaranya, bakteri e-coli, salmonella, enam jenis cacing parasit dan tujuh jenis parasit lainnya. Tak hanya itu, penyakit lainnya yang ditularkan ialah lepra, disentri dan demam tiroid.

Kecoak Kebal Insektisida, Begini Cara Memberantasnya
Kecoak menyebarkan ragam bakteri yang berbahaya bagi manusia (Foto: Unsplash/Jesper Aggergaard)

Salah satu jenis hama yang paling sulit diberantas dengan menggunakan insektisida ialah kecoak Jerman (Blattella Germanica L). Menurut laman The Guardian, kecoak Jerman mampu menghasilkan 50 keturunan setiap tiga bulan dan berkembangbiak hingga 10 juta keturunan selama empat generasi dalam jangka waktu 12 bulan. Hal itu menunjukkan insektisida atau bahan kimia saja tidak lagi efektif memberantas kecoak Jerman ini karena kekebalannya meningkat 4 hingga 6 kali lipat dalam satu generasi.

Untuk mengurangi populasi kecoak, dibutuhkan peningkatan sanitasi seperti vacuum perangkap kecoak digabungkan dengan insektisida. Meski sulit diberantas, kamu bisa lakukan pencegahan sejak dini seperti yang dilansir pada pet world.

Baca juga:

Tips Aman untuk Menjauhkan Serangga dari Rumah

Umumnya, kamu harus menjaga kebersihan sekitar lingkungan, hindari menyimpan sisa makanan sembarangan (termasuk makanan peliharaanmu), bersihkan tumpahan sesegera mungkin, menutup seluruh celah atau lubang, alirkan air di toilet dan wastafelmu secara berkala. Terakhir, hubungi bantuan profesional hama untuk melakukan penyemprotan secara berkala.

Memastikan kebersihan lingkungan sekitar bisa mengurangi perkembangbiakan kecoak. Hal ini dikarenakan tidak adanya ruang atau tempat yang lembab, hangat dan gelap yang disukai kecoak untuk bersembunyi. Tak hanya mencegah perkembangbiakan kecoak, menjaga kebersihan lingkungan di sekitarmu juga memberikan dampak baik bagi kesehatan tubuh. (dys)

#Kecoa #Serangga Mematikan #Wabah Hama #Kesehatan #Tips Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan