Kebijakan Pelarangan Orang Keluar-Masuk Jabodetabek Picu Kontroversi

Zulfikar SyZulfikar Sy - Minggu, 17 Mei 2020
Kebijakan Pelarangan Orang Keluar-Masuk Jabodetabek Picu Kontroversi

Ilustrasi - Petugas Kepolisian mengecek identitas mobil pribadi yang melintasi tol Jakarta-Cikampek di Cikarang Barat. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat kebijakan publik Azas Tigor Nainggolan mengkritik adanya pelarangan orang Jabodetabek masuk dan keluar.

Menurut Tigor, upaya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini sama saja menutup paksa Jakarta.

Baca Juga:

Pemprov DKI Didesak Tetap Bayar THR Pasukan Oranye

Tigor mengingatkan, Jakarta ini sesuai aturan diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan bukan karantina wilayah (lock down).

"Anies terus ngotot memprovokasi dan memaksa pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Jokowi untuk membuat regulasi dan melakukan karantina wilayah atau lock down untuk menangani pandemi COVID-19," kata Tigor kepada merahputih.com di Jakarta, Sabtu (16/5).

Tigor melanjutkan, provokasi lock down ini tentu bisa membuat kekacauan dan menjadi kesulitan rakyat selama pandemi COVID-19.

"Untung saja Presiden Jokowi tidak terprovokasi dan menetapkan kebijakan PSBB untuk menangani penyebaran COVID-19 melalui PP No 21 Tahun 2020," jelas Koordinator Forum Warga Kota Jakarta itu.

 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Tigor berpendapat, upaya lock down agar Anies terlihat lebih agresif dibanding pemerintah pusat dalam menangani pandemi COVID-19. Sementara selama PSBB, Anies justru tidak melakukan upaya sistematis melindungi warga Jakarta.

Jumlah kasus positif COVID-19 di Jakarta terus meningkat. Bantuan sosial pun salah sasaran. Juga ada korupsi harga paket sembako.

"Aparat pemprov Jakarta tidak lakukan pengamanan. Warga Jakarta melindung dan berjuang sendiri agar tetap sehat dan tidak terpapar COVID-19. Bersama aparatnya Pemprov, Anies lebih sibuk bicara dengan media massa ketimbang dengan warga Jakarta," cetus Tigor.

Baca Juga:

Anies Serukan Mudik Secara Virtual

Ia meyakini, kegagalan dan tidak dijalankannya PSBB secara baik terlihat dari usaha Anies mengeluarkan berbagai kebijakan saja. Padahal, kebijakan justru menekan warga dan Pemprov Jakarta tidak nyata tangani pandemi COVID-19.

"Cara menekan ini terus dilakukan untuk menutupi pembiaran dan kegagalan pelaksanaan PSBB Jakarta," tambah Tigor.

Tigor menyebut, pelarangan keluar masuk wilayah Jakarta sebagaimana diatur dalam Pergub 47/2020 adalah salah dan batal demi hukum karena melanggar peraturan lebih tinggi yakni PP No 21 Tahun 2020 tentang PSBB.

"Harap pemerintah pusat dalam hal ini menteri kesehatan harus menegur Anies Baswedan agar membatalkan atau mencabut pergub tersebut," jelas Tigor.

Ia berharap Anies fokus menekankan dan memperkuat pelaksanaan PSBB daripada melakukan kebijakan yang kontroversial.

"Anies agar tidak menggunakan hukum untuk kepentingan politik dan terus melawan pemerintah pusat," tutup Tigor. (Knu)

Baca Juga:

Solo Zoo Galang Donasi untuk Beli Pakan Hewan Terancam Kelaparan, 17 Ribu Tiket Terjual

#Anies Baswedan #Virus Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Indonesia
Intel Kodim Kepergok Anies Ikut Makan di Soto Mbok Giyem, TNI Klarifikasi Murni Spontan
Tiga anggota intel kodim itu mengaku sebelumnya menghadiri rapat pemantauan wilayah dan hendak makan siang di Soto Mbok Giyem. .
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Intel Kodim Kepergok Anies Ikut Makan di Soto Mbok Giyem, TNI Klarifikasi Murni Spontan
Indonesia
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
Kodam IV/Diponegoro Jawa Tengah membenarkan tiga pria TNI yang berfoto bersama Anies Baswedan merupakan anggota intel Kodim Karanganyar.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
Beredar narasi di media sosial yang menyebut kehadiran Anies di lokasi bencana alam Aceh membuat beban korban hilang. Cek kebenaran informasinya!
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Diketahui, konteks asli video yakni momen Anies tumpengan dalam peresmian jembatan jembatan gantung di Desa Cihanjuang, Pandeglang, Banten.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Puan Maharani Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029, Pede Bisa Raih 68 Persen Suara
Ketua DPR RI, Puan Maharani, kabarnya menggandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029.
Soffi Amira - Jumat, 07 November 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Puan Maharani Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029, Pede Bisa Raih 68 Persen Suara
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Sebut Sehebat Apapun Prabowo, Tetap Rusak Bila Sekelilingnya Orang-Orang Munafik yang Gila Jabatan
Beredar konten yang berisi Anies menyebut orang-orang di sekeliling Prabowo munafik dan gila jabatan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Oktober 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Sebut Sehebat Apapun Prabowo, Tetap Rusak Bila Sekelilingnya Orang-Orang Munafik yang Gila Jabatan
Indonesia
Anies Baswedan Doakan Prabowo di Usia ke-74: Semoga Diberi Petunjuk dan Ketetapan Hati dalam Memimpin Bangsa
Anies Baswedan Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-74 untuk Prabowo.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 17 Oktober 2025
Anies Baswedan Doakan Prabowo di Usia ke-74: Semoga Diberi Petunjuk dan Ketetapan Hati dalam Memimpin Bangsa
Indonesia
Jam Kerja Dipangkas Imbas Kelangkaan BBM, Pegawai SPBU Shell Ngeluh di Depan Anies Baswedan
Pegawai SPBU Shell TB Simatupang mengeluh kepada Anies Baswedan. Ia mengatakan, bahwa jam kerjanya dipangkas imbas kelangkaan BBM.
Soffi Amira - Senin, 06 Oktober 2025
Jam Kerja Dipangkas Imbas Kelangkaan BBM, Pegawai SPBU Shell Ngeluh di Depan Anies Baswedan
Bagikan