KBRI Beijing Keluarkan Peringatan bagi WNI
Arsip - Atase Pertahanan KBRI Beijing Marsekal Pertama TNI Bayu Hendra Permana melakukan tes usap PCR massal di KBRI di Beijing, China, Rabu (27/4). ANTARA/M. Irfan Ilmie
MerahPutih.com - Kedutaan Besar RI di Beijing mengeluarkan peringatan kepada seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Tiongkok agar mewaspadai lonjakan kasus COVID-19 dan bencana gelombang dingin.
Surat edaran KBRI Beijing tertanggal 29 November 2022 menyebutkan, sehubungan dengan masih tingginya angka infeksi COVID-19 di Tiongkok, KBRI Beijing ingin mengingatkan seluruh WNI di sana agar menjaga kondisi kesehatan, terutama di musim dingin.
KBRI Beijing juga berharap seluruh WNI memerhatikan aturan kesehatan yang ditetapkan pemerintah setempat, seperti tes PCR secara teratur dan menghindari tempat keramaian.
Baca Juga:
Mantan Presiden Tiongkok Jiang Zemin Meninggal
Dalam kaitan ini, KBRI Beijing menyarankan agar WNI dapat menyiapkan makanan, minuman, dan keperluan pribadi secukupnya jika terjadi penutupan wilayah (lockdown) tempat tinggal masing-masing.
Khusus untuk para pelajar Indonesia yang sudah kembali ke Tiongkok, KBRI Beijing ingin mengingatkan agar terus memperhatikan aturan dan kondisi kampus yang mungkin berbeda dengan wilayah sekitarnya.
Peringatan tersebut berkaitan erat dengan peristiwa yang terjadi baru-baru ini, terutama penambahan kasus positif harian COVID-19 di Beijing yang mencapai angka 1.000.
"Sejauh ini tidak ada laporan mengenai WNI di Tiongkok yang positif COVID-19," kata Koordinator Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Beijing Dewi Avilia di Beijing, Rabu (30/11), seperti dikutip Antara.
Kebijakan nol kasus COVID-19 yang dibarengi dengan tindakan lockdown di berbagai daerah di Tiongkok telah menimbulkan gejolak sosial dan terjadi aksi penentangan lockdown dan unjuk rasa di berbagai daerah, termasuk di kampus-kampus perguruan tinggi.
Cuaca ekstrem yang dipicu oleh gelombang dingin menyebabkan temperatur udara turun drastis di wilayah timur laut, utara, barat laut, dan barat daya Tiongkok.
Baca Juga:
Gelombang Dingin Terjang Tiongkok, 7 Orang Tewas
Terbaru, gelombang udara dingin di Daerah Otonomi Xinjiang telah menewaskan tujuh pekerja proyek konstruksi dan ratusan orang lain terjebak saat suhu udara mencapai minus 49,9 derajat Celcius.
Menurut Dewi, sejak dibukanya kembali akses masuk pelajar Indonesia ke Tiongkok mulai September 2022, jumlah WNI di Tiongkok sampai saat ini diperkirakan mencapai angka 4.000-an.
Sebelumnya, KBRI Beijing juga telah mengeluarkan surat edaran per tanggal 25 November 2022 tentang perubahan jam kerja para staf dan karyawannya terkait dengan situasi krisis pandemi COVID-19 terkini. Sesuai dengan aturan perubahan tersebut, jam kerja pada hari Senin hingga Jumat berlangsung pukul 10.00-12.00 dan 14.00-16.00 waktu setempat (09.00-11.00 dan 13.00-15.00 WIB).
Beberapa staf dan karyawan KBRI Beijing juga terdampak oleh aturan lockdown di tempat tinggal masing-masing. (*)
Baca Juga:
Protes Anti-Lockdown Bermunculan di Tiongkok
Bagikan
Berita Terkait
Susul Dirut BEI, Mahendra Siregar dan Sejumlah Petinggi OJK Mengundurkan Diri
Indonesia Pesta Gol ke Gawang Korsel 5-0 di Laga Pembuka Piala Asia Futsal 2026
Gara-Gara Utang BP Tega Bunuh Ibu Kandung, Jasad Dibakar Dibuang di Jalan
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire, Seluruh Penumpang Dilaporkan Selamat
Gempa M 5,7 Guncang Pacitan, Getaran Terasa hingga Bali
Hampir Semua Rumah 2 Kampung Tertimbun Longsor Cisarua: 8 Jasad Ditemukan 82 Orang Hilang
Gerbang Rafah Pintu Masuk Gaza dari Mesir Kembali Dibuka 2 Arah
Warga Kota Tangerang Jangan Sampai Lewat, Ada 8 Paket Diskon Pajak PBB-P2 dan BPHTB
Pesawat ATR 400 Yogyakarta-Makassar Hilang Kontak di Maros, Angkut 11 Orang
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Maluku Tengah Sabtu (17/1) Pagi, Tak Berpotensi Tsunami