Kata Bawaslu soal Dugaan Pelanggaran Pemilu di Malaysia
Ketua Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) RI Abhan. (MP/Zaimul)
MerahPutih.com - Ketua Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu), Abhan mengatakan pihaknya saat ini sedang mengumpulkan alat bukti terkait dugaan pencoblosan surat suara di Malaysia bersama Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur.
"Saat ini kami sedang mengumpulkan berbagai dokumen, alat bukti terkait dugaan pelanggaran di Malaysia," katanya di Jakarta Kamis (11/4).
Setelah pengumpulan data rampung, lanjut Abhan, Bawaslu bakal segera memutuskan apakah pencoblosan surat suara di Malaysia melanggar atau tidak.
"Nanti ada keputusan kami, apa yang harus kami keluarkan tindakan kami, rekomendasi kami untuk itu nanti ada," jelasnya.
Abhan pun tak mau membocorkan sanksi yang akan diberikan kepada pelaku yang secara jelas dan terstruktur melakukan pencoblosan surat suara di negeri jiran tersebut. Lantaran hingga kini pihaknya masih mencari barang bukti.
Adapun pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di kota-kota di Malaysia baru akan dilakukan pada Minggu 14 April 2019 mendatang.
"Kita lihat dulu fakta-faktanya siapa yang melakukan, apa modusnya, dan sebagainya," tutupnya.
Sebelumnya, beredar di media sosial adanya penemuan sejumlah kantung plastik warna hitam yang berisi surat suara yang telah tercoblos. Terlihat surat suara tersebut sudah tercoblos untuk pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf. (Asp)
Baca Juga: Hasil Rapat KPU soal Penemuan Surat Suara yang Tercoblos di Malaysia
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden ke-7 RI Joko Widodo Ditugaskan BRIN jadi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana
[HOAKS atau FAKTA]: Ingin Dicap sebagai Pahlawan, Jokowi Datangi Lokasi Bencana di Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marahi Menkeu Purbaya karena Menolak Membayar Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
[HOAKS atau FAKTA ]: Kejagung Sita Uang Jokowi Triliunan Rupiah
Dukungan Projo ke Prabowo Dinilai Langkah Terhormat Dalam Politik Kebangsaan
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua Harian PSI Usulkan Duet Gibran-Jokowi di Pilpres 2029
Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh, Jokowi: Prinsip Dasar Transportasi Bukan Mencari Laba