MerahPutih.com - Aktris Ruby Rose secara terbuka mengungkapkan, bahwa Katy Perry melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya di sebuah klub malam di Melbourne pada 2010 silam.
“Dia melihatku bersandar di pangkuan sahabatku untuk menghindarinya, membungkuk, menyingkirkan pakaian dalamnya, dan menggesekkan vaginanya yang menjijikkan ke wajahku sampai aku membuka mata dan muntah di atasnya,” tulis aktris itu di media sosial.
Rose menjelaskan dalam unggahan yang sama, bahwa selama bertahun-tahun ia meremehkan insiden tersebut. Ia bahkan menggambarkannya sebagai "cerita lucu saat mabuk," karena tidak tahu bagaimana memproses apa yang telah terjadi pada saat itu.
Namun, ia mengatakan bahwa seiring waktu memutuskan untuk berbicara secara terbuka mengenai hal itu dan membawa masalah tersebut ke pihak berwajib.
Baca juga:
Go Public, Katy Perry Pamer Kemesraan Bareng Justin Trudeau di Instagram
Menurut pengakuannya, dampak emosional dari insiden yang diduga itu sangat parah. Ia membutuhkan hampir dua dekade untuk mengungkapkannya secara publik. Kepolisian Australia pun kini telah membuka penyelidikan.
Pihak berwenang di negara bagian Victoria, Australia, telah mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan penyelidikan atas insiden yang diduga terjadi di pusat kota Melbourne pada 2010.
Sejauh ini, polisi belum memberikan detail lebih lanjut, karena kasus tersebut masih berlangsung. Rose sendiri mengatakan, bahwa ia sudah mengajukan pengaduan resmi.
Aktris tersebut juga akan mengikuti arahan polisi dan tidak memberikan komentar lebih lanjut selama penyelidikan berlangsung.
Siapa Ruby Rose?
Ruby Rose merupakan seorang aktris, model, dan presenter televisi Australia yang meraih ketenaran internasional melalui perannya dalam serialOrange Is the New Black. Ia juga menjadi pemeran utama dalam film Batwoman.
Selain itu, Rose juga tampil dalam film-film lainnya, seperti John Wick: Chapter 2 dan The Meg, serta membangun karier di bidang mode dan televisi.
Namun, namanya juga dikaitkan dengan beberapa kontroversi. Pada 2021 lalu, Rose terlibat perselisihan setelah meninggalkan Batwoman.
Ia secara terbuka menuduh adanya kondisi kerja yang berbahaya dan lalai, kemudian mengklaim kecelakaan serius terjadi selama syuting, termasuk luka bakar dan cedera parah yang diderita anggota kru. Ia juga mengklaim, dipaksa bekerja hanya beberapa hari setelah menjalani operasi leher.
Baca juga:
Aktor ‘Squid Game’ Oh Young-soo Bebas dari Tuduhan Pelecehan Seksual, Menang di Sidang Banding
View this post on Instagram
Perusahaan produksi membantah klaim tersebut dan mengatakan kepergiannya disebabkan oleh masalah perilaku di lokasi syuting, yang menyebabkan perselisihan publik besar antara kedua pihak.
Kontroversi lain menyusul baru-baru ini. Pada akhir 2025, Rose secara terbuka mengkritik Sydney Sweeney setelah Christy gagal menembus box office, yakni sebuah film biografi tentang petinju Christy Martin.
Rose menyebut Sweeney "idiot" dan menuduhnya telah merusak proyek tersebut, dengan alasan peran tersebut seharusnya diberikan kepada aktris dari komunitas LGBTQ+.
Komentar tersebut memicu reaksi negatif dan dijawab secara publik oleh Christy Martin sendiri, yang membela aktris utama film tersebut.
Baca juga:
NewJeans Menangi Kasus Tuduhan Pelecehan Seksual, Terima Ganti Rugi Miliaran Rupiah
Sementara di luar perselisihan tersebut, Rose juga telah beberapa kali mengatakan bahwa ia mengalami pelecehan dan perilaku tidak pantas di industri hiburan. Hal itu menjadikannya sebagai sosok yang sangat vokal dalam masalah-masalah tersebut.
Pada 2025, ia mengungkapkan bahwa diikuti oleh seseorang yang mencoba mencelakainya. Lalu, ia membandingkan situasinya dengan Virginia Giuffre.
Rose juga pernah mengkritik Katy Perry secara terbuka sebelumnya, termasuk komentar pada 2017 mengenai lagu Swish Swish, yang menurutnya merupakan bentuk serangan terhadap temannya, Taylor Swift.
Katy Perry Bantah Lakukan Pelecehan terhadap Ruby Rose
Respons Katy Perry dalam kasus ini sangat cepat. Dalam pernyataan yang dikirim ke Variety, perwakilannya secara tegas membantah klaim tersebut.
Menurut timnya, tuduhan tersebut adalah "kebohongan yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab." Hal itu dianggap sebagai bagian dari pola tuduhan publik yang telah dibuat Ruby Rose di media sosial.
Sejauh ini, Perry belum membuat pernyataan pribadi apa pun tentang masalah ini. Namun, perwakilannya bersikeras bahwa peristiwa yang dituduhkan tersebut tidak pernah terjadi. (sof)

