Kasus e-KTP, Siang Ini KPK Panggil Yasonna dan Sejumlah Anggota DPR

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 03 Juli 2017
Kasus e-KTP, Siang Ini KPK Panggil Yasonna dan Sejumlah Anggota DPR

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/John Abimanyu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil sejumlah pihak terkait kasus dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik alias e-KTP pada pekan pertama Juli usai libur Lebaran.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pemanggilan tersebut tak sebatas kepada Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly.

"Sejumlah anggota DPR RI yang saat itu kita pandang mengetahui atau diduga mendapatkan aliran dana atau untuk pendalaman informasi lain yang relevan, direncanakan akan diperiksa minggu depan," ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (2/7).

Secara rinci, ia tak menyebutkan pihak-pihak yang bakal dipanggil ke Gedung Merah Putih menyangkut skandal yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun tersebut.

Febri hanya menerangkan, saksi-saksi yang akan dihadirkan adalah mereka sudah diperiksa pada tahan penyidikan.

"Dan persidangan sebelumnya," imbuhnya.

Pada kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP, banyak pihak yang telah diundang oleh KPK untuk dimintai keterangannya, baik dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Komisi II DPR periode 2009-2014, serta konsorsium pemenang lelang.

Pada kasus ini, dua mantan pejabat Kemendagri Irman dan Sugiarto telah naik statusnya sebagai terdakwa dan hingga kini proses persidangannya masih berlangsung.

Dari pihak swasta, Andi Agustus alias Andi Narogong telah ditetapkan sebagai tersangka, karena diduga mengatur pemenang tender senilai Rp5,9 triliun tersebut.

Seiring waktu, kasus itu meluas hingga dugaan keterangan fiktif di pengadilan. Bekas politisi Hanura Miryam S Haryani pun dijadikan tersangka perkara ini, lantaran dianggap memberikan pernyataan palsu, termasuk dugaan intervensi dari lima anggota Komisi III DPR.

Belakangan, anggota Fraksi Golkar DPR Markus Nari juga dijadikan tersangka KPK untuk perkara Miryam, eks Gadis Ahok atau nama kelompok pendukung petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017.

Sedangkan untuk Yasonna, dipanggil dengan kapasitasnya sebagai Anggota Komisi II DPR periode lalu. Ia sudah dua kali diundang penyidik, namun selalu mangkir dengan dalih pekerjaan. (Pon)

Berita lain terkait kasus e-KTP dalam artikel: Menkum HAM Yasonna H Laoly Dijadwalkan Diperiksa KPK Terkait E-KTP

#Yasonna Laoly #KPK #Korupsi E-KTP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
KPK resmi menetapkan Ahmad Dedi alias Dedi Congor sebagai tersangka baru dalam pusaran kasus suap pejabat Bea Cukai Kemenkeu. Simak update selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
Indonesia
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
KPK menggeledah kantor DLH Klaten pada Kamis (29/10). Penyidik KPK membawa dua koper berisi barang bukti.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
Indonesia
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Ruwiya mengaku belum memperoleh informasi secara lengkap mengenai barang atau data yang dibawa tim KPK dari kantor tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Indonesia
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Di tengah kegiatan penggeledahan, aktivitas pelayanan dan pekerjaan pegawai di kantor tersebut masih berlangsung.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Indonesia
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
KPK masih merahasiakan jadwal pemanggilan ketiga Menteri ATR/BPN Nusron Wahid terkait dugaan suap HGB Summarecon Bogor. Cek info selengkapnya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
Indonesia
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan BNPB.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Indonesia
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Sestama BNPB Rustian kembali diperiksa KPK terkait dugaan korupsi dana siap pakai penanganan bencana usai sempat dilepas saat OTT. Cek faktanya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Indonesia
Usul Cerdas KPK di RUU Perampasan Aset: Harta Pejabat di Luar LHKPN Bisa Dirampas Negara
KPK mengusulkan RUU Perampasan Aset agar berwenang menyita harta pejabat yang tidak dilaporkan di LHKPN. Simak ulasan dan fakta hukum lengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Usul Cerdas KPK di RUU Perampasan Aset: Harta Pejabat di Luar LHKPN Bisa Dirampas Negara
Berita Foto
Suhendrik Jalani Pemeriksaan Lanjutan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB
Tersangka Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres (WBE) Suhendrik, usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 23 Oktober 2026
Suhendrik Jalani Pemeriksaan Lanjutan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB
Indonesia
Geledah Kantor BPK dan 2 Rumah di Jateng, KPK Menyita Uang Diduga Hasil Korupsi
Kasus tersebut bermula ketika KPK melakukan operasi tangkap tangan dengan menangkap Hamenang, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Jawa Tengah
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Geledah Kantor BPK dan 2 Rumah di Jateng, KPK Menyita Uang Diduga Hasil Korupsi
Bagikan