Kasus DBD Naik 3 Kali Lipat, Fasyankes Diklaim Aman

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Mei 2024
Kasus DBD Naik 3 Kali Lipat, Fasyankes Diklaim Aman

laporan paling banyak muncul kasus DBD di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. (Foto: Pexels/Icon com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan melaporkan hingga pekan ke-17 tahun 2024 terdapat 88.593 kasus dengue dan 621 Kematian di sejumlah daerah. Jumlah itu meningkat lebih dari tiga kali lipat dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 28.579 kasus dengan laju kematian mencapai 209 jiwa.

Kasus dengue tahun ini dilaporkan dari 456 kabupaten/kota di 34 Provinsi, sedangkan kematian akibat dengue terjadi di 174 kabupaten/kota di 28 Provinsi.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi belum ada pengelola fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) kewalahan merawat pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di tengah lonjakan kasus yang meningkat tiga kali lipat dari tahun lalu karena perubahan iklim.

"Saat ini meski terjadi kenaikan kasus dan orang yang dirawat di rumah sakit di beberapa daerah, namun belum ada laporan daerah kewalahan untuk merawat," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes Imran Pambudi dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (3/5).

Baca juga:

Jumlah Kasus Kematian Akibat DBD Bertambah

Ia mengatakan pengelola fasyankes telah menjalankan mitigasi lonjakan kasus sesuai dengan surat edaran yang ditujukan ke seluruh dinas kesehatan dan rumah sakit di tanah air pada Januari dan April 2024.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa kenaikan kasus berkaitan dengan perubahan iklim. Perubahan iklim membuat nyamuk bisa bertahan dan berkembang biak lebih lama sehingga jumlahnya lebih banyak.

"Januari dan April 2024 kami memberikan surat edaran ke dinkes dan rumah sakit agar melakukan mitigasi lonjakan kasus DBD, karena kami memprediksi adanya kenaikan kasus akibat dari climate change di awal 2024," katanya.

Sebanyak lima kabupaten/kota dengan kasus tertinggi dilaporkan dari Kota Bandung mencapai 3.468 kasus, Tangerang 2.540 kasus, Kota Bogor 1944 kasus, Kota Kendari 1.659 kasus, dan Bandung Barat 1.576 kasus. (*)

Baca juga:

Vaksinasi DBD Masih Jadi Pilihan Bukan Kewajiban

#Demam Berdarah #Kemenkes
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Kirim Lebih daripada 2.000 Nakes untuk Tangani Dampak Kesehatan Karhutla
Kemenkes mengungkapkan ada 7 provinsi serta 63 kabupaten dan kota terdampak karhutla.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Kemenkes Kirim Lebih daripada 2.000 Nakes untuk Tangani Dampak Kesehatan Karhutla
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis, 2,95 Juta Orang Alami Gangguan Mata, Bisa Alami Kebutaan
Banyak dari orang-orang itu tidak menyadari bahwa dirinya punya gangguan penglihatan, dan menunda tindak lanjut hingga terlambat atau buta permanen.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Hasil Cek Kesehatan Gratis, 2,95 Juta Orang Alami Gangguan Mata, Bisa Alami Kebutaan
Indonesia
Kemenkes Bakal Bangun 1.988 Puskesmas Baru, Rombak Wajah Layanan Kesehatan
Wamenkes menekankan pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan untuk mengimbangi modernisasi fasilitas medis.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Kemenkes Bakal Bangun 1.988 Puskesmas Baru, Rombak Wajah Layanan Kesehatan
Lifestyle
Influenza A Merebak, Gunakan Masker Buat Kurangi Risiko Penularan
Influenza menular melalui melalui partikel pernapasan yang dikeluarkan ketika penderita batuk, bersin, berbicara, atau bernapas,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Influenza A Merebak, Gunakan Masker Buat Kurangi Risiko Penularan
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Indonesia
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Dampaknya mencakup keterbatasan akses air bersih, peningkatan suhu ekstrem, risiko karhutla, penurunan kualitas udara, hingga ancaman ketahanan pangan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Indonesia
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Komisi IX DPR RI meminta Kemenkes dan BNN menyusun regulasi penggunaan vape. Sebab, vape mengandung etomidate merajalela.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Indonesia
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Kemenkes mencatat 174.694 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla sepanjang Agustus hingga 21 September 2026. Sebanyak 40.363 kasus merupakan balita.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Bagikan