Kasus COVID-19 Global Fluktuatif, Menlu Terus Berburu Vaksin COVID-19

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 20 Agustus 2021
Kasus COVID-19 Global Fluktuatif, Menlu Terus Berburu Vaksin COVID-19

Kedatangan vaksin di Indonesia. (Foto: Sekretariat Presiden)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Angka kasus COVID-19 masih terus mengalami penurunan dan kenaikan di berbagai belahan dunia. Masyarakat untuk tetap waspada dengan mematuhi protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi.

"Penurunan kasus di Indonesia janganlah membuat kita lengah, sebaiknya kita harus terus waspada. Beberapa contoh kita lihat bahwa negara yang sudah mengalami zero Covid berbulan-bulan pun dapat mengalami penularan kembali," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Jakarta, (19/8).

Retno menjelaskan, tanggal 4 Agustus 2021 yang lalu, kasus COVID-19 global telah mencapai angka 200 juta, di mana penyebarannya terjadi dua kali lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga:

Kapolri Sebut Vaksinasi Buruh di Banten Perlu Diperbanyak

"Dunia hanya memerlukan waktu 6 bulan untuk mencapai 100 juta kedua. Sementara, 100 juta kasus pertama memerlukan waktu lebih dari 1 tahun, artinya terjadi penyebaran COVID-19 dua kali lebih cepat saat ini,” jelasnya.

Pada periode 12-19 Agustus 2021, Menlu melanjutkan, beberapa kawasan mengalami kenaikan kasus mingguan, di antaranya Amerika Utara sebesar 12 persen, Eropa sebesar 3 persen, dan Oceania 24 persen. Sedangkan, kawasan ASEAN mengalami penurunan sebesar 0,4 persen.

Namun, beberapa negara di ASEAN masih mengalami kenaikan signifikan seperti Brunei Darussalam mengalami kenaikan 304 persen, Filipina 41 persen, Vietnam 12 persen, dan Thailand 6 persen.

"Kita di Indonesia alhamdulillah di periode tersebut dapat kembali menekan penyebaran kasus yaitu sebesar minus 22 persen,” ucap Menlu.

Retno menuturkan, dua langkah yang dilakukan oleh negara-negara di dunia dalam menghadapi pandemi Covid-19 adalah pembatasan mobilitas masyarakat dan penerapan protokol kesehatan, serta akselerasi vaksinasi.

Retno menyebutkan analisis dari Public Health England yang menunjukkan bahwa vaksinasi merupakan salah satu hal untuk mengurangi kemungkinan dirawat dan angka kematian.

"Data dari berbagai negara menunjukkan bahwa mayoritas mereka yang terinfeksi dan menjalani rawat inap adalah mereka yang belum divaksin. A pandemic of the unvaccinated,” tuturnya.

Menteri Luar Negeri mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mendukung program vaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat agar secepatnya dapat keluar dari pandemi COVID-19.

"Mari kita terus berikhtiar, mari kita bersama-sama terus mendukung program vaksinasi dan mempercepat laju vaksinasi," katanya.

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri terus berusaha memastikan keamanan pasokan vaksin bagi Indonesia dengan segala meskanisme yang tersedia. Pada Kamis, 19 Agustus 2021, pemerintah kembali mendatangkan 450 ribu dosis vaksin AstraZeneca yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, menggunakan pesawat KLM dengan nomor penerbangan KL-0837.

"Kita menerima 450 ribu dosis vaksin AstraZeneca yang merupakan dose sharing dari pemerintah Belanda. Kedatangan vaksin AstraZeneca adalah pengiriman tahap pertama dari komitmen pemerintah Belanda untuk memberikan dukungan 3 juta dosis vaksin bagi Indonesia melalui mekanisme kerja sama bilateral dose sharing mechanism," ujar Retno.

Retno menuturkan, Kementerian Luar Negeri dan diplomasi Indonesia akan terus bekerja keras untuk memastikan keamanan pasokan vaksin bagi Indonesia dari semua jalur dan menyuarakan kesetaraan vaksin bagi semua negara.

Kedatangan vaksin di Indonesia. (Foto: Sekretariat Presiden)
Kedatangan vaksin di Indonesia. (Foto: Sekretariat Presiden)

"Bekerja untuk memastikan keamanan pasokan vaksin bagi Indonesia dari semua jalur dengan segala mekanisme yang tersedia, dan diplomasi Indonesia juga akan terus bekerja antara lain untuk menyuarakan agar kesetaraan vaksin bagi semua negara dapat terwujud," tuturnya.

Di samping itu, Retno menegaskan, pemerintah juga telah melakukan pembelian 1.560.780 dosis vaksin Pfizer yang telah tiba di Indonesia pada Kamis siang, 19 Agustus 2021. Kemudian, sebanyak 567.500 dosis vaksin AstraZeneca dan 5 juta vaksin Sinovac juga akan diterima pada Jumat, 20 Agustus 2021.

"Pemerintah akan terus meningkatkan ikhtiar guna menjamin pasokan vaksin untuk kebutuhan rakyat Indonesia. Sekali lagi, mari kita dukung program vaksinasi agar kita bersama dapat keluar dari pandemi ini," ujarnya. (Knu)

Baca Juga:

Vaksinasi Ibu Hamil Penting untuk Lindungi Bayi dari COVID-19

#Vaksinasi #Vaksin Covid-19 #COVID-19 #Kemenlu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gelombang Panas Eropa Tewaskan 1.300 Orang, DPR Desak Kemenlu Buka Hotline Darurat WNI
Korps diplomatik di Benua Biru tidak boleh bersikap pasif atau sekadar menunggu laporan jatuhnya korban dari kalangan WNI.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
Gelombang Panas Eropa Tewaskan 1.300 Orang, DPR Desak Kemenlu Buka Hotline Darurat WNI
Indonesia
Indonesia Terpilih Jadi Anggota Komite Antarpemerintah Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026–2030
Keberhasilan ini merupakan hasil diplomasi intensif oleh Delegasi Indonesia di Paris, Jakarta, dan berbagai perwakilan lain dengan dukungan sejumlah negara sahabat.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
Indonesia Terpilih Jadi Anggota Komite Antarpemerintah Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026–2030
Indonesia
Puluhan Calon Dubes Belum Serahkan Kredensial ke Prabowo, Ini Kata Menlu Sugiono
Sugiono memastikan bahwa belum diserahkannya surat kepercayaan para duta besar kepada Presiden RI tidak berdampak apapun bagi kerja sama bilateral dengan negara dimaksud.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 04 Juni 2026
Puluhan Calon Dubes Belum Serahkan Kredensial ke Prabowo, Ini Kata Menlu Sugiono
Indonesia
Untuk ke-4 Kalinya Presiden Prabowo Terbang ke Prancis, Idul Adha di Sana
"Jadi, tentu akan menyesuaikan (lokasi shalat Idul Adha Presiden), karena pas hari Rabu masih ada di sana. Jadi, tentu akan menyesuaikan situasi di sana. Nanti kita tunggu saja," kata Juri.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
Untuk ke-4 Kalinya Presiden Prabowo Terbang ke Prancis, Idul Adha di Sana
Indonesia
Golkar Sebut Pembebasan 9 WNI dari Israel Bukti Diplomasi Pemerintah Berjalan
Pemerintah Indonesia yang bergerak cepat melakukan komunikasi diplomatik untuk membebaskan para WNI tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
Golkar Sebut Pembebasan 9 WNI dari Israel Bukti Diplomasi Pemerintah Berjalan
Indonesia
9 WNI Dipukuli dan Disetrum Selama Ditahan Israel, Visum Dilakukan di Turkiye
Sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla ternyata tak luput dari kekerasan fisik yang dilakukan personel Zionis Israel selama menjalani penahanan.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
9 WNI Dipukuli dan Disetrum Selama Ditahan Israel, Visum Dilakukan di Turkiye
Indonesia
Indonesia Kutuk Perlakuan Tidak Manusiawi Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla
Sugiono memastikan sembilan warga negara Indonesia (WNI) peserta pelayaran GSF 2.0 yang diculik Israel telah dibebaskan, dan saat ini sudah dalam perjalanan keluar Israel.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Indonesia Kutuk Perlakuan Tidak Manusiawi Israel ke Aktivis  Global Sumud Flotilla
Indonesia
Kemenlu Upayakan Semua Jalur Diplomasi untuk Bebaskan 9 WNI di Israel
Kemenlu menggunakan seluruh kanal diplomasi untuk memulangkan sembilan WNI yang ditangkap Israel saat misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Wisnu Cipto - Kamis, 21 Mei 2026
Kemenlu Upayakan Semua Jalur Diplomasi untuk Bebaskan 9 WNI di Israel
Indonesia
Indonesia Minta Bantuan Turkiye dan Yordania Bebaskan Aktivis Kemanusian Global Sumud Flotilla Ditangkap Israel
Sugiono berharap kondisi para WNI baik-baik saja. Dan menjamin pemerintah terus berkoordinasi untuk penyelamatan para WNI itu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
Indonesia Minta Bantuan Turkiye dan Yordania Bebaskan Aktivis Kemanusian Global Sumud Flotilla Ditangkap Israel
Indonesia
Pemerintah Fasilitasi 2.999 Evakuasi dan Repatriasi di Timur Tengah, Pastikan tak Ada WNI Telantar
Per 29 April 2026, tidak ada lagi WNI yang telantar di wilayah terdampak. 

Dwi Astarini - Kamis, 30 April 2026
Pemerintah Fasilitasi 2.999 Evakuasi dan Repatriasi di Timur Tengah, Pastikan tak Ada WNI Telantar
Bagikan