Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Karya Seni 'Faith in Speculations' Bercerita Sejarah Kelam Indonesia

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 28 Juli 2022
Karya Seni 'Faith in Speculations' Bercerita Sejarah Kelam Indonesia

Para seniman menggabungkan kreativitas mereka dengan perkembangan teknologi. (merahputih.com/Marcella)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEJARAH Indonesia mempertontonkan berbagai kejadian dan peritiwa yang melambari kehidupan berbangsa. Kilas balik sejarah terkadang dibutuhkan sebagai pengingat momentum yang terkadang berisikan kekelaman. Ini yang kemudian diusung dalam karya seni bertajuk Faith in Speculations (FIS).

Karya seni kontemporer ini hadir dalam pameran seni Manifesto VIII: Transposisi. Pameran seni rupa ini diadakan dua tahun sekali dan tahun ini dengan mengusung konsep karya seni kontemporer. Para seniman menggabungkan kreativitas mereka dengan perkembangan teknologi. Menurut kurator pameran senin ini, Rizki A. Zaelani, penggunaan teknologi akan memberikan hasil yang berbeda antara seni serta seniman yang satu dengan lainnya.

Baca Juga:

Mengenal Dua Raksasa Sastra lewat "Pameran Gunung Api Jassin, Lahar Panas Chairil"

fis
Pameran karya seni Faith in Speculations dapat disaksikan secara daring maupun luring di Galeri Nasional Indonesia. (Instagram@Fis1965)

“Karya-karya dalam pameran ini akan menunjukkan kemajuan dan perkembangan tersebut dalam berbagai bentuk pendekatan dan cara pengungkapan yang berbeda-beda,” ungkap Rizki.

FIS merupakan karya seni yang berisikan narasi singkat tentang kisah kelam yang terjadi di Indonesia pada tahun 1965. Bedanya, seluruh kisah di sini diceritakan langsung oleh mereka yang mengalaminya, Napsiyah Suwarno dan Ibu Marni. Selain mereka, ada sederet orang yang turut menceritakan kisahnya terkait dengan tragedi 1965. Diceritakan menggunakan bahasa awam membuat seluruh kisah ini terasa lebih dekat dan nyata.

Karya ini bisa dikunjungi langsung di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat atau secara daring melalui situs fis.1965.or.id. Seniman di balik karya seni ini adalah Rangga Purbaya, Sirin Farid Stevy, Debby Gea, dan Kurniawan Pujianto.

Meskipun memiliki tema utama kekelaman di tahun 1965, tetapi FIS turut menyajikan kisah-kisah lampau di tahun lainnya guna mendukung rasa sebab dan akibat dari peristiwa utama. Terdiri atas zaman penjajahan, kemerdekaan, pascakemerdekaan, dan masa kini. Rentangnya dimulai dari tahun 1918 hingga 2020.

“Tujuannya sebenarnya untuk bisa memberikan dampak dari peristiwa ini dalam skala ruang dan waktu,” jelas Rangga dalam press tour di Galeri Nasional, Selasa (26/7).

Baca Juga:

Pameran Seni Rupa "Manifesto VIII : Transposisi" Digelar

fis
Situs web karya seni Faith in Speculations hanya bisa diakses melalui desktop saat ini. (Fis.1965.or.id)

Seluruh kisah dalam karya seni FIS diceritakan dengan bahasa yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Seperti nama karya seni ini, penikmat dan kontributor cerita sama-sama berspekulasi tentang apa yang terjadi saat itu menurut pandangan masing-masing.

Membaca kisah mereka ini membuat kita merasa turut ada di sana, merasakan perjuangan, dan kesakitan dari orang-orang yang mengalami insiden tersebut. Perpaduan warna hitam dalam peta dan merah sebagai penanda lokasi kejadian membuat karya seni ini terasa lebih mencekam

Pameran karya FIS secara luring juga tak kalah apiknya. Untaian panjang kain putih digantung mengelilingi gawai yang menampilkan peta lokasi tragedi 1965, seakan mengisyaratkan pusat dari karya ini. Kain-kain polos itu bersimbah cat berwarna hitam dan merah, di atasnya tertuang kisah-kisah tentang mereka yang jarang terdengar. Ada tujuh kain yang tergantung dan enam di antaranya berisi cerita singkat. Kisah ini dipilih dan diseleksi sebagai inti dari seluruh narasi yang ada dalam FIS dan mewakili beberapa generasi.

“Misalnya ini adalah generasi pertama, generasi penyintas langsung yang beliau survivor. Nah, kemudian ada generasi kedua yang orang tuanya adalah tahanan politik. Kemudian ada generasi pertama juga yang jadi tahanan politik dan ditahan di Pulau Buru. Kemudian, ini ada generasi keempat yang dia mendapatkan ceritanya dari kakeknya,” tutur Rangga sambil menunjuk setiap kisah dalam banner. (mcl)

Baca Juga:

Film Indonesia 'Autobiography' Berkompetisi di Venice Film Festival 2022

#Karya Seni #Pameran Seni
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Logo Resmi HUT ke-81 RI Diluncurkan, Karya Fajar Novario Raih Suara Terbanyak
Logo HUT ke-81 RI resmi diluncurkan. Karya Fajar Novario mendapat raihan suara terbanyak dalam voting tersebut.
Soffi Amira - Senin, 29 Juni 2026
Logo Resmi HUT ke-81 RI Diluncurkan, Karya Fajar Novario Raih Suara Terbanyak
Fun
ArtMoments Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema ‘Offerings’ dan Hadirkan Lebih dari 70 Peserta
ArtMoments Jakarta 2026 resmi digelar di Agora Ballroom dengan tema “Offerings”. Ajang seni kontemporer ini menghadirkan lebih dari 70 peserta dari berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 05 Juni 2026
ArtMoments Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Angkat Tema ‘Offerings’ dan Hadirkan Lebih dari 70 Peserta
Fun
Art Jakarta Gardens 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Seni Kontemporer hingga Panggung Musik Outdoor
Art Jakarta Gardens 2026 resmi digelar di Hutan Kota by Plataran dengan 31 instalasi patung, pertunjukan seni budaya, hingga panggung musik outdoor.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 08 Mei 2026
Art Jakarta Gardens 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Seni Kontemporer hingga Panggung Musik Outdoor
Fun
ArtMoments Jakarta 2026 Angkat Tema 'Offerings', Hadirkan 75 Galeri dan Seniman Asia
ArtMoments Jakarta 2026 digelar pada 4–7 Juni di Agora Ballroom dengan tema 'Offerings'. Ajang seni ini menghadirkan 75 peserta dari Asia Tenggara hingga Korea Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
ArtMoments Jakarta 2026 Angkat Tema 'Offerings', Hadirkan 75 Galeri dan Seniman Asia
Lifestyle
Fadli Zon Resmikan Art Jakarta Gardens 2026, Tekankan Kolaborasi dan Edukasi Seni
Jakarta Art Gardens juga menjadi sarana edukasi publik agar semakin dekat memahami dan menghargai seni rupa sebagai bagian penting dari kehidupan budaya kita
Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
Fadli Zon Resmikan Art Jakarta Gardens 2026, Tekankan Kolaborasi dan Edukasi Seni
Berita
Lukisan Denny JA Diberkati Paus Fransiskus, Nilainya Diprediksi Melonjak Sangat Tinggi
Lukisan Denny JA jadi sorotan usai diberkati Paus Fransiskus di Galeri Nasional. Analisis AI memperkirakan nilainya hingga Rp 34 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Lukisan Denny JA Diberkati Paus Fransiskus, Nilainya Diprediksi Melonjak Sangat Tinggi
Fun
Art Jakarta Gardens 2026 Siap Digelar, Hadirkan 26 Galeri di Hutan Kota
Art Jakarta Gardens 2026 resmi diumumkan. Edisi kelima ini hadir di Hutan Kota dengan 26 galeri, pameran outdoor, hingga program seni interaktif.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 April 2026
Art Jakarta Gardens 2026 Siap Digelar, Hadirkan 26 Galeri di Hutan Kota
Fun
Ireland’s Eye 2026 Hadir di Jakarta, Eksplorasi Lanskap dan Budaya Irlandia
Ireland’s Eye 2026 digelar di Jakarta, menampilkan seni kontemporer Irlandia dengan tema lanskap, budaya, dan memori lintas generasi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 April 2026
Ireland’s Eye 2026 Hadir di Jakarta, Eksplorasi Lanskap dan Budaya Irlandia
Fun
Illustrated Ramadhan Jakarta 2026 Dibuka di ASHTA SCBD, Hadirkan Pameran Ilustrasi Ramadan
Illustrated Ramadhan Jakarta 2026 resmi dibuka di ASHTA District 8 SCBD. Hadirkan berbagai program selama 10 hari.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 11 Maret 2026
Illustrated Ramadhan Jakarta 2026 Dibuka di ASHTA SCBD, Hadirkan Pameran Ilustrasi Ramadan
Fun
Art Jakarta Papers 2026 Sukses Digelar, Catat 9.289 Pengunjung di Edisi Perdana
Art Jakarta Papers 2026 sukses digelar. Pameran ini mencatat 9.289 pengunjung di edisi perdana.
Soffi Amira - Rabu, 11 Februari 2026
Art Jakarta Papers 2026 Sukses Digelar, Catat 9.289 Pengunjung di Edisi Perdana
Bagikan