Kapolda Papua Imbau Perusak Fasilitas Freeport Menyerahkan Diri

Luhung SaptoLuhung Sapto - Senin, 21 Agustus 2017
Kapolda Papua Imbau Perusak Fasilitas Freeport Menyerahkan Diri

Personil kepolisian berjaga di lokasi unjuk rasa karyawan korban PHK PT Freeport Indonesia di Cek Point Mile 28, Timika, Papua, Sabtu (19/8). (ANTARA FOTO/Spedy Paereng)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Para pelaku tindakan anarkis yang merusak fasilitas dan kendaraan di area PT Freeport Indonesia dan perusahaan swasta lainnya di Timika diminta segera menyerahkan diri.

"Kepada mereka-mereka yang bertanggung jawab terhadap peristiwa itu, saya menyarankan untuk segera menyerahkan diri kepada kepolisian. Silakan datang ke Kantor Polres Mimika," kata Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar di Timika, Senin (21/8).

Mantan Kadiv Humas Polri itu menegaskan saat ini jajarannya terus melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap peristiwa unjuk rasa yang berujung aksi anarkis oleh sekelompok masyarakat bekas karyawan PT Freeport dan perusahaan subkontraktornya pada Sabtu (19/8) siang hingga malam di Timika.

Hingga Senin, polisi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka kerusuhan yang bermula di area Check Point 28 Timika itu.

"Kami terus mengoptimalkan langkah-langkah penegakan hukum terhadap mereka yang diduga kuat memicu terjadinya tindakan anarkis. Kami akan lakukan secara profesional dan mengedepankan asas praduga tak bersalah," jelas Boy.

Guna membantu pengusutan para pelaku kerusuhan tersebut, polisi akan memanfaatkan bantuan alat perekam CCTV yang dipasang di sekitar lokasi kejadian.

"Siapa yang kedapatan dan terekam dalam CCTV, itu menjadi fokus kami. Dari beberapa orang yang dikembangkan, inilah yang akan kami maksimalkan. Sudah ada enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka, masih ada lagi yang sedang dalam pendalaman," kata Boy.

Polisi juga akan memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan terkait kegiatan unjuk rasa yang berakhir dengan aksi anarkis mulai dari Check Point 28, Terminal Bus Gorong-gorong hingga di kawasan perkantoran PT Petrosea.

Selain mengandalkan CCTV, polisi juga masih mengamankan sekitar 30 unit sepeda motor para pelaku perusakan dan pembakaran berbagai fasilitas milik PT Freeport dan PT Petrosea.

Puluhan sepeda motor tersebut ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya di beberapa tempat saat aparat datang untuk mengamankan aksi perusakan dan pembakaran fasilitas milik PT Freeport dan PT Petrosea.

"Kami masih mengecek pemilik kendaraan-kendaraan itu. Kami akan kembalikan kepada pemiliknya. Silakan datang mengambilnya di kantor kami," imbau Kapolda. (*)

Sumber: ANTARA

#Freeport #Penembakan #Irjen Pol. Boy Rafli Amar
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Propam Polri Turun Tangan Tangani Polisi Tembak Polisi
Tim penyidik telah selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menyita sejumlah barang bukti.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
Propam Polri Turun Tangan Tangani Polisi Tembak Polisi
Indonesia
Polisi Tembak Polisi, Menko Polkam Dudung Perintahkan Evaluasi Sistem Rekrutmen
Setiap anggota Polri yang dibekali senjata harus memiliki sikap dan mental yang lebih stabil. Dengan mental dan pengendalian emosi yang baik,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Polisi Tembak Polisi, Menko Polkam Dudung Perintahkan Evaluasi Sistem Rekrutmen
Indonesia
Pemuda 23 Tukang Tambal Ban di Boyolali Ditembak 5 Kali
Setelah melakukan penembakan, pelaku langsung melarikan diri. Satreskrim Polres Boyolali masih menyelidiki identitas dan keberadaan terduga pelaku.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Pemuda 23 Tukang Tambal Ban di Boyolali Ditembak 5 Kali
Dunia
Penembakan Massal di Perumahan di Afrika Selatan, 11 Tewas
Beberapa pria bersenjata dilaporkan menyerbu sebuah rumah di Kotapraja KwaMakhutha pada Selasa malam dan melepaskan tembakan ke arah 14 orang.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
 Penembakan Massal di Perumahan di Afrika Selatan, 11 Tewas
Dunia
Penembakan di Masjid Pakistan, 16 Orang Tewas
Baku tembak masih berlangsung antara para penyerang dan pasukan keamanan di lokasi kejadian yang berada di distrik Kohat, Khyber Pakhtunkhwa.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Penembakan di Masjid Pakistan, 16 Orang Tewas
Dunia
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas
Penembakan terjadi di sebuah sekolah menengah di South Cotabato, Filipina selatan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 18 September 2026
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas
Indonesia
Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, Polri Buru 8 Orang yang Diduga Pelaku
Polisi kini sudah mengantongi ciri-ciri pelaku penembakan tiga ASN di Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, Polri Buru 8 Orang yang Diduga Pelaku
Indonesia
Jenazah Pegawai Dinas Pertanian Ditembak KKB Diterbangkan ke Kupang, Pelaku Penembakan Kelompok Nduga
Dari hasil penyelidikan sementara, diduga pelaku penembakan adalah KKB kelompok Nduga. Namun, siapa yang melakukan penembakan masih didalami.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
Jenazah Pegawai Dinas Pertanian Ditembak KKB Diterbangkan ke Kupang, Pelaku Penembakan Kelompok Nduga
Indonesia
4 Tewas dan 9 Orang Luka Akibat Penembakan Di SMA Zamboanga,Filipina
Laporan media lokal The Manila Times, insiden itu terjadi sesaat sebelum kelas dimulai, yang juga menewaskan terduga pelaku.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
4 Tewas dan 9 Orang Luka Akibat Penembakan Di SMA Zamboanga,Filipina
Indonesia
Freeport Targetkan Berikan Kontribusi ke Negara Rp 120 Triliun Per Tahun Setelah Produksi Tambang Normal
Dengan beroperasinya smelter dan precious metal refinery di Gresik, seluruh rantai nilai tembaga dari konsentrat, katoda tembaga, hingga logam mulia seperti emas dan perak kini dapat diproses di dalam negeri
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Freeport Targetkan Berikan Kontribusi ke Negara Rp 120 Triliun Per Tahun Setelah Produksi Tambang Normal
Bagikan