Kesehatan

Kampanye Gargle, Apa dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 24 Maret 2022
Kampanye Gargle, Apa dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Gargle merupakan tindakan yang ringan tetapi memiliki manfaat yang sangat baik untuk tubuh kita. (Foto: freepik/freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KITA sudah tidak asing lagi dengan anjuran berkumur-kumur setelah makan ataupun sebelum tidur. Tapi, apakah kamu tahu tentang gargle?

Berkumur-kumur di mulut sampai tenggorok tetapi tidak ditelan itu disebut dengan gargle atau gargling. Gargle adalah kegiatan mencuci tenggorok dengan mengeluarkan udara napas, tapi tidak ditelan.

Baca Juga:

Ketahui! Cara Ampuh Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Kepala Pimpinan Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia (Perhati-KL), Prof Dr dr Jenny Bashiruddin, Sp.T.H.T.K.L.(K) mengatakan kegiatan gargle atau gargling merupakan tindakan ringan tetapi memiliki manfaat sangat baik untuk tubuh kita.

kesehatan rongga mulut merupakan hal penting karena merupakan port de entry atau pintu masuk dari banyak penyebab penyakit. (Foto: freepik/kjpargeter)

"Memasuki masa new normal, kegiatan gargle menjadi penting bagi perilaku sehari-hari. Apalagi kebersihan saluran pernapasan khususnya bagian atas seperti hidung, mulut dan tenggorok sangatlah penting agar dapat mencegah infeksi virus COVID-19," kata Jenny dalam Press Launch Kampenye 'Waktu Indonesia Gargle', Senin (16/3).

Baca Juga:

Ingin Tetap Sehat Saat #DiRumahAja? Ini Tipsnya

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Studi Laring Faring Perhati-KL, dr Arie Cahyono Sp.T.H.T.K.L(K) mengatakan kesehatan rongga mulut merupakan hal penting karena merupakan port de entry atau pintu masuk dari banyak penyebab penyakit. Gargling bisa dijadikan salah satu kegiatan sehari-hari atau perilaku hidup bersih dan sehat yang dilakukan untuk mencegah dari berbagai potensi penyakit melalui saluran napas atas ini.

Cairan antiseptik Povidone Iodine (PVP-1) juga diketahui memiliki aktivitas antiinfeksi terhadap bakteri, jamur, virus, termasuk Coronavirus. (Foto: freepik/studiogstock)

Gargling atau ber-gargle dapat dilakukan dengan asas 3T yaitu Tuang, Teguk, Tengadah. Caranya ikuti langkah berikut :

1. Tuang cairan gargle

2. Teguk dan tahan cairan di kerongkongan

3. Tengadahkan kepala sejauh 45 derajat

4. Tahan cairan di tenggorok dan keluarkan udara lewat mulut selama 30 detik

5. Buang cairan dan hindari makan selama 30 menit setelah ber-gargle.

Cairan yang bisa digunakan untuk melakukan gargle ini cukup beragam. Gargle bisa dilakukan dengan menggunakan natural agent seperti air putih, air garam ataupun teh hijau. Gargling dengan menggunakan bahan synthetic agents bisa dilakukan dengan bahan yang mengandung Polyvinilpyrrolidone-iodine(PVP-1).

“Untuk perlindungan ekstra antiseptik Povidone Iodine (PVP-1) dapat menjadi salah satu pilihan cairan gargle, karena terbukti memiliki spektrum luas, termasuk untuk membunuh kuman penyebab penyakit di rongga mulut dan tenggorok,” jelas Arie.

Cairan antiseptik Povidone Iodine (PVP-1) juga diketahui memiliki aktivitas antiinfeksi terhadap bakteri, jamur, virus, termasuk Coronavirus. "Efektivitas PVP-1 dalam melawan Covid-19 telah banyak dibuktikan melalui berbagai studi," ujarnya.

Selain ber-gargle menggunakan PVP-1 dapat digunakan untuk mengatasi gusi bengkak, sakit tenggorok, sariawan, bau mulut dan napas tidak segar. Kamu tidak perlu khawatir akan efek samping karena ber-gargle menggunakan PVP-1 tidak menyebabkan iritasi atau kerusakan mukosa mulut.

Masyarakat dianjurkan untuk ber-gargle setidaknya dua kali sehari selama 30 detik sesuai kebutuhan seperti saat keluar rumah dan setelah bertemu orang lain. Silahkan mencoba ya! (dgs)

Baca Juga:

Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Virus Corona

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan