Kali Code Ingin Meniru Kampung Warna-Warni di Malang

Luhung SaptoLuhung Sapto - Selasa, 17 Januari 2017
Kali Code Ingin Meniru Kampung Warna-Warni di Malang

Salah satu sudut jalan di kawasan Kali Code, Yogyakarta. (Foto MP/Fredy Wansyah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Tepian Kali Code itu kini berubah wujud. Dari perkampungan yang kumuh, kotor dan bau kini menjelma menjadi destinasi wisata.

Kawasan Kali Code kini dilengkapi pedestrian dengan penataan yang rapi. Bangku-bangku berjejer rapi untuk menikmati suasana di tepi kali.

Ketua Pedestrian Kali Code, Adi Al Fajar mengatakan, penataan kawasan Kali Code yang indah terinspirasi dari kampung warna-warni di Kota Malang

"Inspirasinya, kalau di Malang ada kampung warna-warni itu di pinggir kali. Kenapa kita gak bisa? Dari sana kita muncul ide, supaya tempat ini juga ramai dikunjungi wisatawan," katanya saat ditemui merahputih.com, di Kalicode, Kota Yogyakarta, baru-baru ini.

Menurut Adi, kampung warna-warni dulunya hanyalah kampung biasa. Tidak diperkirakan. Tempat itu pun termasuk kampung padat dan kumuh.

"Coba lihat sekarang, mereka banyak dikunjungi orang luar, wisatawan," paparnya.

Hal itu, menurut Adi, memang perlu penataan dan daya tarik yang bagus. Adi pun berharap ke depannya pedestrian Kali Code menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan meski hanya sekadar kampung di pinggiran sungai.

Penataan Kali Code tak bisa dipisahkan dari Yusuf Bilyarta Mangunwijaya atau Romo Mangun. Ia mengubah mentalitas warga bantaran kali agar tidak membuang sampah sembarangan. Romo Mangun juga merancang konsep hunian, desain rumah dan tata pemukiman yang lebih layak.

Seperti diketahui, salah satu sudut Kota Malang, teoatnya di bantaran Kali Brantas, sekarang berdiri kampung warna-warni. Kampung ini berada di Desa Jodipan, Kota Malang. Lokasinya berada tak jauh dari jembatan rel kereta api.

Tiap rumah di kampung tersebut dicat dengan beragam warna cerah. Warna-warni yang tampak dari kejauhan, membuat daerah ini terlihat unik dan menarik. Kini, kampung warna-warni menjadi terkenal sebagai destinasi wisata unik di Kota Malang. Kebanyakan wisatawan melakukan swa foto memanfaatkan latar warna warni dinding di kampung ini lalu mengunggahnya ke Instagram. (Fre)

#Kali Code #Yogyakarta #Wisata Yogyakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Gangguan terjadi setelah lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu mengalami masalah di jalur emplasemen Pasar Senen,
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Fun
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Berikut rekomendasi wisata religi di Yogyakarta untuk libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, mulai dari Gua Maria Sendangsono hingga Gereja Ganjuran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Maman menilai fenomena ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan buah hati mereka
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Secara aturan, kasus ini memenuhi syarat untuk restitusi karena korbannya bayi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
Sahroni mendesak Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) untuk mengambil langkah tegas berupa pemecatan
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
ShowBiz
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Record Store Day Yogyakarta 2026 digelar 25–26 April di XT Square. Hadirkan 71 lapak vinyl, kaset, dan CD serta program kreatif kolaboratif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Indonesia
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Selain ancaman laut, para ahli mengidentifikasi kompleksitas Sesar Opak yang memicu gempa darat 2006
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Indonesia
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Untuk relasi Gambir–Yogyakarta, tersedia KA tambahan kelas eksekutif dengan jadwal keberangkatan pukul 05.15 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 13.11 WIB, serta keberangkatan pukul 17.15 WIB dan tiba pukul 00.43 WIB.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 April 2026
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Indonesia
Ancaman Perubahan Cuaca Mendadak Intai DIY, BMKG Imbau Kurangi Aktivitas Siang Hari
Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diimbau untuk mewaspadai ancaman perubahan cuaca mendadak dalam beberapa hari ke depan.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
Ancaman Perubahan Cuaca Mendadak Intai DIY, BMKG Imbau Kurangi Aktivitas Siang Hari
Bagikan