KAI Dukung Kebijakan ASN DKI Naik Transportasi Umum dengan Penyediaan Layanan yang Aman, Nyaman, dan Terjangkau

Frengky AruanFrengky Aruan - Rabu, 30 April 2025
KAI Dukung Kebijakan ASN DKI Naik Transportasi Umum dengan Penyediaan Layanan yang Aman, Nyaman, dan Terjangkau

Commuter Line. (Foto: Instagram/@CommuterLine)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mendukung penuh langkah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam mendorong penggunaan transportasi massal untuk aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Kebijakan ini menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan mobilitas perkotaan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Gubernur DKI Jakarta telah menerbitkan Instruksi Gubernur No. 6 Tahun 2025 tentang Penggunaan Angkutan Umum Massal bagi Pegawai di Lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setiap hari Rabu. Instruksi ini mewajibkan seluruh ASN di berbagai level pemerintahan, mulai dari sekretariat daerah, dinas, hingga lurah, untuk menggunakan moda transportasi umum saat berangkat dan pulang dari tempat kerja.

Instruksi tersebut juga memperjelas jenis angkutan umum massal yang dapat digunakan, termasuk layanan dari KAI Group seperti LRT Jabodebek, Commuter Line Jabodetabek, dan Commuter Line Basoetta (Bandara Soekarno-Hatta).

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyatakan, KAI Group siap mendukung penuh kebijakan ini melalui penyediaan layanan transportasi umum yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat, termasuk para ASN.

"Kami juga mengoptimalkan berbagai fasilitas seperti CCTV analitic untuk keamanan, layanan ramah difabel, hingga area parkir sepeda di stasiun guna mendukung kemudahan akses pengguna," ujar Anne kepada wartawan, Rabu (30/4).

Baca juga:

Badan Kepegawaian Bakal Pantau Rekap ASN DKI Pakai Angkutan Umum, Pimpinan Wajib Verifikasi

Commuter Line Jabodetabek saat ini menjadi salah satu tulang punggung pergerakan masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Berdasarkan data KAI Group, dari 1 Januari hingga 24 April 2025, Commuter Line telah melayani sebanyak 103.352.809 pelanggan, dengan rata-rata volume harian mencapai 1 juta pelanggan.

"Dengan jaringan rel yang luas, frekuensi perjalanan tinggi, serta kemudahan koneksi antarmoda, Commuter Line siap menjadi pilihan utama bagi ASN dalam melaksanakan kebijakan ini," tambah Anne.

Selain Commuter Line, LRT Jabodebek juga mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam minat pengguna. Pada momen Hari Transportasi Nasional pada 24 April 2025 kemarin, LRT Jabodebek mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah operasionalnya, dengan 103.582 pengguna dalam satu hari.

Capaian ini menegaskan kepercayaan masyarakat terhadap angkutan umum berbasis rel yang dihadirkan KAI Group. LRT Jabodebek menawarkan layanan modern dengan keunggulan seperti ruang khusus difabel, ruang laktasi, kemudahan akses stasiun, serta sistem keamanan berbasis teknologi mutakhir.

Anne menambahkan bahwa penggunaan transportasi umum seperti Commuter Line dan LRT Jabodebek bukan hanya meningkatkan mobilitas perkotaan, tetapi juga secara signifikan berkontribusi dalam mengurangi kemacetan dan menekan emisi karbon di Jakarta.

"Kebijakan ini sejalan dengan upaya KAI dalam mendukung program keberlanjutan dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi berbahan bakar fosil," ungkap Anne.

Baca juga:

Mulai Besok ASN Wajib Naik Transportasi Umum, Lapor Lewat Swafoto

Meski instruksi mewajibkan ASN menggunakan transportasi umum, terdapat pengecualian yang diberikan untuk pegawai dengan kondisi tertentu seperti sakit, hamil, disabilitas, atau petugas lapangan yang memerlukan kendaraan operasional khusus. Dengan demikian, kebijakan ini tetap memperhatikan prinsip inklusivitas dan keadilan.

KAI Group juga memastikan bahwa layanan Commuter Line dan LRT Jabodebek terus dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Selain ruang laktasi dan area ramah difabel, KAI memperkuat keamanan melalui sistem CCTV analytics serta memperbanyak fasilitas parkir sepeda untuk mendorong integrasi moda transportasi ramah lingkungan.

Melalui sinergi antara operator transportasi publik dan kebijakan pemerintah daerah, diharapkan semakin banyak masyarakat, khususnya ASN, yang beralih ke penggunaan moda transportasi umum dalam aktivitas sehari-hari.

Instruksi ini juga merupakan bagian dari langkah konkret Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas udara, mengingat sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang utama polusi udara perkotaan.

KAI Group berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik, baik dari segi ketepatan waktu, keselamatan perjalanan, maupun kenyamanan dan kemudahan akses informasi.

"Kami percaya, dengan membiasakan penggunaan transportasi umum, kita bisa bersama-sama membangun Jakarta yang lebih hijau, lebih sehat, dan lebih nyaman untuk masa depan," tutup Anne. (Asp)

#ASN #Aparatur Sipil Negara #Pemprov DKI Jakarta #PT KAI #Berita #Indonesia #Merahputih
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Danantara Belum Pastikan Bakal Kucurkan Dana Buat Impor Kereta Bekas Dari Jepang
Terkait kebutuhan pendanaan rencana impor KRL bekas dari Jepang tersebut, Dony belum dapat memastikan terkait keterlibatan Danantara,
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Danantara Belum Pastikan Bakal Kucurkan Dana Buat Impor Kereta Bekas Dari Jepang
Indonesia
172 Perlintasan Ditutup, KAI masih Kejar Pengamanan 190 Titik Rawan
Perusahaan kini memusatkan perhatian pada 190 titik lainnya yang dinilai membutuhkan peningkatan fasilitas keselamatan.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
172 Perlintasan Ditutup, KAI masih Kejar Pengamanan 190 Titik Rawan
Indonesia
Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT, KAI Tutup 172 Perlintasan
KAI menerbitkan instruksi penutupan 172 titik perlintasan sebidang dan per 23 Juli 2026 seluruh target tersebut telah terealisasi.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT, KAI Tutup 172 Perlintasan
Indonesia
KA Argo Muria, KA Argo Sindoro dan KA Argo Merbabu Dilebur Jadi KA Muria
Perubahan tersebut merupakan penyederhanaan identitas layanan untuk menghadirkan nama yang lebih ringkas, konsisten, dan mudah dikenali pelanggan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
KA Argo Muria, KA Argo Sindoro dan KA Argo Merbabu  Dilebur Jadi KA Muria
Olahraga
Update Klasemen Asian Games 2026: Target 4 Medali Emas di Tangan, Indonesia Makin Dekat Geser Malaysia Tembus Top 10
Indonesia resmi mencapai target 4 emas Asian Games 2026 lewat Desak Made Rita, dan berpeluang menggeser Malaysia untuk masuk ke jajaran 10 besar klasemen.
Wisnu Cipto - Kamis, 01 Oktober 2026
Update Klasemen Asian Games 2026: Target 4 Medali Emas di Tangan, Indonesia Makin Dekat Geser Malaysia Tembus Top 10
Indonesia
JRF 2026 Digelar 24-25 Oktober, Peserta dengan Bib Resmi Bisa Naik Transportasi Publik Rp 0
Jakarta Running Festival 2026 digelar 24-25 Oktober. Peserta dengan bib resmi bisa menggunakan MRT, LRT, Transjakarta, dan Transjabodetabek dengan tarif Rp 0.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
JRF 2026 Digelar 24-25 Oktober, Peserta dengan Bib Resmi Bisa Naik Transportasi Publik Rp 0
Indonesia
DKI Rencanakan Obligasi Rp 5,6 Triliun, Pramono: Tunggu Izin Pemerintah Pusat
Pemprov DKI Jakarta berencana menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027-2028. Pramono menyebut penerbitan masih menunggu persetujuan pusat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
DKI Rencanakan Obligasi Rp 5,6 Triliun, Pramono: Tunggu Izin Pemerintah Pusat
Indonesia
Penataan Lapangan Banteng Capai 63 Persen, Ditargetkan Selesai November 2026
Lapangan Banteng akan semakin nyaman dikunjungi. Proses penataan kini sudah mencapai 63 persen, kemudian rampung November 2026.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Penataan Lapangan Banteng Capai 63 Persen, Ditargetkan Selesai November 2026
Indonesia
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
DPRD DKI Jakarta meminta pengelolaan data desil dikembalikan kepada Pemprov DKI setelah perubahan pemeringkatan berdampak pada bansos dan KJP.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
Indonesia
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan disesuaikan mulai 1 Januari 2027. DPRD DKI masih mengkaji besaran tarif baru.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Bagikan