Kadar Testosteron Rendah, Awas Mr.P Bisa Mengecil

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 29 April 2024
Kadar Testosteron Rendah, Awas Mr.P Bisa Mengecil

Mr.P bisa mengecil apabila kekurangan kadar testosteron. (Foto: Unsplash/Deon Black)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Hormon Testosteron sangat dibutuhkan tubuh untuk membangun otot dan meningkatkan gairah seks. Hormon ini juga bermanfaat untuk menjaga massa tulang, memproduksi sel darah merah, dan fungsi tubuh lainnya.

Namun, apabila kekurang hormon testosteron, kamu bisa mengalami beberapa gejala yang memengaruhi kualitas seksual. Seperti dilansir Men's Health, kekurangan hormon testosteron boleh jadi membuat ukuran Mr.P mengecil.

Hormon testosteron dapat berkurang seiring bertambahnya usia. Meski begitu, tak sedikit pria yang baru menginjak usia 20-an hingga 30-an, mengalami kekurangan hormon testosteron.

“Defisiensi testosteron dianggap sebagai suatu kondisi medis dan berbeda dengan penurunan kadar testosteron yang berkaitan dengan usia,” kata Darshan Patel, MD , asisten profesor urologi di Pusat Kesehatan Pria Universitas California San Diego .

Baca juga:

Makan Berlebihan Ganggu Kualitas Seks

Tanpa aliran testosteron yang stabil, jaringan di Mr.P, skrotum, dan testis, bisa mengalami atrofi, atau mengerut.

"Akibatnya, Mr.P Anda mungkin kehilangan panjang dan ketebalannya. Anda mungkin memperhatikan 'bola' Anda juga menyusut .Seringkali ukurannya menyusut hingga setengahnya dan berubah menjadi licin, bukannya keras," kata S. Adam Ramin, MD, ahli bedah urologi dan direktur medis Spesialis Kanker Urologi di Los Angeles.

Menambah hormon testosteron bisa kamu lakukan secara alami melalui berbagai macam asupan. Makanan seperti alpukat, telur, jahe, kerang, pisang, dan delima dipercaya memiliki kandungan yang dapat menambah kadar hormon testosteron.

Selain itu, jangan lupa untuk rutin berolahraga dan menjaga berat badan tetap ideal agar kadar testosteron kamu terus terjaga. (ikh)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan