Kabut Tebal Hambat Proses Pencarian Pesawat Twin Otter yang Hilang di Papua

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 20 September 2019
Kabut Tebal Hambat Proses Pencarian Pesawat Twin Otter yang Hilang di Papua

Tim SAR gabungan melakukan pencarian pesawat hilang kontak di pedalaman Papua, Jumat (20/9/2019) (ANTARA/Evarianus Supar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kabut tebal menghambat proses pencarian pesawat Twin Otter DHC6 seri 400 dengan nomor registrasi PK-CDC milik PT Carpediem yang hilang kontak dalam penerbangan Timika menuju Ilaga sejak Rabu (18/9).

Hari ini telah dilaksanakan empat kali penerbangan Tim SAR gabungan dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju lokasi yang diduga sebagai lokasi kecelakaan pesawat Twin Otter PK-DHC.

Baca Juga:

TNI AU Kerahkan CN-235 Cari Pesawat Twin Otter yang Hilang di Papua

"Hari ini kami sudah melaksanakan pencarian dengan empat sorti. Kami terkendala cuaca berkabut sehingga tidak efisian dan tidak maksimal untuk melakukan pencarian. Kami semua masih menunggu kalau ada perubahan cuaca maka tim segera diberangkatkan," jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika, Monce Brury (20/9).

Monce mengatakan semua pihak mendukung kegiatan operasi SAR dalam rangka mencari dan menemukan pesawat Twin Otter PK-DHC yang hingga kini belum diketahui pasti keberadannya.

Selain dari pihak TNI, Polri, Basarnas dan pihak maskapai dalam hal ini PT Carpediem Air, PT Airfast Indonesia juga direncanakan akan mengerahkan armada helikopternya untuk membantu pencarian pesawat hilang kontak tersebut.

"Fokus kami saat ini yaitu mencari di titik awal terjadi lost contact," ungkap Monce.

Kondisi cuaca berkabut menghalangi pencarian pesawat hilang kontak di pedalaman Papua, Jumat (20/9/2019) (ANTARA/HO/Kantor SAR Timika)

Komandan Kodim 1710 Mimika Letkol Inf Pio L Nainggolan mengerahkan personel maupun material termasuk pelibatan alutsista helikopter penerbangan TNI AD untuk membantu operasi SAR pencarian pesawat yang hilang kontak di pedalaman Papua itu.

"Jika memang dibutuhkan oleh SAR kita siap mendukung, namun sampai saat ini kita masih fokus di tahap pencarian belum ke tahap rescue atau evakuasinya," kata Letkol Nainggolan.

Dandim mengatakan wilayah Distrik Hoeya yang diduga menjadi lokasi insiden pesawat Twin Otter PK-CDC itu hingga kini belum memiliki perangkat Koramil dan Polsek yang bisa menginformasikan adanya temuan pesawat tersebut.

Baca Juga:

Tim SAR Gabungan Cari Pesawat Twin Otter yang Hilang Saat Menuju Ilaga

Adapun pelibatan pasukan darat, demikian Dandim Mimika, bisa saja dilakukan jika sudah mengetahui posisi keberadaan pesawat Twin Otter PK-CDC.

"Untuk pelibatan pasukan darat itu berdasarkan analisa pencarian hari ini. Itu kita pertimbangkan kalau hasil pencarian menemukan titik terang. Yang jelas kita berharap untuk tahap pencarian hari ini bisa menemukan hasil, mudah-mudahan bisa mendapatkan titik terang," harap Letkol Nainggolan. (*)

#Pesawat Jatuh #Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan