KA BIAS Stasiun Palur Jadi Primadona Mobilitas Masyarakat Solo Raya, Tembus 2.822 Penumpang
KA BIAS berhenti di Stasiun Solo Balapan. (Foto: Merahputih.com/Ismail)
MERAHPUTIH.COM - DAOP 6 Yogyakarta mencatat 2.822 penumpang KA Bandara Adi Soemarmo (BIAS) naik dan turun di Stasiun Palur. Data tersebut tercatat mulai 17 Agustus sampai 17 September.
Manajer Humas Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan satu bulan sejak hadir melayani masyarakat, KA BIAS di Stasiun Palur mencatat okupansi signifikan. Jumlah penumpang tembus 2.822 penumpang.
“Sejak 17 Agustus lalu, kami menambah rute pemberhentian KA BIAS ke Stasiun Palur. Itu ternyata menambah okupansi sebanyak 2.822 penumpang per 17 September,” kata Feni, Kamis (18/9).
Dia menjelaskan angka tersebut terdiri dari 1.003 penumpang yang naik dan sebanyak 1.819 penumpang turun di Stasiun Palur menggunakan KA BIAS. “Dengan total tersebut, rata-rata harian pengguna KA BIAS di Stasiun Palur mencapai 91 penumpang per hari. Kami optimistis KA BIAS di Stasiun Palur akan menunjukkan tren pertumbuhan yang berpotensi meningkat di masa depan,” katanya.
Baca juga:
Berlaku 17 Agustus, KA BIAS Berhenti di Stasiun Palur dan Stasiun Caruban
Dia menyebut, berdasarkan data perjalanan, sejumlah relasi tercatat sebagai tujuan utama penumpang dari Stasiun Palur, di antaranya Madiun dengan 191 penumpang naik dan 634 penumpang turun, Magetan dengan 223 penumpang naik dan 203 penumpang turun, Sragen dengan 229 penumpang naik dan 487 penumpang turun.
Ada juga Ngawi dengan 52 penumpang naik dan 217 penumpang turun. Data ini menunjukkan, selain untuk akses langsung menuju Bandara Adi Soemarmo, KA BIAS juga berperan penting dalam memperlancar mobilitas antarwilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian barat.
“Relasi-relasi tersebut kini menjadi simpul perjalanan baru yang terintegrasi dengan layanan bandara. Respons positif masyarakat terhadap KA BIAS tidak lepas dari kemudahan akses menuju Bandara Adi Soemarmo tanpa harus berganti moda transportasi, waktu tempuh yang lebih pasti dan efisien,” paparnya.
Ia menambahkan, dengan berbagai keunggulan tersebut, keberadaan KA BIAS di Stasiun Palur semakin dipandang sebagai moda transportasi masa depan yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus pariwisata di wilayah Solo Raya.
“Kami sangat bersyukur dan apresiasi atas antusiasme masyarakat terhadap kehadiran KA BIAS di Stasiun Palur. Selama satu bulan beroperasi, layanan ini sudah dimanfaatkan lebih dari 2.800 penumpang. Ini membuktikan bahwa masyarakat semakin percaya pada transportasi publik yang terintegrasi, aman, dan nyaman," pungkasnya.(Ismail/Jawa Tengah)
?
Baca juga:
22.501 Penumpang Naik KA BIAS dari Stasiun Daop 6 selama Lebaran 2025
Bagikan
Berita Terkait
Banjir Surut, Perjalanan KRL Tanjung Priok-Kampung Bandan kembali Normal dengan Kecepatan Terbatas
Pemulihan Jalur KA Tergenang Banjir Mulai Dilakukan, Kecepatan Kereta Hanya 20 Kilometer Per Jam
Puluhan Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Imbas Banjir di Pekalongan, KAI Rugi Miliaran Rupiah
Keluarkan SK Buat Tedjowulan, Kubu PB XIV Purbaya Ancam Gugat Menteri Fadli Zon di PTUN
GKR Timoer Ngamuk, Menteri Budaya Fadli Zon Tunjuk Tedjowulan Pelaksana Keraton
Pagi Ini 11 KA Dari Jakarta Batal Berangkat Akibat Banjir di Pekalongan
82 Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Dibatalkan karena Banjir, KAI: Demi Keselamatan Penumpang
Banjir, Perjalanan KA Banyubiru Ekspres Solobalapan Dibatalkan
Banjir Surut, Rute Rel Pekalongan-Sragi Bisa Dilalui, Perjalanan Kereta Pantura tak lagu Memutar ke Selatan
Banjir di Semarang Bikin 38 Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Dibatalkan, Begini Cara Pengembalian Bea Tiket 100 Persen