Juru Kunci: Petilasan Selo Gilang Itu Wisata Spiritual

Ana AmaliaAna Amalia - Kamis, 09 Maret 2017
Juru Kunci: Petilasan Selo Gilang Itu Wisata Spiritual

Foto: MerahPutih/Fredywansyah

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Bayudi, Juru kunci Petilasan Gilanglipuro atau dikenal juga dengan petilasan Selo Gilang, menegaskan bahwa tempat bersejarah yang ia jaga bukanlah tempat wisata religi. Menurutnya, petilasan ini merupakan tempat wisata spiritual.

"Bukan wisata religi, tapi wisata spriritual. Jadi, wisatawan ke sini bukan kayak wisata ke makam, seperti disebut-sebut religi, tapi spiritual," katanya kepada merahputih.com, beberapa waktu lalu, di Pandak, Bantul, DI Yogyakarta.

Bayudi menjelaskan, ada perbedaan dalam dua jenis wisata ini. "Bedanya di doanya. Kalau wisata religi, biasanya orang mendoakan siapa yang dia tujukan. Kalau wisata spritual, orang berdoa memohon wahyu, bisa untuk jabatan, jodoh, dan lainnya. Wahyu di sini bukan wahyunya nabi, tapi ya kayak wahyu yang diterima panembahan kan," paparnya.

Wisatawan spiritual, kata Bayudi hampir setiap hari ada di Petilasan Gilanglipuro. Tiap-tiap wisatawan memiliki tujuan doa mohon wahyu yang berbeda-beda.

Bayudi mengaku, setiap harinya ia melayani tamu-tamu. Pasalnya, di antara wisatawan tersebut, ada tamu dari kerajaan atau orang penting.

Bayudi tidak bisa memastikan jumlah wisatwan setiap minggunya. "Yang jelas, hampir tiap hari ada. Sampe kadang saya kurang tidur," katanya.

Petilasan Selo Gilang merupakan tempat reflektif Panembahan Senopati dalam mendirikan kerajaan Mataram Islam. Lokasinya berada di wilayah Gilangharjo, Pandak, Bantul, DI Yogyakarta. Posisinya sekitar 300 meter selatan dari Kantor Kelurahan Gilangharjo atau 350 meter dari Jalan Raya Samas.

Petilasan ini berwujud batu berbentuk balok persegi panjang, lebar sekitar 1 meter dan panjang 2 meter, tebal atau tingginya sekitar 50 cm.

Hingga kini, tempat bersejarah ini berada di bawah pengawasan keraton Ngayogyakarta.Penjagaannya diserahkan kepada abdi dalem keraton. Tidak ada pungutan biaya masuk di sini. Hanya saja, bagi yang bersedia, disediakan kotak sumbangan wisatawan.

Artikel ini ditulis berdasarkan liputan Fredy Wansyah, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

#Wisata Sejarah #Yogyakarta #Makam Raja-Raja Mataram
Bagikan
Ditulis Oleh

Ana Amalia

Happy life happy me

Berita Terkait

Indonesia
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Gangguan terjadi setelah lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu mengalami masalah di jalur emplasemen Pasar Senen,
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Fun
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Berikut rekomendasi wisata religi di Yogyakarta untuk libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, mulai dari Gua Maria Sendangsono hingga Gereja Ganjuran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Maman menilai fenomena ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan buah hati mereka
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Secara aturan, kasus ini memenuhi syarat untuk restitusi karena korbannya bayi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
Sahroni mendesak Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) untuk mengambil langkah tegas berupa pemecatan
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
ShowBiz
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Record Store Day Yogyakarta 2026 digelar 25–26 April di XT Square. Hadirkan 71 lapak vinyl, kaset, dan CD serta program kreatif kolaboratif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Indonesia
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Selain ancaman laut, para ahli mengidentifikasi kompleksitas Sesar Opak yang memicu gempa darat 2006
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Indonesia
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Untuk relasi Gambir–Yogyakarta, tersedia KA tambahan kelas eksekutif dengan jadwal keberangkatan pukul 05.15 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 13.11 WIB, serta keberangkatan pukul 17.15 WIB dan tiba pukul 00.43 WIB.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 April 2026
PT KAI Siapkan Perjalanan Pagi dan Sore Dari Jakarta ke Yogyakarta
Indonesia
Ancaman Perubahan Cuaca Mendadak Intai DIY, BMKG Imbau Kurangi Aktivitas Siang Hari
Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diimbau untuk mewaspadai ancaman perubahan cuaca mendadak dalam beberapa hari ke depan.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
Ancaman Perubahan Cuaca Mendadak Intai DIY, BMKG Imbau Kurangi Aktivitas Siang Hari
Bagikan