Jokowi: Perubahan Iklim Bahayakan Pesisir dan Pulau Kecil

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 Maret 2022
Jokowi: Perubahan Iklim Bahayakan Pesisir dan Pulau Kecil

Tanam Mangrove. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo berbicara dalam acara Puncak Peringatan Hari Meteorologi Dunia (HMD) 2022 yang disiarkan oleh YouTube Info BMKG. Dunia, kata presiden, tengah dihadapi oleh nyatanya fenomena perubahan iklim.

Menurut Jokowi, Indonesia tidak diuntungkan dari dampak perubahan iklim tersebut. Adanya fenomena perubahan iklim mengakibatkan terjadinya peningkatan suhu udara, suhu muka air laut yang menghangat, dan terjadinya laju kenaikan muka air laut yang membahayakan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Selain itu, cuaca serta iklim ekstrem juga bakal makin sering terjadi.

Baca Juga:

Puan Ajak Parlemen Liga Arab Berpartisipasi dalam Penanggulangan Perubahan Iklim

"Sebagai negara agraris dan kepulauan, Indonesia makin tidak diuntungkan dari dampak perubahan iklim ini," kata Jokowi, Rabu (30/3).

Jokowi menuturkan bahwa frekuensi, intensitas dan durasi bencana geohidrometeorologi akan makin meningkat. Kemudian daya adaptabilitas tanaman dan produktivitas tanaman semakin menurun dan bakal mengancam ketahanan pangan di Tanah Air.

Menyikapi situasi tersebut, Jokowi lantas menyampaikan beberapa penekanan. Pertama, meminta adanya perhatian serius terhadap informasi cuaca dan perubahan iklim yang diberikan BMKG dan instansi terkait.

Lalu, meminta formulasikan kebijakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dengan cepat serta menyiapkan penanganan yang lebih baik untuk mengurangi dampak negatif perubahan iklim dan meminta adanya pengembangan sistem peringatan dini nan handal.

Khususnya dengan menyediakan data dan informasi meteorologi, klimatologi dan geofisika secara cepat dan akurat yang sangat dibutuhkan untuk menyusun mitigasi yang handal dan terukur.

"Manfaatkan AI, big data, teknologi high performance computing dan lakukan dengan inovasi, teknologi rekayasa sosial dan cara-cara kreatif. Untuk membangun kesadaran, ketangguhan, partisipasi masyarakat," sambung ayah Walikota Solo Gibran Rakabuming ini.

Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara)
Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara)

Mantan Gubernur DKI dan Walikota Solo ini menekankan, untuk melakukan sistem edukasi kebencanaan yang berkelanjutan. Jajarannya harus melakukan edukasi, literasi dan advokasi berkelanjutan.

Kapasitas dan ketangguhan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim harus terus ditingkatkan agar masyarakat mampu merespons dengan cepat potensi risiko bencana.

"Petani dan nelayan sebagai kelompok rentan dalam dampak perubahan iklim harus kita berikan pemahaman, kita tingkatkan pengetahuannya agar memiliki kemampuan adaptasi pada perubahan iklim," tegasnya.

Ia meminta agar diperkuat kolaborasi dengan pihak-pihak terkait, serta menghimpun ketangguhan dengan berbagai pihak.

"Kolaborasi lintas K/ L, kolaborasi dengan swasta dan sosial dan berbagai elemen bangsa dalam adaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim," tegas Jokowi. (Knu)

Baca Juga:

DPD Harapkan Komitmen Global Atasi Perubahan Iklim

#Perubahan Iklim #Bencana Alam #Bencana Nasional #Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Padahal, mantan Wali Kota Solo ini telah resmi login PSI pada 14 Oktober 2025.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Indonesia
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Masuknya Jokowi ke PSI tidak semata-mata perlu dilihat dari sisi administratif sebagai bergabungnya seorang mantan presiden ke sebuah partai politik.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Jokowi mengatakan bergabungnya ke PSI sudah dari 14 Oktober 2025. Ia membuka hal tersebut lantaran masih banyak pihak yang mempertanyakan posisinya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Indonesia
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Penasaran soal arah politik mantan presiden kita? Jokowi akhirnya pamer KTA dan ngasih bukti resmi gabung PSI. Simak cerita lengkap soal nomor uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Indonesia
7 Teman Sekolah Jokowi Bakal Jadi Saksi Sidang Kasus Ijazah Palsu, Tinggal Tunggu Panggilan
Tujuh teman sekolah Jokowi di SMAN 6 Solo akan menjadi saksi sidang kasus ijazah palsu. Mereka tinggal menunggu panggilan.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
7 Teman Sekolah Jokowi Bakal Jadi Saksi Sidang Kasus Ijazah Palsu, Tinggal Tunggu Panggilan
Indonesia
Pramono Soroti Kemacetan, Polusi, dan Sampah sebagai Tantangan Iklim Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan aksi iklim harus berangkat dari persoalan sehari-hari dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Pramono Soroti Kemacetan, Polusi, dan Sampah sebagai Tantangan Iklim Jakarta
Indonesia
Ijazah Gibran Digugat ke MK oleh Denny Indrayana, Jokowi: Masak Disuruh Paket C Lagi
Wapres Gibran sudah menempuh pendidikan SD 16 Surakarta, SMPN 1 Surakarta, SMA di Orchid Park Secondary School di Singapura, dan kemudian di O-Level.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Ijazah Gibran Digugat ke MK oleh Denny Indrayana, Jokowi: Masak Disuruh Paket C Lagi
Indonesia
Politisi AS dan Uni Eropa Siapkan Teknologi Rekayasa Iklim
Para aktivis lingkungan menentang keras penggunaan teknologi tersebut karena berisiko merusak lapisan ozon pelindung bumi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Politisi AS dan Uni Eropa Siapkan Teknologi Rekayasa Iklim
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Bagikan