Johan Budi Nyatakan Surat Beralamatkan Email Jokowi Hoax
Kepala surat palsu mengatasnamakan Presiden Jokowi. (Ist)
Juru Bicara Presiden Johan Budi SP memastikan kopi surat dengan menggunakan alamat atau akun email dengan nama [email protected] hoax. Kopi surat tersebut tersebar di berbagai media sosial maupun yang dikirimkan ke sejumlah instansi atau BUMN.
"Surat tersebut seolah-olah berasal dan ditandatangani Presiden Jokowi, karena itu perlu disampaikan beberapa hal agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat, sekaligus untuk meluruskan informasi yang beredar," kata Johan Budi dalam keterangan tertulis yang diterima merahputih.com, Selasa (11/7).
Surat yang dinyatakan hoax itu ditulis dalam bahasa Inggris. Surat berisi ajakan dukungan pada Pilpres 2019 beredar luas di media sosial serta berbagai instansi dan BUMN.
Dengan alamat serta tanda tangan Presiden Jokowi, seolah-olah surat itu berasal atau atas persetujuan Jokowi dalam menggalang dukungan pada Pilpres mendatang.
Dalam pernyataannya, Johan Budi menyampaikan empat poin terkait surat tersebut, yaitu;
1. Presiden maupun pihak Istana TIDAK PERNAH mengeluarkan surat atau yang sejenis seperti itu. Surat tersebut dipastikan adalah hoax
2. Presiden tidak memiliki akun email baik resmi maupun pribadi dengan nama [email protected]
3. Istana akan mengambil langkah langkah hukum yang diperlukan terhadap pemilik akun email maupun pembuat surat tersebut
4. Presiden mengimbau kepada semua pihak/masyarakat untuk tidak mudah mempercayai surat atau sejenisnya yang mengatasnamakan presiden maupun Istana Presiden.
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Perppu Pembubaran Ormas Radikal Sudah Diteken Presiden Jokowi
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
[HOAKS atau FAKTA]: Hakim PN Surakarta Pastikan Ijazah Jokowi Palsu
[HOAKS atau FAKTA]: Dedi Mulyadi Disambut Ribuan Orang saat Tiba di Lokasi Bencana Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Penularan Virus Super Flu Dinilai Lebih Cepat dan Berbahaya dari COVID-19
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Asyik Berjoget di Tengah Duka Korban Bencana Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Australia Bagi-bagi Uang untuk Modal Usaha, Dititip Lewat Kementerian Agama
[HOAKS atau FAKTA]: Megawati Kepincut Menkeu Purbaya, Tawari Masuk PDIP dan Dijadikan Ketua Partai
[HOAKS atau FAKTA]: Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Kunjungan Dedi Mulyadi ke Sumatra Hanya Cuma Pencitraan
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Perintahkan Semua Kantor Desa Diaudit, Menkeu Purbaya Didemo Para Kades
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Pecat Bahlil karena Ketahuan Bohong Listrik di Aceh Sudah Menyala