Joging Sore, Lebih Bertenaga dan Penuh Manfaat

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 21 Juni 2024
Joging Sore, Lebih Bertenaga dan Penuh Manfaat

Joging memberikan banyak manfaat kesehatan. (Foto: Unsplash/Tikkho Maciel)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Joging bisa dilakukan di pagi atau sore hari. Namun, ada manfaat kesehatan tak terduga nan bisa kamu dapatkan apabila melakukan kegiatan ini di sore hari.

Seperti dilansir Alodokter, sebuah penelitian memaparkan bahwa performa tubuh mengalami peningkatan pada sore hari, yakni dimulai pukul 14.00 hingga 18.00. Pada periode tersebut fungsi otot sedang optimal, sehingga dapat meminimalisir risiko mengalami cidera atau kram otot.

Kamu juga dapat lebih berenergi apabila joging di sore hari karena tubuh akan menyerap lebih banyak oksigen. Dengan begitu, kualitas joging akan semakin baik karena tubuh amat bertenaga.

Kemudian, joging di sore hari dapat meningkatkan kualitas tidur. Tubuh yang lelah karena digunakan beraktivitas di sore hari akan mudah terlelap di malam harinya. Maka dari itu, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa seseorang nan mengalami gangguan tidur dapat mengatasinya dengan rutin joging di sore hari.

Baca juga:

Joging dan Jalan Cepat, Olahraga Mudah yang Menyehatkan

Joging di sore hari juga mampu untuk meredakan stres. Efek relaksasi dapat kamu raih setelah melakukan joging di sore hari, sehingga mood kamu pun akan meningkat secara signifikan. Tubuh saat joging akan melepaskan hormon endorfin, nan memiliki kaitan untuk meredakan stres, menambah perasaan bahagia, hinggga membuat kamu jadi lebih santai dan tenang.

Selain itu, joging di sore hari juga dapat mencegah penyakit jantung. Bahkan, joging mulai pukul 18.00 ke atas terbukti dapat memperkecil kemungkinan terkena penyakit jantung. (ikh)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan