Joging Sore, Lebih Bertenaga dan Penuh Manfaat
Joging memberikan banyak manfaat kesehatan. (Foto: Unsplash/Tikkho Maciel)
MerahPutih.com - Joging bisa dilakukan di pagi atau sore hari. Namun, ada manfaat kesehatan tak terduga nan bisa kamu dapatkan apabila melakukan kegiatan ini di sore hari.
Seperti dilansir Alodokter, sebuah penelitian memaparkan bahwa performa tubuh mengalami peningkatan pada sore hari, yakni dimulai pukul 14.00 hingga 18.00. Pada periode tersebut fungsi otot sedang optimal, sehingga dapat meminimalisir risiko mengalami cidera atau kram otot.
Kamu juga dapat lebih berenergi apabila joging di sore hari karena tubuh akan menyerap lebih banyak oksigen. Dengan begitu, kualitas joging akan semakin baik karena tubuh amat bertenaga.
Kemudian, joging di sore hari dapat meningkatkan kualitas tidur. Tubuh yang lelah karena digunakan beraktivitas di sore hari akan mudah terlelap di malam harinya. Maka dari itu, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa seseorang nan mengalami gangguan tidur dapat mengatasinya dengan rutin joging di sore hari.
Baca juga:
Joging di sore hari juga mampu untuk meredakan stres. Efek relaksasi dapat kamu raih setelah melakukan joging di sore hari, sehingga mood kamu pun akan meningkat secara signifikan. Tubuh saat joging akan melepaskan hormon endorfin, nan memiliki kaitan untuk meredakan stres, menambah perasaan bahagia, hinggga membuat kamu jadi lebih santai dan tenang.
Selain itu, joging di sore hari juga dapat mencegah penyakit jantung. Bahkan, joging mulai pukul 18.00 ke atas terbukti dapat memperkecil kemungkinan terkena penyakit jantung. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya