Jembatan, Area Ngabuburit Khas Negeri Aing
Jembatan mendadak jadi destinasi wisata warga lokal sambil nunggu waktu berbuka. (Foto: Instagram@ahmadmadhia)
ENTAH mengapa jembatan seolah menjadi magnet besar di masyaraakat. Ada saja yang berdiri di pinggirnya sambil merenung. Yang dilihat ya beragam, air, batu, kendaraan lewat atau orang lalu lalang.
Pun saat bulan puasa tiba, sore hari jelang berbuka puasa, jembatan menjadi daya tarik. Entah itu jembatan layang, jembatan penyebrangan orang atau jembatan yang melintas sungai di bawahnya.
Baca Juga:
Meskipun aparat berwenang kerap memperingatkan bahaya yang ada, namun tetap saja jembatan menjadi area favorit ngabuburit. Apalagi saat ini ada semakin betah nongkrong karena penjual dengan gerobak dorongnya mangka di atas jembatan.
Jembatan memang kemudian menjadi destinasi wisata lokal bagi masyarakat setempat atau yang memang niat ke jembatan itu. Bahkan yang melintas menyempatkan diri untuk berhenti sejenak untuk sekedar menghilangkan lelah setelah memacu sepeda motornya. Sekaligus menunggu waktu berbuka. Biasanya pelintas sudah mengetahui waktu yang tepat berkendara hingga mencapai jembatan tujuannya untuk berbuka puasa.
Tongkrongan ngabuburit di jembatan tidak mengenal usia, dari bocah hingga orang tua. Semua boleh marasakan kenikmatan nongkrong di jembatan. Tergantung lokasi jembatannya dengan berbagai pemandangannya. Seperti lalu lintas, pemandangan pepohonan di pesisir sungai, dan ketenangan ketika melihat air yang mengalir, membuat ngabuburit di jembatan menjadi lupa waktu.
Sehingga cocok untuk para pencari tempat tongkrongan ngabuburit yang murah dan membuat suasana hati menjadi tenang karena pemandangan sekitar jembatan layang. Semakin seru dengan berfoto-foto. Kalau datangnya bergerombol tentunya dengan teman-teman seganknya. Kalau sendirian, cuma bisa nyengir sambil selfie.
Baca Juga:
Tentunya backgroundnya harus pemandangan di bawah jembatan. Apalagi bila matahari sudah mulai turun ke peraduannya. Semburat warna merah dan jingga di langit menciptakan pemandangan yang mempesona. Ini yang kemudian menjadi obyek foto juga.
Kalau di Jakarta meskipun berisiko beberapa jembatan layang yang memiliki lalu lintas padat, menjadi tujuan sebagian anak-anak muda untuk nongkrong ngabuburit. Ambil contoh di jembatan layang Pasar Rebo yang penuh dengan motor terparkir di sisi sebelah kiri. Bisa jadi jembatan ini memang memiliki pemandangan sunset yang baik. Di arah barat masih terbuka lebar tidak ada gedung yang menghalangi. Pengendara roda empat atau roda dua yang biasa melewati jembatan ini seolah maklum dengan keberadaan penikmat ngabuburit di jembatan. Kecepatan kendaraan biasanya sudah diatur untuk melambat.
Jadi tempat tongkrongan di jembatan mana yang kamu sukai? Pemandangan alam? Atau pemadangan perkotaan? Tapi lebih baik jangan ngabuburit di jembatan penyeberangan orang, nanti dikira orang, pencopet. (rzk)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Ramadan Tinggal Hitungan Hari, Komisi B DPRD DKI Belum Rapat dengan BUMD Pangan
Baratan: Tradisi Unik Nisfu Sya'ban di Jepara Sebagai Simbol Keselamatan Menjelang Bulan Suci Ramadan
Nisfu Syaban 1447 Hijriah Jatuh 3 Februari 2026, Momentum Emas Raih Syafaat Nabi Muhammad
Kemenag akan Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 17 Februari 2026, Masjid IKN Jadi Lokasi Rukyatul Hilal
Insentif Lebaran Akan Digelontorkan Rp 16 Trlliun, Salah Satunya Buat Diskon Mudik
Ramadan di Depan Mata, PU Percepat Pemulihan Air Bersih Masjid di Sumatera
DPRD DKI Gelar Rapat Persiapan Stok Bahan Pokok Jelang Ramadan 2026
Bansos Rp 600 Ribu Daerah Bencana Sumatera Cair Februari, Pas Bulan Ramadan
Wakil Ketua Komisi IX DPR Usul 2 Skenario Pembagian MBG selama Ramadan
BHR Ojol Bakal Kembali Diberlakukan di Lebaran 2026