Meugang, Tradisi Masyarakat Aceh Menyambut Ramadan
Sie Reuboh. (Foto: instagram/forksticks)
TRADISI Meugang dianggap sebagai salah satu praktik dari nilai-nilai dalam agama Islam. Tradisi yang masih dilestarikan oleh masyarakat Aceh ini diyakini sebagai hal yang sangat penting dan tidak boleh ditinggalkan bagi masyarakat muslim.
'Meugang' atau yang disebut juga sebagai 'ma'meugang' adalah sebuah tradisi makan daging saat sebelum memulai puasa Ramadan, Idul FItri, dan Idul Adha. Perayaan ini pun menjadi tradisi "wajib" yang diselenggarakan oleh semua lapisan masyarakat di Aceh, baik di desa maupun di kota.
View this post on Instagram
Selain mengandung nilai keagamaan yang sangat kuat dan bermakna, tradisi meugang juga menjadi momen yang penting bagi keluarga, khususnya orangtua. Biasanya anak-anak dan sanak saudara yang merantau atau telah berkeluarga akan pulang dan berkumpul untuk merayakan meugang bersama-sama.
Baca juga:
Tradisi ini cukup simpel, yaitu melibatkan berbagai menu masakan daging yang dinikmati bersama-sama. Di beberapa tempat, masakan dagingnya pun berbeda-beda sesuai dengan khas daerah masing-masing. Kari atau sop daging menjadi masakan yang wajib hadir di beberapa daerah seperti Pidie, Bireun, dan Aceh Utara.
View this post on Instagram
Di Aceh Besar, menu masakan daging yang berkesan adalah daging asam keueung dan sie reuboh. Daging asam keueung adalah makanan olahan daging sapi dengan kuah kuning yang menawarkan rasa manis dan pedas. Sie reuboh adalah daging yang dimasak dengan cuka. Sebagai tambahan, menu sop daging atau rendang juga akan dihidangkan pada acara meugang.
Tidak hanya daging saja, ada beberapa makanan pencuci mulut yang khas pada tradisi meugang. Biasanya disediakan tape, leumang, dan timpan untuk disajikan sebelum makan, sesudah makan, atau sebagai camilan ketika bercengkerama dengan keluarga.
Leumang merupakan makanan terbuat dari ketan yang dimasukkan ke dalam bambu dan dipanggang dengan api besar. Sedangkan timpan adalah makanan khas Aceh yang terbuat dari tepung dan dibalut dengan daun pisang muda.
View this post on Instagram
Pada perayaan meugang, beberapa umat Muslim ada yang mengundang beberapa anak yatim ke rumah mereka untuk makan-makan bersama.
Di Indonesia, ada beberapa tradisi yang serupa dengan meugang. Di Jawa Timur dan Jawa Tengah, meugang serupa dengan tradisi megengan. Megengan merupakan upacara selametan sederhana yang menjadi penanda masuknya bulan puasa yang melambangkan kesucian. (shn)
Baca juga:
Megengan, Tradisi Khas Masyarakat Jawa Menyambut Bulan Suci Ramadan
Bagikan
annehs
Berita Terkait
Pemprov DKI Klaim Ketersedian Pangan Cukup Jelang Imlek dan Puasa
Ramadan Tinggal Hitungan Hari, Komisi B DPRD DKI Belum Rapat dengan BUMD Pangan
Baratan: Tradisi Unik Nisfu Sya'ban di Jepara Sebagai Simbol Keselamatan Menjelang Bulan Suci Ramadan
Nisfu Syaban 1447 Hijriah Jatuh 3 Februari 2026, Momentum Emas Raih Syafaat Nabi Muhammad
Kemenag akan Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 17 Februari 2026, Masjid IKN Jadi Lokasi Rukyatul Hilal
Insentif Lebaran Akan Digelontorkan Rp 16 Trlliun, Salah Satunya Buat Diskon Mudik
Ramadan di Depan Mata, PU Percepat Pemulihan Air Bersih Masjid di Sumatera
DPRD DKI Gelar Rapat Persiapan Stok Bahan Pokok Jelang Ramadan 2026
Bansos Rp 600 Ribu Daerah Bencana Sumatera Cair Februari, Pas Bulan Ramadan
Wakil Ketua Komisi IX DPR Usul 2 Skenario Pembagian MBG selama Ramadan