Jelang Ramadhan, Megawati Ziarah ke Makam Sukarno
Megawati Soekarnoputri menyapa ribuan kader PDIP di Soloraya (MP/Ismail)
MerahPutih.com - Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri melakukan ziarah ke makam ayahandanya, mantan Presiden Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Kota Blitar, Jawa Timur.
"Kami dari DPP PDIP mendampingi ibu untuk melaksanakan ziarah atau nyekar ke makam. Ini tradisi menjelang bulan suci Ramadhan dan tradisi kultural ini selalu dilaksanakan setiap tahun," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Ahmad Basyarah seperti dilansir Antara, Rabu (5/1).
Ia mengatakan dalam ziarah itu, Megawati serta seluruh peziarah yang ikut hadir mendoakan semoga almarhum Bung Karno, sapaan akrab mantan Presiden Soekarno mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Tuhan. Bangsa Indonesia yang ditinggalkan juga dapat melanjutkan cita-cita dan perjuangan.
Ia menambahkan, Indonesia juga baru saja melaksanakan agenda demokrasi bangsa yakni pemilu 2019 yang digelar pada 17 April 2019. PDIP juga bersyukur karena pemilu bisa berlangsung dengan dengan lancar, tertib serta damai.
"Kami berharap sampai pelantikan 20 Oktober, seluruh tahapan pemilu berjalan dengan baik, sehingga bangsa dapat berjalan normal, menjalani kehidupan bangsa bersama menuju cita-cita perjuangan proklamator untuk menyejahterakan bangsa Indonesia," kata dia.
Pihaknya menambahkan dari hasil hitung cepat saat pencoblosan 17 April 2019, suara Jokowi-Ma'ruf Amin antara 54 persen hingga 55 persen. Hitung cepat itu juga dilakukan oleh lembaga survei yang telah terdaftar di KPU RI untuk melakukan hitung cepat.
Kendati bukan hasil riil dari penghitungan suara di KPU maupun KPU RI, Ahmad mengatakan hasil dari hitung cepat tersebut dapat dijadikan rujukan bagaimana sebenarnya perolehan hasil pemilu 2019, baik legislatif maupun calon presiden.
"Seperti yang kami prediksi jauh hari bahwa mekanisme hitung cepat yang dilaksanakan pada hari-H pencoblosan pemilu 17 April 2019, adalah salah satu metode yang diakui UU Pemilu, yang mana hasil hitung cepat itu kendati bukan hasil riil dari penghitungan suara, tapi hitung cepat dapat dijadikan rujukan bagaimana sebenarnya perolehan hasil pemilu," kata dia.
Ia menambahkan dari hasil real count yang masih berjalan juga di angka sekitar 54 persen. Angka ini juga tidak jauh berbeda. Hal ini juga fakta yang membuktikan bahwa hitung cepat adalah teori yang selalu dipakai dalam setiap pemilu yang akurasinya mendekati.
"Sehingga kami bersyukur dengan hasil itu tapi tentu saja sikap hukum kami tetap hormati proses rekapitulasi manual yang dilakukan KPU sampai dengan nanti tanggal 22 Mei 2019," kata dia.
Terkait dengan komposisi di struktur pemerintahan Jokowi-Ma'ruf nantinya, Ahmad mengatakan hingga kini belum dibahas sebab masih menunggu hasil resmi dari KPU. PDIP juga menilai jika hal itu dilakukan masih terlalu dini.
Megawati datang dengan rombongan menggunakan jalur darat dari Malang. Begitu sampai ke makam, rombongan langsung masuk dan ziarah. Namun, media tidak diizinkan mendekat dan hanya bisa mengambil gambar dari luar pendopo lokasi makam mantan Presiden itu dimakamkan. Setelah selesai ziarah, rombongan istirahat makan siang dan kembali melanjutkan perjalanan. (*)
Baca Juga: Kisah Antara Soekarno dan Imam Bukhari
Bagikan
Berita Terkait
Wakil Ketua Komisi IX DPR Usul 2 Skenario Pembagian MBG selama Ramadan
BHR Ojol Bakal Kembali Diberlakukan di Lebaran 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Kebijakan Makan Bergizi Gratis Ditolak Digelar saat Bulan Puasa karena Bertentangan dengan Nilai Agama
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
Rakernas Ditutup, PDIP Sebut Ada 8 Tantangan Indonesia
PDIP Beri Penghargaan 6 Kader Pelopor di HUT ke-53, Ada Ribka Tjiptaning Hingga FX Rudy
Aksi Militer AS Culik Presiden Maduro di Mata Megawati: Wujud Penjajahan Modern