MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengklaim bahwa partai pendukung Anies-Sandi di Pilkada DKI 2017 lalu Gerindra dan PKS masih setia mendukung pemerintahannya hingga massa jabatan 2022 mendatang.
Menurut Anies, media massa yang memframing seolah-olah partai Gerindra keluar dari koalisi pemerintahan DKI Jakarta.
Baca Juga:
Prabowo Jadi Menteri Jokowi, Fadli Zon Terkesan Lebih 'Jinak'
"Setahu saya gak ada perubahan apa pun, sikap Gerindra dan sikap partai-patrai pendukung tidak ada pergeseran. Yang pergeseran itu adalah framing-framing saja," kata Anies usai melakukan pertemuan dengan Menteri BUMN Erick Thohir di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (29/10).
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini pun menegaskan ia tak mau membicarakan mengenai partai koalisi lantaran saat ini bukan massa kampanye. Ia hanya fokus bekerja menjalankan roda pemerintahan Jakarta.
"Ini bukan sedang berkampanye, sama sekali tidak. Kita sedang menjalankan pemerintahan, menjalankan rencana. Jadi tidak ada politicking-nya di sini," paparnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif menyampaikan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyarankan kadernya untuk mengkritisi kebijakan pemerintah bila tak pro pada rakyat.
Baca Juga:
Kaum Ultra Kanan 'Tiarap', Jokowi Pinjam Tangan Prabowo Sodok Musuhnya
Syarif mengungkapkan, pesan itu disampaikan Prabowo tiga minggu lalu sebelum terpilih menjadi anggota kabinet pemerintahan Jokowi jilid II. Kini Prabowo telah menjadi Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju.
"Dua atau tiga minggu lalu itu pesan disampaikan beliau. Beliau berpesan agar kader-kader partai tidak boleh diam. Bantu rakyat kritis bersama rakyat," ucap Syarif di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (28/10).
Anggota DPRD DKI fraksi Gerindra ini juga mengatakan, pihaknya bisa saja berbeda pendapat dengan Gubernur Anies. Menurut dia, kritik yang disampaikan itu lebih memberi saran kepada Anies, bukan berarti menentang kebijakan-kebijakan Anies.
"Kami kan bisa saja berbeda pendapat dengan Pak Anies. Masa kami diam, bukan menentang ya. Catat, kritik itu pemberi saran. Menentang itu beda ya dengan kritik," jelasnya. (Asp)
Baca Juga:
Prabowo Masuk Kabinet, Kekuatan Politik Identitas Kehilangan Figur