Jatuh Menukik 6.000 Meter dalam 1 Menit Akhiri Rekor Penerbangan Aman Tiongkok
Pesawat-pesawat China Eastern Airlines. Foto: ANTARA/Reuters/Aly Song/as
MerahPutih.com - Catatan rekor penerbangan aman di Tiongkok berakhir di angka 4.227 hari. Rekor ini berakhir setelah kecelakaan jatuhnya pesawat penumpang domestik milik maskapai China Eastern Airlines jatuh di atas perbukitan Daerah Otonomi Guangxi pada Senin (21/3) sore.
Pesawat diduga jatuh menukik vertikal ribuan meter dalam 1 menit sebelum menghantam perbukitan di desa dekat kota Wuzhou, Guangxi, hingga memicu kebakaran hutan. Dalam video pemantau yang tersebar di media sosial, terlihat sebuah benda diyakini pesawat MU5735 jatuh vertikal dengan cepat ke area hutan di perbukitan.
Baca Juga:
Pesawat China Eastern Airlines Jatuh
Sebanyak 132 penumpang dan kru yang berada di dalam pesawat jenis Boeing 737-800 diyakini tewas, sebagaimana laporan media massa Tiongkok, dilansir Antara, Selasa (22/3).
Berdasarkan data Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC), pesawat itu lepas landas dari Kota Kunming pukul 13.11 waktu setempat. Namun, pesawat nomor penerbangan MU-5735 dari Kunming tujuan Guangzhou itu hilang dari pantauan radar, dua menit setelah ketinggian pesawat tiba-tiba turun dari level 8.869 meter.
Data FlightRadar24, memantau pada pukul 14.20 pesawat menukik tajam dari ketinggian 8,8 km atau 29.100 kaki menjadi 2,3 km atau 7.850 kaki hanya dalam waktu satu menit.
Jika terkonfirmasi, pesawat yang mengangkut total 132 orang itu jatuh 6.500 meter (6,5 km) hanya dalam 60 detik. Kemudian sekitar 2 menit 15 detik setelahnya pesawat ada di ketinggian 2,7 km atau 9.075 kaki.
Lalu pesawat itu berusaha naik sebentar sekitar 20 detik, tapi akhirnya jatuh saat berada pada ketinggian 0,98 km atau 3.225 kaki. Setelah pukul 14.22 waktu setempat tak ada lagi data penerbangan yang berkaitan dengan maskapai tersebut.
Baca Juga:
Presiden Xi Perintahkan Tanggap Darurat Jatuhnya Pesawat China Eastern
Sampai berita ini diturunkan, upaya pencarian korban di perbukitan terpencil Guangxi masih terus dilakukan. Adapun puing-puing bagian pesawat berhasil ditemukan di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan.
Kecelakaan pesawat China Eastern Airlines merupakan tragedi penerbangan terburuk di Tiongkok yang pertama kali sejak jatuhnya pesawat di Yichun, Provinsi Heilongjiang di wilayah timur laut China pada 2010, yang menewaskan 44 orang. (*)
Baca Juga:
Puing Pesawat China Eastern Airlines Ditemukan, Pers Yakin Semua Penumpang Tewas
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Tebing Bulusaraung, KNKT Siap Mulai Investigasi
DVI Ambil Sampel DNA Jenazah Laki-laki Pertama Korban Pesawat ATR 42-500
Tim SAR Kerahkan Helikopter Angkut Korban Pesawat ATR 42-500 dari Jurang Penggungan Lampeso
2 Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Dievakuasi
Keluarga Korban Asal Karanganyar Dibawa ke Makassar Buat Pantau Pencarian Pesawat ATR 42-500
Polda Jateng Ambil Sampel DNA dan Data Antemortem Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500
Keluarga Korban Pesawat Jatuh ATR 42-500 Serahkan Sampel DNA
Pesawat Tempur India Jatuh Saat Dubai Airshow, Pilot Tewas di Tempat
Penyebab Jatuhnya Pesawat Jenis GA8 Airvan di Karawang
Pesawat BRO Skydive Indonesia Jatuh dan 'Nyungsep' di Sawah Karawang, Lima Awak Dipastikan Selamat