Jangan Sampai Keliru, Mandi Ternyata Ada Urutannya

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Senin, 18 Desember 2023
Jangan Sampai Keliru, Mandi Ternyata Ada Urutannya

Setiap orang memiliki urutan mandi yang berbeda-beda. (Foto: Unsplash/Dan Smedley)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEGIATAN bersih-bersih badan yang kita lakukan setiap hari, mandi, ternyata punya urutan benar yang dianjurkan oleh pakar kesehatan. Urutan mandi ini sedikit banyak perlu kita ketahui, agar kulit bersih maksimal dan berbas dari masalah kesehatan.

Setiap orang memiliki urutan mandi yang berbeda-beda. Ada yang memulai dengan membersihkan badan dengan sabun lalu keramas. Ada juga yang memulai dari gosok gigi lalu disusul keramas dan sabunan. Tidak ada yang salah dengan setiap urutan tersebut, tetapi dengan melakukan urutan mandi yang benar, risiko terjadinya masalah kulit ternyata bisa menurun.

Mengutip laman Alodokter, berikut urutan mandi yang benar:

Baca juga:

Jarang Mandi Justru Bikin Awet Muda, Apa Iya?

Mandi Ternyata Ada Urutannya
Pastikan suhu air tidak terlalu panas. (Foto: Unsplash/David Becker)


1. Sesuaikan suhu air

Sebelum mulai mandi, pastikan sesuaikan suhu air terlebih dahulu. Kalau terbiasa dan nyaman mandi dengan air dingin, tidak masalah. Namun jika mandi dengan air hangat, pastikan air yang digunakan tidak perlu panas karena dapat menyebabkan kulit terbakar.

2. Keramaslah terlebih dahulu

Mungkin kebanyakan orang memulai mandi dari membersihkan badan dengan sabun lalu disusul dengan berkeramas. Seperti yang disinggung sebelumnya, urutan ini mungkin menjadi penyebab munculnya beruntusan dan jerawat di dahi serta punggungmu.

Oleh karena itu, cobalah memulai mandi dengan keramas terlebih dahulu dan gunakan sampo sesuai dengan jenis kulit kepala. Contohnya, bila kamu punya masalah ketombe, pilihlah sampo yang memang ditujukan untuk masalah ketombe, misalnya yang mengandung ketoconazole.

Baca juga:

Di Pagi Hari, Pilih Mana: Sarapan atau Mandi Dulu?

Mandi Ternyata Ada Urutannya
Proses sikat gigi bisa dilakukan setelah selesai sabunan. (Foto: Unsplash/Diana Polekhina)

3. Lanjutkan dengan kondisioner

Setelah rambut dan kulit kepala dibilas, gunakanlah kondisioner. Fungsinya agar rambut lebih halus, tampak berkilau, dan bebas kusut. Cara menggunakannya cukup di batang rambut saja, tidak perlu sampai ke akar rambut. Kemudian, bilas kondisioner sampai tidak meninggalkan residu.

4. Sabuni seluruh badan

Setelah keramas, kamu bisa melanjutkan urutan mandi dengan membersihkan tubuh dengan sabun mulai dari leher, punggung, tangan, selangkangan, hingga kaki. Jangan lupa menyeka area belakang kuping serta sela-sela jari tangan dan kaki menggunakan sabun.

5. Sikat gigi

Kamu dianjurkan untuk sikat gigi sebanyak dua kali dalam sehari pada pagi dan malam hari sebelum tidur. Kalau kamu mandi di waktu di pagi hari atau malam hari, proses sikat gigi bisa dilakukan setelah selesai membilas badan dari proses sabunan.

6. Cuci wajah

Sama halnya seperti menyikat gigi, kamu juga tidak perlu mencuci wajah setiap kali mandi. Mencuci wajah cukup dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari, setiap pagi dan malam sebelum tidur atau setelah berkeringat. Bila ingin mencuci wajah saat mandi, lakukan di urutan terakhir. (and)

Baca juga:

Manfaat Menaruh Tanaman di Kamar Mandi

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan