LIBURAN sudah tiba, saatnya melancong ke berbagai tempat. Bila berlibur tentunya butuh tempat sementara untuk beristirahat, barang dua atau tiga malam. Hotel merupakan pilihan yang umum.
Bila liburan sudah berakhir, tentunya bukan hanya foto yang dijadikan kenangan saja. Suvenir merupakan barang yang tak boleh dilupakan untuk dibeli. Toko-toko yang menjual suvenir pun siap melayani para wisatawan. Namun celakanya adapula yang bersentuhan dengan tindak kriminal. Mengambil barang-barang hotel.
Toiletries, seperti shampo, sabun, penutup kepala atau sikat gigi, bukan masalah bagi pengelola hotel. Bila mau diambil seperti terbantukan melakukan promosi.
Namun ada saja orang yang mengambil barang-barang besar milik hotel. Seperti kamerjas, handuk, toilet cover bahkan bed cover. Barang-barang itu memang ada di kamar hotel, namun bukan berarti boleh tamu bawa pulang.
Menurut kepolisian yang dimuat dalam laman Telegraph, tindakan itu merupakan tindakan pencurian. Seperti yang dilakukan oleh Bilikisu Dowodu asal Nigeria di tahun 2010. Dowodu mengambil dua handuk dari Hotel Transcorp Hilton Abuja yang membuatnya harus mendekam di penjara selama tiga bulan.
Cukup hanya dipenjara saja? Ternyata tidak nama tamu yang mengambil barang hotel itu akan dilarang datang ke hotel itu lagi.
Kebanyakan hotel besar saat ini dilengkapi dengan data base orang-orang yang dilarang masuk ke dalam hotel, demikian menurut laman NBC. Bahkan data base itu disebar ke berbagai jaringan hotel yang sama. Bayangkan bila seorang tamu ditolak karena masuk dalam daftar hitam.
Data base itu bukan hanya berbicara pada jaringan hotel pada wilayah tertentu saja. Lebih dari itu bisa sampai melintas negara.
Pihak hotel agaknya tidak mempermasalahkan barang yang diambil. Namun perilaku seperti itu tidak dapat ditolerir. Dari barang kecil, akan menuntun pada barang yang besar.
Nilai kerugian yang ditanggung oleh hotel dalam sebulan bisa jutaan rupiah. Menurut American Hotel & Lodging Association, tingkat kerugian hotel-hotel di Amerika dalam setahun mencapai angka miliaran rupiah.
Jalan terbaik yang dilakukan oleh hotel biasanya akan mencharge tamu bila kedapatan membawa barang hotel. Toh, pihak hotel biasanya menyediakan suvenir-suvenir hotel yang dapat dibeli oleh tamunya. (psr)