Kesehatan

Jangan Keliru, Minuman Olahraga Beda dengan Minuman Berenergi

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 14 Juli 2023
Jangan Keliru, Minuman Olahraga Beda dengan Minuman Berenergi

Minuman olahraga biasanya mengandung elektrolit seperti natrium, kalium, kalsium dan magnesium. (Foto: freepik/wayhomestudio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MINUMAN olahraga atau sports drink merupakan minuman yang diperkaya elektrolit. Tujuan utamanya ialah mengembalikan air dan elektrolit yang hilang selama olahraga berat dan berkeringat.

"Minuman tersebut biasanya mengandung elektrolit seperti natrium, kalium, kalsium, dan magnesium. Banyak yang berbasis karbohidrat, dengan gula tambahan seperti fruktosa, glukosa, dan sukrosa. Terkadang juga mengandung kafein," ujar analis medis Dr Leana Wen, yang juga merupakan dokter darurat dan profesor kebijakan dan manajemen kesehatan di George Washington University Milken Institute School of Public Health.

BACA JUGA:

Berat Badan Naik Setelah Lebaran? Konsumsi Minuman Sehat Ini

"Ada juga minuman berenergi yang sayangnya sering disamakan dengan minuman olahraga. Minuman berenergi biasanya mengandung banyak kafein," tambah Wen seperti diberitakan CNN. Ia menambahkan minuman semacam itu juga banyak yang mengandung stimulan legal lainnya seperti taurin, guarana, dan L-karnitin.

minuman energi
Ada juga minuman berenergi yang sayangnya sering disamakan dengan minuman olahraga. (Foto: Unsplash/Tyler Nix)

"Minuman berenergi ini bisa mengurangi kelelahan dan meningkatkan performa dalam jangka pendek. Namun, minuman tersebut bukan minuman olahraga dan tidak boleh digunakan jika tujuannya ialah mengisi kembali elektrolit dan cairan," tegas Wen.

Minuman energi bisa berbahaya bila dikonsumsi dalam jumlah banyak. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS, sebanyak 1.499 remaja berusia 12 hingga 17 tahun masuk ruang gawat darurat akibat konsumsi minuman energi pada 2011.

BACA JUGA:

Jaga Kesehatan Usus dengan Konsumsi Minuman Prebiotik Herbal

"Kafein dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur dan cepat. Individu dapat menjadi cemas dan mengembangkan masalah tidur. Mereka yang mengonsumsi minuman berenergi alih-alih minuman olahraga atau air dapat mengalami dehidrasi," ujarnya.

minuman berenergi

Mereka yang mengonsumsi minuman berenergi alih-alih minuman olahraga atau air dapat mengalami dehidrasi. (Foto: freepik/freepik)

American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar anak-anak dan remaja tidak mengonsumsi minuman berenergi. Namun, 30 persen hingga 50 persen remaja melaporkan mengonsumsinya. Hal itu bisa jadi karena kebingungan antara minuman olahraga dan minuman berenergi. Oleh karena itu, kamu harus berhati-hati dalam memilih minuman yang sesuai dengan tujuanmu.(aru)

BACA JUGA:

5 Minuman Sehat untuk Dikonsumsi di Pagi Hari

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan