Kesehatan

Jangan Kaget, Tubuhmu Bisa Melakukan Banyak Hal saat Tidur

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 01 Desember 2020
Jangan Kaget, Tubuhmu Bisa Melakukan Banyak Hal saat Tidur

Saat tidur, tubuh bisa melakukan banyak hal. (foto: unsplash/hernan sanchez)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMU mungkin berpikir tubuh kamu statis atau diam saja saat tidur. Ternyata anggapan kamu salah besar. Faktanya, tubuhmu bisa melakukan hal-hal aneh saat tidur. Beberapa hal bahkan bakal bikin kamu tercengang saking anehnya.

Berikut hal-hal aneh yang dilakukan tubuh saat kamu tengah tertidur, seperti dilansir Hellosehat.


BACA JUGA:
Sempat Viral, Monolit Logam di Utah Kini Menghilang


1. Jadi lumpuh total

sleeping
Tubuh lumpuh total saat tidur. (foto: pixabay/warintr)

Dalam kondisi terjaga, membayangkan diri dalam kondisi lumpuh total pastilah amat mengerikan. Padahal nih, saat tidur, tubuh kamu benar-benar lumpuh keseluruhan loh.

Selama fase tidur REM, kamu tidak akan bisa menggerakkan satu otot pun, kecuali otot-otot yang mengendalikan mata dan sistem pernapasan. Tujuannya ialah menjaga kamu dari memerankan gerak-gerik tubuh yang sedang kamu lakukan di alam mimpi.

Kelumpuhan tubuh saat tidur bersifat sementara, tapi dapat bertahan hingga sekitar 20 menit.


2. Merasa ingin jatuh

sleeping
Sentakan hipnagogik bikin terasa ingin jatuh. (foto: Pixabay/robertofoto)

Pernah mengalami sensasi bermimpi seperti terjatuh ke jurang sehingga kamu terbangun kaget di tengah malam? Kamu enggak sendirian. Sensasi aneh yang bikin deg-degan itu dikenal dengan sentakan hipnagogik.

Sentakan hipnagogik adalah kejang otot bawah sadar yang terjadi selagi seseorang tertidur. Hal itu biasanya terjadi di masa peralihan antara terjaga dan tidur lelap.

Para peneliti tidak yakin apa yang menyebabkan sensasi jatuh tersebut. Namun, sentakan hipnagogik lebih mungkin terjadi ketika kamu tidur dalam keadaan sangat lelah, kurang tidur, atau stres.

Kondisi tersebut membuat otak ingin cepat-cepat tidur, tapi tubuh ketinggalan jauh untuk menyamai kecepatan otak.

3. Terangsang saat tidur

bed
Laki-laki ataupun perempuan sama-sama bisa terangsang saat tidur. (foto: pixabay/sasint)

Bagi pria, mengalami ereksi ketika tidur bukanlah hal baru. Ternyata hal serupa juga terjadi pada perempuan. Kondisi itu terjadi bukan hanya mimpi basah semata.

Hal itu disebabkan otak kamu yang bekerja lebih aktif saat berada di alam mimpi. Akibatnya, dibutuhkan lebih banyak oksigen. Secara otomatis, akan ada lebih banyak darah yang mengalir ke seluruh tubuh, termasuk ke area genitalia yang menyebabkan penis ereksi dan klitoris membengkak.

4. Sering buang gas

sleepy
Kamu akan buang gas lebih banyak saat tidur. (foto: sleepsavvy)

Saat tidur malam, otot cincin anus (sfingter) jadi melemas dan longgar akibat sistem tubuh yang bersantai. Akibatnya, kamu akan lebih sering kentut sepanjang malam. Untungnya, indra penciuman kamu juga jadi kurang sensitif selama tidur. Jadi kamu enggak akan menyadari adanya bebauan yang menyengat.


5. Bicara, berjalan, atau bahkan mengemudi saat lagi tidur

sleep-walker
Parasomia kerap terjadi pada tahap ketiga tidur. (foto: pixabay/engin_aykurt)

Tidur sambil berjalan, mengemudi, atau mengigau disebut dengan gangguan tidur parasomnia. Sebagian besar kasus parasomnia tidak berbahaya. Kebanyakan parasomnia terjadi pada tahap ketiga tidur alias saat tidur sedang nyenyak-nyenyaknya. Hal itu yang membuat orang-orang sulit untuk dibangunkan.

Mengigau atau tidur sambil berjalan biasanya disebabkan kurang tidur atau efek samping dari obat-obatan tertentu.

Nah, kamu terkaget kan dengan hal aneh yang tubuhmu lakukan saat tidur?(*)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan