Jalani Hidup Sehat dengan Susu Segar

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 31 Oktober 2021
Jalani Hidup Sehat dengan Susu Segar

Rutinlah minum susu. (Foto: Unsplash/Anita Jankovic)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JANGAN melewatkan hari tanpa minum susu segar. Tubuh kamu membutuhkan berbagai macam nutrisi. Salah satu nutrisi tersebut, bisa kamu dapatkan dari segelas susu segar.

Ahli nutrisi Emilia Achmadi, MS., RDN, dalam acara peluncuran kemasan baru susu Greenfields yang digelar virtual beberapa waktu lalu mengatakan setiap orang harus menjaga nutrisi dan pola makan seimbang. Oleh karena itu, susu juga harus masuk ke dalam menu asupan harian.

Baca Juga:

Sehat dengan Susu Segar Sapi Jersey

Emilia mengatakan susu segar memainkan peranan yang sangat penting untuk tubuh. Susu segar adalah salah satu sumber gizi terbaik untuk keluarga, orang dewasa maupun anak-anak. "Karena (susu segar) mengandung kalsium yang baik untuk kesehatan tulang, protein untuk membangun otot," ujar Emilia.

Nutrisi yang kamu butuhkan ada pada susu. (Foto: Unsplash/felipepelaquim)

Selain itu, ia juga mengatakan di masa pandemi ini setiap orang harus menjaga kesehatan mental. Namun, untuk mendapatkan itu semua, kita perlu membuat badan sehat terlebih dulu, yakni dengan meminum segelas susu segar. "Jiwa baru sehat kalau badannya sehat," tambahnya.

Ia melanjutkan, susu segar mengandung vitamin yang dapat memaksimalkan perkembangan kognitif dan memperkuat daya tahan tubuh. Susu segar juga merupakan satu-satunya sumber vitamin D yang alami.

Baca Juga:

Manfaat dan Efek Samping Mengonsumsi Susu Nabati

Namun, Emilia menegaskan agar kamu tidak sembarangan memilih produk susu. Pilihlah susu segar yang dihasilkan dengan proses pasteurisasi. "Biasakan diri untuk cek label kandungan produk sebelum membelinya," tambahnya.

Peternakan sapi harus dijaga untuk menghasilkan susu segar berkualitas. (Foto: Unsplash/Angelina Litvin)

Produk susu segar berkualitas harus menjaga semua tahapan untuk menghasilkan susu segar mulai dari peternakan sapi, pemerahan susu, pengemasan hingga tiba pada tujuan akhir distribusi. Kemudian, proses pembuatannya juga harus sepenuhnya otomatis dan terintegrasi dengan digital Manufacturing execution system dari pasteurisasi, sterilisasi, hingga pengemasan dikendalikan oleh Programmable Logic Controller (PLC).

Susu segar berkualitas biasanya sudah melewati proses pasteurisasi untuk menghancurkan pathogen, spora, dan mikroorganisme yang tidak baik. Akan tetapi, kesegaran dan nutrisi dari susu segar tetap terjaga.

Susu yang telah dipasteurisasi seperti Greenfields membantu untuk menjaga kualitas susu segar dengan menghancurkan mikroorganisme pembusukan dan enzim-enzim. Pasteurisasi juga dapat mempertahankan nutrisi yang baik dari susu segar dan tidak menjadi basi secepat susu segar yang tidak dipasteurisasi. (ikh)

Baca Juga:

Berbagai Khasiat Susu Kambing untuk Kesehatan Tubuh, Sudah Tahu?

#Susu #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan