Kesehatan

Sehat dengan Susu Segar Sapi Jersey

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 25 September 2020
Sehat dengan Susu Segar Sapi Jersey

Sapi jersey menghasilkan susu dengan kandungan padatan susu yang lebih tinggi dari sapi Holstein (Foto: Pexels/Will Kirk)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BEDA jenis sapi, maka lain pula kualitas susunya. Sapi jersey dapat menghasilkan susu segar yang memiliki beragam manfaat kesehatan untuk tubuh. Secara fisik, sapi Jersey adalah jenis sapi perah pilihan yang berwarna cokelat. Ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan sapi Holstein.

Sapi Jersey adalah jenis sapi British yang awalnya berasal dari pulau Jersey, yang terletak di kepulauan British Channel, di dekat perbatasan antara Inggris dan Prancis.

Baca juga:

Manfaat dan Efek Samping Mengonsumsi Susu Nabati

Karena ukuran tubuhnya yang lebih kecil, sapi Jersey mengonsumsi pakan yang lebih sedikit dibandingkan dengan sapi Holstein. Meski begitu, sapi Jersey sangat produktif dan menghasilkan susu dengan kandungan padatan susu yang lebih tinggi dari sapi Holstein.

"Sapi Jersey juga memiliki daya tahan tubuh yang sangat kuat sehingga jarang terkena penyakit," jelas Hani Yudayan, Head of Farm 1, PT Greenfields Indonesia dalam keterangan resminya.

Susu segar sumber gizi keluarga (Foto: Pexels/Pixabay)

Menurut Hani, perahan susu sapi jersey kini hadir pada Greenfields Fresh Jersey Milk. Proses pemerahan sapi Jersey juga memiliki cara khusus agar susu yang dihasilkan ialah 100% susu sapi Jersey segar.

"Tangki penampung susu yang kami gunakan pun khusus hanya untuk susu sapi Jersey," tambahnya.

Susu segar memang sumber gizi terbaik bagi keluarga, baik untuk orang dewasa maupun anak-anak. Ahli Nutrisi Emilia E Achmadi, MS., RDN, mengatakan susu sapi segar mengandung kalsium yang baik untuk kesehatan tulang, protein untuk membangun otot, vitamin & mineral. Nutrisi-nutrisi tersebut dapat memperkuat daya tahan tubuh.

"Susu sapi segar juga merupakan salah satu sumber vitamin D yang alami yang aman untuk dikonsumsi setiap hari," papar Emilia.

Baca juga:

Berbagai Khasiat Susu Kambing untuk Kesehatan Tubuh, Sudah Tahu?

Selain itu, menurut Emilia susu juga mengandung lemak. Mungkin banyak orang yang ingin mengurangi kandungan lemak, karena tidak baik untuk tubuh jika berlebihan.

Namun, bukan berarti mengonsumsi susu harus dihentikan karena memiliki kandungan lemak. Kandungan lemak pada susu dibutuhkan tubuh untuk menyerap vitamin. "Terutama vitamin A dan D," jelas Emilia.

Mengonsumsi susu cocok dibarengi dengan makanan manis (Foto: Unsplash/Brian Suman)

Nah, selain menyehatkan, mengonsumsi susu juga bisa kamu barengi dengan makanan gurih maupun manis. Chef Devina Hermawan berbagi saran praktis seputar food pairing dengan susu segar.

Untuk hidangan gurih kata Chef Devina, makanan-makanan dengan tekstur renyah dengan rasa asin akan sangat cocok untuk dinikmati dengan segelas susu segar.

Begitu pula dengan setiap makanan manis. Segelas susu akan menjadi penutup kudapan makanan manis nan nikmat. "Sudah menjadi kombinasi yang klasik dan lezat saat menikmati hidangan manis bersama susu," tutup Chef Devina. (ikh)

Baca juga:

Kefir, Susu Fermentasi yang Bisa Mengencangkan Kulit

#Susu #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan