Jalan-Jalan Bersama Karakter 'Frozen' di Taman World of Frozen
Disney Imagineers menghabiskan lebih dari tiga tahun mengerjakan konsep dan desain atraksi baru ini. (Foto: Twitter/@disneyparks)
ELSA, Anna, Olaf, dan Sven memiliki rumah baru di sebuah pulau subtropis Asia. World of Frozen, area hiburan bertema film Frozen milik Disney, dibuka di Hong Kong Disneyland pada 20 November.
Lahan baru taman bermain yang berada di Pulau Lantau, Hong Kong, ini menghidupkan kerajaan fiksi Arendelle, termasuk beberapa elemen dari adegan-adegan penting dalam film Frozen.
Antara lain North Mountain, Ice Palace milik Elsa, air mancur es dengan puncak salju, dan menara jam, di mana Anna dan Pangeran Hans menyanyikan “Love is An Open Door” di film Frozen pertama.
“Waralaba Frozen adalah salah satu yang paling sukses dalam sejarah Disney dan ini merupakan bukti kekuatan penceritaan yang hebat,” kata CEO Disney Bob Iger di Hong Kong jelang pembukaan taman pada 16 November, seperti dikutip oleh edition.cnn.com.
Disney Imagineers menghabiskan lebih dari tiga tahun mengerjakan konsep dan desain atraksi baru ini. Waralabanya sendiri baru berusia 10 tahun sejak film pertama dirilis pada 2013, disusul oleh Frozen II pada 2019, serta beberapa film pendek dan acara TV.
Baca juga:
Meskipun Disney menghadapi tantangan pendapatan di tempat lain, taman hiburan internasional mereka berkembang pesat. Pada Agustus, Iger mengatakan bahwa taman hiburan di Asia berkinerja sangat baik.
Dalam World of Frozen baru di Hong Kong, para pemeran Elsa, Anna, dan Kristoff akan berjalan-jalan berinteraksi dan berfoto dengan para tamu. Tak ada pertunjukan terjadwal untuk karakter dan cerita Frozen di taman ini. Namun, sebuah band sesekali akan berkeliling di seluruh World of Frozen memainkan musik.
World of Frozen di Hong Kong juga mencakup dua wahana: Wandering Oaken's Sliding Sleighs, roller coaster berkecepatan tinggi yang memberikan pemandangan kastil Arendelle kepada para tamu dan Frozen Ever After, perahu yang menampilkan Anna, Elsa, Kristoff, Marshmallow, Sven si rusa kutub , Olaf si manusia salju, dan Pabbie Troll.
Saat pengunjung menelusuri Frozen Ever After, para karakter menyanyikan lagu-lagu dari film, termasuk “Do You Want to Build a Snowman?”, “Let It Go”, dan “For the First Time in Forever”, yang direkam dalam bahasa Inggris asli film tersebut.
Baca juga:
Michael Moriarty, direktur pelaksana Hong Kong Disneyland, menyebut World of Frozen sebagai “atraksi paling mendalam yang pernah kami bangun.”
Ia menambahkan, keputusan menghadirkan World of Frozen ke Hong Kong dipengaruhi oleh ketertarikan masyarakat terhadap waralaba tersebut dan keunikan elemen alam Pulau Lantau, tempat Hong Kong Disneyland berada.
Tiket ke Disneyland Hong Kong sudah termasuk tiket masuk ke World of Frozen. Namun, desain tiketnya berbeda. World of Frozen menampilkan Anna, Elsa, Kristoff, dan Olaf.
Pengunjung dapat mencapai Hong Kong Disneyland dengan mobil atau melalui jalur oranye pada sistem transportasi umum MRT (Mass Rapid Transit) Hong Kong.
Disneyland Hong Kong memiliki keretanya sendiri dari stasiun Sunny Bay di Hong Kong, yang ditempel dengan stiker World of Frozen untuk memperingati pembukaan wahana tersebut. (aru)
Baca juga:
Bahas Isu Lingkungan, Elsa dan Anna 'Frozen' Terjun ke Dunia Podcast
Bagikan
Hendaru Tri Hanggoro
Berita Terkait
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Film Live Action 'Tangled' Segera Hadir, Lagu 'I See the Light' Kembali Jadi Sorotan
Kathryn Hahn Jadi Kandidat Kuat Pemeran Mother Gothel di Film Tangled
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku