Jakarta Sudah Pasrah Diterjang Banjir
Sejumlah anak menyusuri banjir yang menggenangi kawasan Kampung Pulo di Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/kye/15
MerahPutih MegaPolitan - Ketua Komisi D DPRD DKI, Mohammad Sanusi menyebutkan bahwa Ibukota Jakarta sudah pasrah untuk menghadapi datangnya banjir. Hal itu diungkapkanya saat kantor berita politik RMOL menggelar diskusi dengan tajuk "Siapkah Jakarta Menghadapi Banjir".
Selain Sanusi, hadir dalam acara itu diantaranya, Direktur Jakarta Monitoring Centre, Masnur Marzuki. Ketua Walhi Jakarta, Puput TD Putra. Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Air atau yang disebut Dinas Tata Air, Tri Djoko Sri Margianto, serta Sekretaris Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono, berhalangan hadir.
Dalam diskusi yang berlangsung panas itu Mohammad Sanusi, menjelaskan perbedaan banjir dan genangan. Menurutnya, banjir terjadi karena air meluap, sementara genangan terjadi karena adanya penyumbat di daerah aliran air.
"Saat pemerintahan SBY tahun 2013 Istana masuk air, Itu bukan banjir tapi genangan. Karena intensitas hujan tinggi, sehingga genangan air meningkat. Pemerintah harus mengevaluasi dampaknya genangan air tersebut. Karena tanggung jawab kita 100 persen adalah genangan," ujar Sanusi dikantor RMOL Jakarta, Selasa (24/11).
Sanusi meneruskan, sementara banjir, terjadi akibat luapan air sungai. Semisal banjir Kalibata, Kampung Pulo. Meski tidak hujan, tapi jika ada kiriman dari Bogor, maka tetap bisa banjir.
Lebih lanjut, Sanusi menjelaskan, kota Jakarta dikelilingi 13 aliran sungai besar. Karena itu, Pemerintahan Daerah DKI Jakarta harus bertanggungjawab menyelesaikan persoalan ini dari hulu hingga hilir. Namun demikian, sanusi berpendapat persoalan di hulu lah yang seharusnya ditangani oleh pemerintah.
"Dijakarta ini ada 13 aliran sungai, kenapa pemerintah provinsi bersama-sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, tidak membangun bendungan di hulu ke-13 sungai tersebut, sehingga, kita bisa menyetel kemana air ingin di alirkan, kalau selama ini kan enggak, setiap banjir, selalu bogor yang disalahin," ujarnya.
Karenanya, dengan kondisi ke-kinian, wajar jika kemudian, Jakarta siap menghadapi banjir. "Jadi bukan Jakarta bisa mengantisipasi atau terbebas dari banjir, tapi jakarta siap menghadapi banjir, itu makanya, BNPB disiapkan, tim Sar disiapkan, dapur umum disiapkan, ini sih bukan siap, tapi pasrah," ketusnya. (AKA)
Baca juga:
- Muhammad Sanusi : Ahok Tetap Berpeluang Maju Dalam Pilgub 2017
- Muhammad Sanusi: KPK Wajib Tindak Lanjuti Laporan BPK
- Kasus RS Sumber Waras Bakal Seret Ahok ke KPK
- Hasil Pemeriksaan Ahok Segera Diserahkan kepada KPK
- Ahok Minta Maaf kepada BPK
- Delapan Jam Digarap BPK, Ahok Ngaku Kenyang
Bagikan
Berita Terkait
Banjir Bidara Cina: Ciliwung Meluap, Warga Mulai Garuk-Garuk Karena Gatal Masal
Pembangunan Hunian Sementara di Sumatera Barat Difokuskan di 4 Lokasi, Berikut Daftarnya
Banjir Jakarta 30 Januari 2026: 39 RT Terendam, Ratusan Warga Harus Mengungsi
Tanggul Darurat Petogogan Hancur Diterjang Arus, Karung Pasir Tak Kuasa Bendung Luapan Kali Krukut
Nekat Terjang Banjir 50 Sentimeter, Motor-Motor Tumbang di Daan Mogot
Banjir Setinggi 50 Sentimeter Kembali Genangi Jalan Daan Mogot Cengkareng Jakbar
10 Ribu Mahasiswa Dikerahkan Pulihkan Dampak Banjir Sumatera, Terbanyak ke Aceh Tamiang
Jalan Daan Mogot Macet Parah, 4 Pompa Bergerak Dikerahkan Buat Tangani Banjir
Siang Ini Banjir di Jakarta Rendam 10 Ruas Jalan, Ketinggian Sampai 50 Centimeter
Banjir Jakarta Pagi Ini, 17 RT dan 2 Ruas Jalan Masih Terendam