MerahPutih.com - Jakarta mencatat prestasi internasional dengan menempati posisi kedua sebagai kota teraman di Asia Tenggara (ASEAN) 2026 versi laporan Global Residence Index.
Jakarta meraih skor keamanan 0,72 berada di bawah Singapura. Skor ini membuat Jakarta unggul atas kota besar lain seperti Bangkok, Kuala Lumpur, dan Manila.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, menyambut capaian tersebut dengan menegaskan komitmen memperkuat program unggulan Jaga Jakarta untuk Indonesia.
“Prestasi ini adalah hasil nyata dari komitmen kolektif kita semua,” ujarnya di Jakarta, Rabu (8/4).
Baca juga:
Jakarta Jadi Kota Teraman Kedua di ASEAN 2026, Pramono Anung: Saya Juga Surprise
Namun, predikat ini tidak boleh membuat kita lengah.
“Justru, ini menjadi motivasi untuk semakin memperkuat program ‘Jaga Jakarta’ agar stabilitas keamanan terus terjaga,” tutur Asep.
Asep menekankan, pengamanan tidak boleh bersifat statis, melainkan dinamis melalui kolaborasi lintas sektoral bersama Pemprov DKI, TNI, stakeholder, dan masyarakat.
Ia menginstruksikan jajaran Polres hingga Polsek untuk memperkuat sinergi dengan ormas, mitra keamanan, dan tokoh masyarakat.
Baca juga:
ASN Jakarta Pakai Mobil Dinas ke Puncak untuk Konten, Pelat Nomor Diubah
“Kita harus hadir di tengah masyarakat bukan hanya untuk mengamankan, tapi memastikan rasa aman benar-benar dirasakan hingga ke tingkat RT dan RW,” tegasnya.
Kapolda juga menyoroti pentingnya komunikasi antarwarga untuk meredam potensi konflik sejak dini.
Menurutnya, keberhasilan Jakarta meraih skor tinggi tidak lepas dari dukungan masyarakat, yang sebelumnya dituangkan dalam Deklarasi Kamtibmas.
Deklarasi tersebut berisi komitmen menolak aksi anarkis, mendukung tindakan tegas Polri, melaporkan ancaman, mendukung program pemerintah, serta menjaga lingkungan dan warga.
Baca juga:
Dipuji Don Lee, Wagub Rano Karno Optimistis Jakarta Bisa Jadi Kota Sinema Internasional
Asep mengingatkan konsistensi adalah tantangan utama dalam mempertahankan predikat kota teraman. Ia mengajak masyarakat menjaga etika di ruang publik maupun digital.
“Dengan menjaga wilayah dari berbagai potensi ancaman, kita memastikan Jakarta selalu stabil, aman, dan tertib untuk Indonesia,” pungkasnya. (knu)