Kesehatan

Jaga Imunitas dengan Makanan ini

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 24 Oktober 2020
Jaga Imunitas dengan Makanan ini

Makanan sehat ternyata bisa hadir dalam camilan. (Foto: Pexels-/rawpixelcom)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI masa pandemi selain mengikuti protokol kesehatan yang tak kalah pentingnya adalah menjaga imunitas. Seperti dengan rutin berolahraga dan memperbaiki pola makan setiap hari. Prioritaskan makanan yang tinggi serat dan mengandung berbagai vitamin agar tubuh kuat melawan berbagai penyakit termasuk virus corona.

Melansir dari cyclingweekly.com, sistem kekebalan tubuh umunya terbagi menjadi tiga bagian. Yang pertama bekerja untuk mencegah masuknya penyakit, kemudian penghalang berbagai jenis mikroba masuk ke dalam tubuh dan terakhir bertugas untuk menyerang sel asing yang berhasil masuk ke dalam tubuh. Antibodi tubuh kemudian akan merekam bakteri atau virus tertentu yang terlanjur masuk untuk mencegah kita terinfeksi oleh penyakit yang sama. Meningkatkan imun tubuh bisa sambil ngemil enak lho.

Baca Juga:

Kenapa Makanan Mewah Sering Dihidangkan dalam Porsi Kecil? Ini Jawabannya


1. Yogurt

yogurt
Mendukung metabolisme tubuh. (Foto: Pexels/Skitterphoto)

Yogurt sangat populer sebagai makanan pendamping diet. Karena di dalamnya mengandung protein tinggi yang rendah kalori. Selain itu, kadar gula dalam yoghurt pun rendah sehingga tidak akan menimbulkan penyakit diabetes. Yoghurt juga sangat ampuh dalam meningkatkan sistem imun tubuh karena terdapat bakteri lactobacillus bulgarius dan streptococcus thermophilus yang baik untuk usus. Pssttt... Ternyata pencernaan manusia merupakan salah satu sistem kekebalan tubuh yang perlu dijaga.

2. Saus salsa

saus
Celupkan keripik kesukaanmu ke dalam saus salsa yang lezat. (Foto: Pixabay/erikatanith)

Ngemil tacos atau keripik kentang sambil dicocol saus salsa yang pedas menggugah selera. Pecinta pedas pasti ketagihan banget nih! Saus salsa terbuat dari tomat yang kaya akan antioksidan likopen, yaitu sejenis pigmen tumbuhan yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh. Antioksidan juga memiliki peran dalam melawan virus dan sel jahat yang masuk ke dalam tubuh.

Baca Juga:

Awas, Jangan Sembarangan Dalam Mengolah Makanan Beku


3. Kacang almond

almon
Almond memiliki kandungan vitamin, mineral, dan lemak sehat. (Foto: Pexels/Karolina Grabowska)

Selain yoghurt, kacang almond juga populer sebagai camilan diet. Keduanya juga ternyata mampu meningkatkan imun tubuh karena sama-sama mengandung aktioksidan tinggi untuk melawan virus dan bakteri jahat di dalam tubuh. Bedanya, almond kaya akan vitamin E dan serat. Almond juga mampu menjaga kadar gula dalam darah agar tetap stabil.

4. Dark chocolate

cokelat
Dark chocolate mengandung senyawa fenolik. (Foto: Unsplash/Charisse Kenion)

Dark chocolate mengandung senyawa fenolik yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu, cokelat ini aman dikonsumsi penderita diabetes karena mengandung lebih sedikit gula dibandingkan dengan jenis coklat lainnya. (mar)

Baca Juga:

Kiat Tetap Bugar, Konsumsi 5 Makanan Ini untuk Pemulihan Otot!

#Kesehatan #Sistem Kekebalan Tubuh
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - 1 menit lalu
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan