Jadi Kota Ramah Perempuan dan Anak, Menteri Yohana Apresiasi Masyarakat Flores Timur
Menteri PPPA Yohana Yembise (tengah) bersama sejumlah anak dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional. (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)
MerahPutih.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengapresiasi masyarakat serta pemerintah daerah di Kabupaten Lamakera, Flores Timur, untuk menjadi kota ramah perempuan dan anak.
"Seluruh anak Indonesia adalah anak kita semua sehingga tidak boleh ada satu pun anak yang didiskriminasi dan mendapat kekerasan," kata Yohana melalui siaran pers seperti yang dikutip dari Antara, Jakarta, Senin (11/12).
Dia berharap, komitmen Kabupaten Lamakera dapat menginspirasi dan memotivasi seluruh pihak untuk peduli dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.
"Hal ini diharapkan dapat menginspirasi dan memotivasi seluruh pihak untuk lebih peduli pada pemenuhan hak dan perlindungan anak," kata Yohana.
Yohana mengimbau yang menjadi hak anak menjadi tugas dan kewajiban yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab oleh semua pihak, baik orang tua, guru, pemerintah, dan lainnya.
"Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus meningkat. Namun, masih terselubung karena banyak korban yang enggan melaporkan kekerasan tersebut," kata dia.
Karena itu, Yohana mengimbau masyarakat untuk melaporkan kepada kepada pihak berwajib jika melihat atau mengalami tindak kekerasan.
Dia berharap, seluruh desa di Lamakera dapat melakukan perlindungan bagi perempuan dan anak sehingga segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi dapat berkurang. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Terkejut Ada Insiden Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Menteri PPPA: Sekolah Harus Jadi Tempat Aman!
Menteri PPPA Bakal Kawal Pemulihan dan Restitusi Santri Korban Kekerasan Seksual Pengasuh Pondok
Menteri PPPA Turunkan Tim ke Cianjur Pantau Kasus 12 Orang Perkosa Seorang Anak
Raker Menag, Mensos dan Menteri PPPA dengan Komisi VIII DPR Bahas RKA Tahun 2026
Menteri PPPA Sebut Perjuangan Kartini Terus Hidup dalam Generasi Muda, Perempuan Bisa Bebas Menentukan Nasib Sendiri
Menteri PPPA Pantau Pengusutan Pembunuhan Jurnalis Perempuan di Kalsel, Pelaku Harus Dihukum Berat
Menteri PPPA Tolak Solusi Pelaku Perkosaan Nikahi Korban, Tuntaskan Dulu Pidananya
Raker Perdana Menteri dan Wamen PPPA dengan Komisi VIII DPR
Pembahasan Para Ketum Parpol Koalisi Ganjar Mengerucut ke Satu Nama Cawapres