MerahPutih.com - Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengakui tengah mempersiapkan diri untuk maju berkompetisi dalam Pilpres 2019. Namun, putra sulung Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu juga sadar diri dengan realitas politik saat ini.
"Saya tentu sama seperti kader Demokrat lain. Saya juga yakin partai-partai lain juga mempunyai harapan kader-kadernya bisa mendapat peran baik, apakah itu dalam posisi cawapres. Tapi ekspektasi itu tentu harus disesuaikan realitas politik," ujar AHY di Jakarta, Senin, menjawab kesiapannya menjadi cawapres dalam Pilpres 2019.
Menurut AHY, saat ini yang dapat dilakukannya bersama Partai Demokrat saat ini adalah membuka komunikasi seluas-luasnya untuk melihat apakah ekspektasi yang ada sesuai dengan realitas politik atau tidak.
"Apakah nanti ekspektasi ini sesuai dengan apa yang ditampilkan sejumlah lembaga survei terkait elektabilitas, di mana nama AHY sebagai salah satu alternatif dan saya bersyukur sekali atas hal itu," kata AHY, dikutip Antara.
AHY menekankan dirinya saat ini terus berupaya mempersiapkan diri menghadapi segala macam skenario yang mungkin akan dihadapinya nanti. "Saya tidak pernah tahu takdir Tuhan. Apakah saya ditakdirkan berkompetisi, atau jalan lain, yang jelas saya terus berjuang, berikhtiar," tandas dia.
Sebelumnya, Ketum Demokrat SBY sepakat partainya bersama Gerindra bakal berkoalisi dalam Pilpres mendatang dengan mendukung penuh Prabowo Subianto sebagai Capres di Pilpres 2019.
"Kalau ditanya apakah masih ada diskusi soal capres? Kami datang dengan satu pengertian bahwa Prabowo capres kita," tegas SBY usai pertemuan di kediaman Prabowo Subianto Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (30/7).
Namun dalam kesempatan itu, penentuan cawapres belum mengemuka dan masih perlu dibahas dalam koalisi. Prabowo menegaskan SBY tidak pernah menuntut kepadanya posisi bakal calon wakil presiden (cawapres) di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.
"Saya ingin menegaskan bahwa SBY tidak menuntut atas nama pribadi maupun Partai Demokrat suatu nama cawapres tertentu," kata Prabowo, dalam jumpa pers yang sama.
Menurut Prabowo, sikap SBY itu merupakan kehormatan baginya karena mendapatkan kepercayaan dalam menentukan cawapres. Namun, dia menekankan pembahasan nama cawapres akan dibicarakan lebih lanjut dalam pertemuan selanjutnya bersama PAN dan PKS sebagai partai koalisi.
"Ini kehormatan, kepercayaan besar bagi saya, dan tentunya nanti, pemilih capres-cawapres, yang merupakan suatu keputusan krusial, akan kita bicarakan lebih lanjut, karena perkembangan dunia politik dari hari ke hari," tandas Ketum Gerindra itu. (*)