Isu Cekik Wamen, Relawan Sebut Ada pihak yang Iri Elektabilitas Prabowo Tinggi
Wakil Koordinator Rumah Besar Relawan Prabowo 08, Haris Rusly Moti (tengah). (Foto: MP/Asropih)
MerahPutih.com - Masyarakat dikagetkan dengan isu di media sosial mengenai seorang menteri yang maju sebagai calon presiden (capres) melakukan tindakan arogan dengan menampar Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi saat rapat terbatas di Istana Negara.
Menyikapi hal itu, Wakil Koordinator Rumah Besar Relawan Prabowo 08, Haris Rusly Moti menyatakan, jika kabar tersebut tidaklah benar. Ia memandang ada pihak lain yang tak suka dengan elektabilitas Prabowo saat ini yang lagi naik daun.
Baca Juga:
Isu Capres Tampar dan Cekik Wamen, Jokowi: Tidak Ada Peristiwa Itu
Menurutnya, isu tersebut dilancarkan untuk menjatuhkan kepopuleran Prabowo Subianto menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
"Kita Memahami situasi ini diakibatkan karena pertama banyak yang memang tidak bisa menerima elektabilitas pak prabowo itu sudah semakin tinggi. Sehingga mencari cara dan celah yang negatif untuk menjatuhkan dan mencemarkan nama baik prabowo," kata Haris Rusly di Rumah Besar Relawan Prabowo 08 Slipi, Jakarta Barat, Selasa (19/9).
Terlebih lagi, kata Haris Rusly, banyak pihak yang memang iri dan dengki melihat Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sebagai tokoh pemersatu bangsa.
Hal itu dapat dilihat dari banyaknya petinggi partai politik Koalisi Indonesia Maju (KIM) bersilahturahmi ke kediaman Prabowo pada Minggu (17/9) kemarin.
"Kemarin di Hambalang hampir seluruh partai menyatakan untuk dukungan pada Prabowo. Jadi Prabowo hari ini adalah capres yang bisa menyatukan berbagai komponen elemen dari berbagai latar belakang suku bangsa," tuturnya.
Baca Juga:
Maka ia menilai, kandidat capres lainnya tidak mempunyai jiwa untuk mempersatukan bangsa seperti Prabowo, bahkan kandidat lain mereka saling mengkotak-kotakan.
"Kalau kita bandingkan capres lain itu saling segmented ada sekmennya sangat ke kanan ada segmenya ke kiri. Pak prabowo ini sekmenya adalah capres yang bisa mempersatukan semuanya," urainya.
"Gambaran gambaran ini yang munculkan hoaks dan informasi palsu yang mencederai dan mematahkan seluruh upaya pak prabowo untuk menyatukan bangsa ini," ujarnya melanjutkan.
Ditegaskan Haris Rusly, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah menyatakan bahwa tidak ada insiden kriminal Prabowo mencekik seorang Wamen pada rapat di Istana. (Asp)
Baca Juga:
Jubir Sesalkan Banyak Tokoh Ikut Tebar Fitnah Prabowo Tampar Wamentan
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
YLBHI Soroti KUHP dan KUHAP Baru, Prabowo Diminta Turun Tangan Terbitkan Perppu
Prabowo Minta Masyarakat Hadapi Musibah dengan Ikhlas, Janji Tak Pernah Lari dari Rakyat
Natal 2025 Jadi Momentum Solidaritas Sosial, Prabowo: Hati Kita Tertuju Pada Sumatera
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Perintahkan Semua Kantor Desa Diaudit, Menkeu Purbaya Didemo Para Kades
Prabowo Tegaskan Penertiban Kawasan Hutan: Kita Lawan Penyimpangan Puluhan Tahun!
Satgas PKH Rebut 4 Juta Hektare Hutan, 20 Perusahaan Sawit dan 1 Tambang Ditagih Denda Rp 2,3 Triliun
Kejagung Selamatkan Rp 6,6 Triliun, Prabowo: Bisa Bangun 100 Ribu Rumah untuk Korban Bencana
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Pecat Bahlil karena Ketahuan Bohong Listrik di Aceh Sudah Menyala
Kejar Swasembada Energi, Prabowo Minta Papua Tanam Sawit hingga Singkong
Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bentukan Prabowo Diharap Jadi Juru Selamat Korban Banjir Sumatra