Israel Tahu Warga Sipil jadi Korban Akibat Serangan Kamp Pengungsi di Rafah
Arsip foto - Kepulan asap tampak membubung menyusul serangan Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 14 Mei 2024. ANTARA/Xinhua/Khaled Omar/pri.
MerahPutih.com - Setidaknya 40 warga Palestina tewas dalam serangan udara Israel di sebuah kamp pengungsi di kota selatan Rafah pada Minggu (26/5) malam, demikian menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas.
Militer Israel mengatakan pihaknya mengetahui laporan bahwa warga sipil menjadi korban akibat serangan dan api yang ditimbulkannya, dan pihaknya sedang meninjau insiden tersebut.
Serangan itu terjadi dua hari setelah Mahkamah Internasional mengeluarkan keputusan agar Israel menghentikan operasinya di Rafah demi menyelamatkan warga sipil.
Daerah tersebut, di barat laut Rafah, dipenuhi dengan tenda-tenda milik pengungsi dari jalur Gaza. Rekaman di media sosial menunjukkan api menyebar ke seluruh tenda ketika orang-orang mengeluarkan korban tewas dan terluka akibat serangan tersebut.
Baca juga:
Mahkamah Internasional Perintahkan Israel Hentikan Operasinya di Rafah
“Tim kami melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan nyawa. Sangat penting untuk melindungi warga sipil,” kata Komite Palang Merah Internasional dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Luxembourg Times, Senin (27/5).
Daerah tersebut tidak termasuk daerah yang diperintahkan untuk dievakuasi oleh militer Israel saat mereka bersiap untuk menyerang Rafah. Hal tersebut membuat banyak orang untuk melarikan diri dari daerah yang dianggap lebih berbahaya. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Indonesia Gabung Badan Internasional Trump, Prabowo Dinilai Sedang Cari Celah untuk Bela Palestina
Presiden Prabowo Teken BoP Charter di Davos, Sebut sebagai Peluang Nyata Perdamaian Gaza
Prabowo Tandatangani Piagam Board of Peace, Indonesia Kawal Perdamaian di Gaza
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump
Indonesia Setuju Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Donald Trump
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Nyatakan Indonesia siap Berperang Melawan Israel
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Trump Klaim Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Bakal Didukung Banyak Negara
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang