Kesehatan

ISPA, Kenali 7 Faktor Penyebabnya

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 15 Oktober 2024
ISPA, Kenali 7 Faktor Penyebabnya

ISPA disebabkan berbagai faktor.(foto: Pexel/cottonbro studio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - INFEKSI saluran pernapasan atas (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang paling umum dialami seseorang. ISPA bisa dipicu banyak faktor.

Menurut Cleveland Clinic, ISPA merupakan penyakit yang memengaruhi sistem pernapasan. ISPA menyerang bagian tubuh yang bertanggung jawab untuk bernapas. Infeksi ini dapat memengaruhi sinus, tenggorok, paru-paru, dan saluran udara.

Ada tujuh hal umum pemicu terjadinya ISPA atau ISPA yang kambuh menjadi lebih parah, yakni:


1. Polusi Udara


Paparan polusi seperti asap kendaraan, asap rokok, atau asap dari pabrik dapat memicu iritasi pada saluran pernapasan.



2. Perubahan Cuaca


Cuaca dingin atau perubahan suhu ekstrem dapat melemahkan sistem imun dan memicu kambuhnya ISPA.

3. Alergen


Debu, serbuk bunga, bulu hewan, dan jamur bisa memicu reaksi alergi yang memperparah gejala ISPA.

Baca juga:

Cara Obati ISPA pada Anak Akibat Polusi Udara



4. Kebersihan yang Buruk


Tidak mencuci tangan secara rutin atau lingkungan yang kotor bisa mempermudah penyebaran virus atau bakteri penyebab ISPA.


5. Kekebalan Tubuh yang Menurun


Stres, kurang tidur, dan pola makan yang buruk dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi.


6. Kontak dengan Penderita


Berdekatan atau bersentuhan dengan orang yang sedang menderita ISPA meningkatkan risiko tertular atau kambuh.


7. Asap Rokok


Paparan asap rokok, baik dari merokok aktif atau pasif, dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan memicu ISPA kambuh.(tka)



Baca juga:

Waspada ISPA saat Musim Hujan

#Kesehatan #Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 38 menit lalu
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan