Island Cake, Kue Lucu yang Menyerupai Pulau

Muchammad YaniMuchammad Yani - Kamis, 06 Agustus 2020
Island Cake, Kue Lucu yang Menyerupai Pulau

Lebih enak diliat daripada dimakan (Foto: Instagram/oksana.tverdohlib)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BARU-baru ini sebuah mal di Tangerang ditutup karena terdapat dua orang positif COVID-19. Mendengar hal tersebut, membuat banyak orang menjadi parno kembali dan enggan keluar rumah, apalagi buat kamu yang belum lama berkunjung ke mal tersebut.

Nah, dari pada bingung harus ngapain atau belum berani juga berwisata keluar. Yuk, mengintip sebuah kue unik dan lucu berbentuk pulau.

Baca juga:

Syahdunya Menikah Virtual di Tengah Pandemi Bersama ‘Nikahan Teman’

Melansir dari Indianexpress, island cake ini tengah trend dikalangan masyarakat yang terjebak karena tidak bisa pergi berwisata. Sehingga, orang membuat sebuah kue berbentuk pulau sebagai pelampiasan.

Kue lucu berbentuk pulau (Foto: Instagram/wildflourcakedesign)
Kue lucu berbentuk pulau (Foto: Instagram/wildflourcakedesign)

Nah, buat kamu yang ingin mencoba, sebetulnya apa aja sih bahannya?

Ternyata bahannya sederhana. Hanya dari cokelat yang dilapisi krim vanila. Lalu, untuk hiasan pantai adalah jelly. Sedangkan bahan-bahan tambahan lainnya seperti remah biskuit atau kacang sebagai bahan untuk pasir dan coklat ganache untuk pembuatan yang lebih detail seperti koral atau kerang.

Baca juga:

Ikon Perempuan di Lampu Lalu Lintas Kota Mumbai Promosikan Kesetaraan Gender

Bukan hanya bahan itu saja, kamu juga bisa berkreasi dengan bahan-bahan lainnya seperti buah, atau menggunakan cat makanan. Dengan tujuan bentuk kreatifitas kamu.

Terlihat susah yah? Seorang baker dari Rusia Anna Filotava mengatakan bahwa pembuatan kue ini memang sulit, apalagi dibagian detail. Sebagai tambahan juga, kalau Anna membuat kue ini berdasarkan travelling dia sebelum pandemi.

Memiliki bahan yang simple (Foto: Instagram/dinadocesmomentos2016)
Memiliki bahan yang simple (Foto: Instagram/dinadocesmomentos2016)

Kalau kamu tertarik, tidak ada salahnya untuk mencoba. Apalagi bahannya sangat mudah ditemukan dan tergolong murah.

Pertama yang kamu harus lakukan ialah membuat adonan utama lalu membentuknya berbentuk sebuah pulau. Kemudian buat sebuah wadah berbentuk lingkaran untuk kamu tuangkan jeli sebagai unsur air. Jika kamu ingin menambahkan detail di jeli kamu seperti koral atau ikan taruh sebelum jeli itu mengeras.

Nah, kamu sudah berada di tahap pendetilan nih. Kamu bisa berkreasi sekreatif mungkin, misal kamu ingin menambahkan gunung menggunakan coklat, atau menambahkan pohon kelapa, atau yang lebih sulit lagi kamu bisa membuat sebuah sawah, jalan raya, gunung, dan matahari. (Ray)

Baca juga:

Cara Agar Wajahmu Tetap Glowing Meski Pandemi

#Kesehatan #Kuliner #Kesehatan #Kuliner #Puding #Puding Unik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan