MerahPutih Internasional - Belum lama ini AS dikabarkan telah melakukan serangan udara yang merenggut nyawa 10 tentara Irak.
Terkait hal itu, Irak pun tengah melakukan investigasi tentang serangan udara AS di Provinsi Anbar tersebut.
Menteri Pertahanan Irak, Khaled al-Obeidi angkat bicara pada hari Sabtu (19/12), sehari setelah serangan udara yang terjadi di Provinsi Anbar, Irak, seperti yang dikutip dari presstv.
“Kami kehilangan 10 tentara kami, penyelidikan atas insiden itu telah dimulai,” ujar Obeidi.
Sementara itu, usai serangan Udara tersebut, Kepala Keamanan dan Pertahanan Komite Parlemen Irak, Hakim al-Zamili, menuduh AS sengaja menghambat kemajuan militer Irak, dalam memerangi kelompok militan ISIS di Provinsi Anbar, yaitu kota Ramadai dan Fallujah.
Tapi tak hanya itu, Zamili juga menuding jika AS meluncurkan serangan udara dan menyediakan senjata untuk ISIS, di mana “kejahatan” tersebut akan dibawa ke pengadilan.
BACA JUGA: