MerahPutih.com - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi triwulan pertama tahun 2026 adalah sebesar Rp 498,8 triliun. Angka ini naik 7,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan realisasi tahun lalu adalah senilai Rp 465,2 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis mengatakan,dengan penyerapan tenaga kerjanya adalah 706.569 atau naik 18,9 persen secara year-on-year,” kata Rosan
Ia mengatakan, capaian realisasi kuartal pertama ini adalah sebesar 24,4 persen dari target yang dicanangkan tahun ini yaitu Rp2.041,3 triliun.
BPKM merinci dari total investasi yang masuk ke Indonesia, besaran penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan modal asing (PMA) hampir sama.
Baca juga:
Indonesia Masih Jadi Incaran Investor, Target Investasi Rp 13.000 Triliun Dikejar
Untuk PMDN memiliki rasio 49,9 persen dari keseluruhan capaian dengan nilai Rp248,8 triliun (naik 6 persen secara tahunan). Sementara, rasio PMA adalah 50,1 persen dengan nilai Rp250 triliun.
Lima negara teratas yang menjadi penanam modal investasi yaitu Singapura kurang lebih USD 4,6 miliar, Hong Kong (China) USD 2,7 miliar, China USD 2,2 miliar , Amerika Serikat USD 1,3 miliar, dan Jepang USD 1 miliar.
Sektor-sektor yang mendapatkan suntikan modal terbanyak, yaitu industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya Rp 69,4 triliun); jasa lainnya Rp 64,2 triliun); pertambangan Rp 51,9 triliun; perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp 48 triliun); transportasi, gudang, dan telekomunikasi Rp 45,4 triliun.
“Sementara, kalau kita lihat daerah realisasi PMDN dan PMA triwulan I 2026 adalah Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah,” ujar Rosan.
BKPM berharap tren positif ini dapat dipertahankan memasuki triwulan II tahun 2026 sekaligus mewujudkan target investasi nasional tahun ini.