KESADARAN publik akan isu kesehatan makin meningkat seiring perkembangan situasi pandemi saat ini. Keinginan untuk menggali lebih dalam pengetahuan pun makin besar. Dalam merespons hal itu, sekaligus merayakan 50 tahun beroperasi di Indonesia, Merck menghadirkan Merck Life Festival. "Merck Life Festival merupakan wujud keinginan untuk berkontribusi ke Indonesia sebagai Satu Merck,” kata Presiden Direktur PT Merck Tbk Evie Yulin dalam acara konferensi pers Road to Merck Life Festival yang digelar daring, Selasa (8/12).
Perusahaan sains dan teknologi terkemuka itu akan menggelar Merck Life Festival secara daring pada 12 Desember. Evie mengatakan pandemi ini merupakan situasi yang sulit bagi semua orang sehingga pihaknya memutuskan menyelenggarakan festival virtual. Itu dilihat sebagai cara terbaik untuk menjangkau banyak orang dengan tetap mematuhi protokol keselamatan. “Kami harap festival ini dapat menginspirasi masyarakat dan para pemangku kepentingan tentang kesehatan dan sains dalam kehidupan sehari-hari terutama di saat pandemi seperti ini,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Festival ini akan terdiri dari rangkaian sesi di kanal kesehatan dan sains yang terbuka untuk umum melalui platform Vidio.com dan forum kesehatan tertutup bagi para tenaga kesehatan yang dapat diakses melalui platform doctor to doctor (d2d).
“Lima puluh tahun Merck Indonesia merupakan perjalanan kolaboratif. Karena itu, Merck mendapat penghargaan atas kolaborasi para pembicara ahli terkemuka, mitra, institusi, dan individu terkemuka di Merck Life Festival,” ungkap Presiden Direktur PT Merck Chemicals and Life Sciences Christopher Thomas pada kesempatan yang sama.
Dengan tema Transformative Journey, festival sehari penuh ini direncanakan dibuka Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Prof Bambang PS Brodjonegoro, PhD. Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional akan menyampaikan peranan inovasi dan kolaborasi dalam menyiapkan Indonesia menghadapi masalah dan tantangan di masa depan. Turut hadir juga Vice Director of Innovation and Busisness Development Indonesia Medical Education and Research Institute (IMERI) Prof Dr dr Budi Wiweko, SpOG(K), MPH yang akan memaparkan masa depan pengobatan di Indonesia.
Selain itu, lebih dari 30 pembicara yang terdiri dari praktisi kesehatan, ilmuwan, akademisi, regulator, dan figur publik akan hadir dan menyajikan berbagai topik penting. Topik-topik yang akan diangkat meliputi edukasi kesehatan untuk publik, seperti mengenai diabetes, kanker tiroid, hipertensi, kanker kolorektal, fertilitas, dan pertumbuhan anak.
Sementara itu, topik-topik sains bagi publik yang akan dibahas, yakni dari laboratorium hingga gaya hidup, efek blue light pada kulit, cara meningkatkan higienitas, jangan takut ke rumah sakit, serta stem cell untuk terapi: pro dan kontroversi dari sudut pandang sains. Festival akan ditutup dengan latihan penyembuhan diri dan meditasi oleh Reza Gunawan.
Dari berbagai topik menarik yang dihadirkan, Evie menyebut topik cara meningkatkan higienitas menjadi yang menarik untuk disimak. Terlebih dalam situasi pandemi saat ini. "Topik efek blue light pada kulit juga amat menarik untuk diikuti. Bahkan saya baru tahu blue light berefek pada kulit," imbuh Christopher Thomas.
Pada Merck Life Festival nanti akan diihadirkan juga komunitas Pita Tosca yang menaungi para pasien kanker tiroid. Pita Tosca aktif memberikan edukasi dan support group bagi para pengidap kanker tiroid. Founder Pita Tosca Astriani Dwi Ariningtyas menyebut ajang ini jadi kesempatan baik untuk mengedukasi publik tentang kanker tiroid. "Masih banyak yang belum mengetahui penyakit kronis ini," ujarnya.
Selain itu, buat kamu beauty enthusiast, festival ini layak kamu nantikan. Skincare enthusiast Amalia Hayati akan hadir dalam bincang-bincang tentang dampak blue light pada kulit. Amalia mengatakan ketika pandemi, orang-orang menghabiskan banyak waktu di depan gadget. "Cahaya biru yang diemisikan dari laptop, komputer, ponsel, bahkan TV ternyata bisa memengaruhi kesehatan kulit kita," ujarnya. Nantinya, ia akan mengupas bagaimana efek cahaya biru pada kulit dan perawatan yang tepat.
Tak hanya memberi inspirasi kesehatan dan sains, festival ini juga mengajak peserta berdonasi. Merck bermitra dengan Benihbaik.com memberikan kesempatan kepada audiens untuk berdonasi kepada komunitas yang terkena dampak COVID-19. Donasi itu akan diteruskan ke Forum Taman Bacaan Masyarakat Kabupaten Wonogiri untuk membantu anak-anak di Wonogiri memiliki akses internet yang lebih baik untuk pembelajaran virtual selama pandemi.(Dwi)
BACA JUGA: