Insiden Biawak Tertabrak Whoosh Disorot Pakar Lingkungan, KCIC Beberkan Upaya yang Dilakukan
Kereta Cepat Whoosh Jakarta - Bandung. (Foto: Dok. KCIC)
MerahPutih.com - Tercatat ada 10 ekor biawak yang tertabrak kereta Whoosh. Terbaru, insiden biawak yang tertabrak Whoosh di titik KM 86+200 pada Kamis, 24 Juli 2025, yang juga menyebabkan keterlambatan perjalanan.
Peneliti Pusat Studi Komunikasi Lingkungan Unpad Herlina Agustin mengatakan hal tersebut harus menjadi perhatian KCIC.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa pun merespons. Ia menjelaskan bahwa KCIC sangat menerima masukan dari akademisi dan pemerhati lingkungan sebagai bagian dari pengingat bahwa kelestarian lingkungan harus tetap menjadi perhatian, agar habitat satwa liar di sekitar jalur tetap terjaga.
KCIC berkomitmen terus menjaga kelestarian lingkungan disekitar jalur Whoosh melalui berbagai program yang telah dilakukan.
"Beragam upaya telah dan terus dilakukan KCIC untuk meminimalkan potensi gangguan dari hewan liar, antara lain pemasangan pagar pembatas di titik-titik rawan, pembersihan area jalur secara rutin, patroli berkala, serta evaluasi sistem mitigasi secara berkelanjutan," ujar Eva Senin (28/7).
Baca juga:
CCTV Rekam Aksi Pencuri Bantal Whoosh, Identitas Pelaku Terungkap dari Data Tiket
Saat ini KCIC telah mengoperasikan lebih dari 1.800 unit CCTV dan mengerahkan lebih dari 650 petugas pengamanan dan penjaga aset yang bekerja sama dengan polsek setempat di sepanjang jalur untuk memastikan keamanan dan mencegah masuknya satwa ke lintasan kereta. Semua langkah ini dijalankan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan sekitar.
Sebagai salah satu bentuk nyata dari sistem pengamanan yang telah disiapkan, ketika CCTV mendeteksi keberadaan hewan di sekitar jalur, petugas di lapangan akan segera melakukan proses pengamanan dengan mengevakuasi dan mengembalikan hewan tersebut ke area luar jalur agar bisa kembali ke habitatnya.
KCIC menegaskan bahwa keselamatan perjalanan dan penumpang selalu menjadi fokus utama dalam operasional Whoosh. KCIC juga terbuka untuk meningkatkan kolaborasi dengan dinas dan pihak terkait, termasuk para pakar dan lembaga konservasi.
Eva menambahkan, KCIC juga berharap kelestarian di sekitar disekitar jalur juga dapat dijaga oleh berbagai pihak dengan tidak melakukan pembukaan lahan baru yg dapat berdampak pada kelestarian lingkungan.
"KCIC terus berupaya untuk menjaga kelestarian satwa dan kawasan sekitar jalur Whoosh, sejalan dengan komitmen kami terhadap environmental sustainability," tutup Eva. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Hemat 43% Selama Libur Panjang Isra Mikraj, Tiket Whoosh Laris Manis
Long Weekend Isra Mikraj, Jumlah Penumpang Kereta Cepat Whoosh Meningkat
Long Weekend Isra Miraj 2026, Harga Tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung 'Anjlok'
Whoosh Angkut 362 Ribu Penumpang Selama Nataru, Keterlambatan Masih Terjadi
372 Barang Penumpang Tertinggal di Kereta Whoosh Selama Nataru 2026, ini Nomor Kontak untuk Pengambilan Kembali
Malam Pergantian Tahun, Jumlah Penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tembus 16 Ribu Orang dalam Sehari
Kereta Whoosh Jadi Destinasi Wisata, Orang Malaysia Ramai ke Indonesia untuk Mencoba
Libur Nataru, KCIC Operasikan 1.098 Perjalanan Kereta Cepat Whoosh
Lidik Dugaan Korupsi Whoosh, KPK Telusuri Status Lahan di Halim Benar Tidak Milik TNI AU
Barang Bawaan Penumpang Ketinggalan dan Hilang di Kereta Whoosh, Begini Cara Urus Layanan Lost & Found