Inovasi Anak Bangsa bagi Petani, Pengayak Padi Anti-Cedera

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 14 Juni 2018
Inovasi Anak Bangsa bagi Petani, Pengayak Padi Anti-Cedera

Petani membawa bibit padi di sawah. Foto:MP

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mahasiswa Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menciptakan inovasi baru "screentel" atau pengayak padi ramah lingkungan.

Alat yang ramah bagi kantong para petani ini juga mampu meminimalisasi cedera otot yang dialami ketika melakukan pengayakan secara tradisional.

"Alat ini didisain ergonomis dan istimewa karena tidak membutuhkan bahan bakar untuk pengoperasiannya. Selain hemat energi, risiko cidera otot yang dialami petani karena cara tradisional juga dapat diminimalisasi," kata Cyntia Fea Saputri, anggota tim penemu di Malang, Kamis (14/6).

pengayak padi
Alat screentel atau pengayak padi hasil karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Foto: industri.bisnis.com

Screentel padi atau pengayak padi adalah sebuah alat untuk memisahkan bulir padi dari gagangnya. Inovasi ini hadir di antara teknologi konvesional, ketika petani masih manual merontokkan padi dengan tangan dan memanfaatkan penggunaan mesin berbahan bakar minyak, sehingga kehadiran screentel membawa angin segar.

Dengan berbagai kelebihan itu, penggunaan alat ini juga cukup mudah. Petani hanya perlu mengayuh pedal di alat dan nantinya otomatis screentel dapat bekerja sendiri dengan gir maju mundur yang bisa di setting sesuai yang diinginkan pengguna (petani).

petani
Petani memikul padi hasil panen di persawahan kawasan Wonoayu, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (12/4). Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani saat ini turun dari Rp4.970 per kilogram menjadi Rp

Menurut Cyntia, inovasi ini dapat meringankan petani terutama mereka yang masih tradisional dan menggunakan sabit. Meski terkesan sederhana, hasil pemisahan bulir padi yang dihasilkan kualitasnya sama dengan mesin pengayak berbahan bakar minyak.

Karena keunggulannya itu, dilansir Antara, screentel padi sudah diikutkan dalam perlombaan di Universitas Sebelas Maret pada acara Descomfirst 2018 dengan tema Desain Manual Tools pada (5-6/5) 2018.

Cyntia mengaku bangga dengan hasil karya bersama temannya, sebab alat tersebut awalnya didisain dengan sederhana. Dia dan timnya terus berupaya menyempurnakan screentel ciptaannya, bahkan telah merencanakan "masa depan" alat ini.

Mereka juga berkeinginan untuk memasarkan alat tersebut dengan harga yang cukup bersahabat dan ramah di kantong petani. "Kalau nanti dikomersialkan dan dipasarkan secara luas, harga yang kami patok tidak terlalu tinggi, yakni antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per unit," tandas dia. (*)

#Petani
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Produksi Beras Pada Januari - September 2026 Hanya Meningkat Tipis 0,01 Dibanding Tahun 2025
Potensi produksi pada Juli hingga September 2026 diperkirakan menurun 0,90 persen menjadi 16,25 juta ton GKG.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Produksi Beras Pada Januari - September 2026 Hanya Meningkat Tipis 0,01 Dibanding Tahun 2025
Indonesia
Prabowo Tanggapi Kritik Harga Beras, Tegaskan Petani Berhak Mendapat Penghasilan Layak
Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik soal harga beras. Ia menegaskan petani berhak memperoleh penghasilan yang layak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 18 Juli 2026
Prabowo Tanggapi Kritik Harga Beras, Tegaskan Petani Berhak Mendapat Penghasilan Layak
Berita Foto
Audiensi Koalisi Nasional Reforma Agraria dengan Pimpinan DPR Bahas Reforma Agraria
Sejumlah perwakilan petani yang tergabung dalam Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNARA) mengikuti audiensi di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 22 Juni 2026
Audiensi Koalisi Nasional Reforma Agraria dengan Pimpinan DPR Bahas Reforma Agraria
Indonesia
Krisis Global, Prabowo Turunkan Harga Pupuk 20% untuk Petani
Pemerintah juga memangkas 145 regulasi pupuk melalui Instruksi Presiden untuk mempercepat distribusi dari Kementerian Pertanian ke PT Pupuk Indonesia hingga langsung ke petani.
Wisnu Cipto - Senin, 04 Mei 2026
Krisis Global, Prabowo Turunkan Harga Pupuk 20% untuk Petani
Indonesia
Impor Gula dan Etanol Rusak Harga Tebu Petani
Kebijakan tarif impor nol persen pada produk turunan seperti etanol yang membuat pabrik lokal kalah bersaing.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 April 2026
Impor Gula dan Etanol Rusak Harga Tebu Petani
Indonesia
Prabowo Ingin Anak Petani Jadi Jenderal, Gak Cuma Jago Cangkul di Sawah
Bagi Prabowo, indikator keberhasilan kepemimpinannya adalah ketika kesejahteraan petani meningkat
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Januari 2026
Prabowo Ingin Anak Petani Jadi Jenderal, Gak Cuma Jago Cangkul di Sawah
Indonesia
Prabowo: Indonesia Tak Akan Merdeka Tanpa Jasa Petani
Presiden Prabowo Subianto menegaskan peran vital petani dalam perjuangan kemerdekaan dan keberhasilan swasembada pangan sebagai syarat kedaulatan Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Januari 2026
Prabowo: Indonesia Tak Akan Merdeka Tanpa Jasa Petani
Indonesia
KAI Commuter Siapkan Gerbong Khusus untuk Petani dan Pedagang di Rute Merak - Rangkasbitung
KAI Commuter akan menghadirkan gerbong khusus bagi petani dan pedagang di layanan Commuter Line Merak–Rangkasbitung untuk memperkuat rantai pasok dan ekonomi daerah.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 02 November 2025
KAI Commuter Siapkan Gerbong Khusus untuk Petani dan Pedagang di Rute Merak - Rangkasbitung
Indonesia
Menteri Amran Klaim Petani Muda Hasilkan Pendapatan Rp 20 Juta Per Bulan
Amran mengaku optimistis tren itu akan terus tumbuh, terutama karena pemerintah tengah menggencarkan program cetak sawah baru seluas tiga juta hektare.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Oktober 2025
Menteri Amran Klaim Petani Muda Hasilkan Pendapatan Rp 20 Juta Per Bulan
Berita Foto
Anak Petani Raih Gelar Doktor Disertasi Kupas Sistem Aplikasi SRIKANDI DPR
Anggota Dewan Pengawas LKBN Antara, Ariawan menjalani Sidang Promosi Doktor, dengan judul disertasi "Implementasi Kebijakan Digitalisasi Informasi: Studi Efektivitas Sistem Aplikasi SRIKANDI Di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia", yang digelar terbuka di Kampus Universitas Prof Dr Moestopo Beragama, Jakarta, Sabtu (18/10/2025).
Didik Setiawan - Sabtu, 18 Oktober 2025
Anak Petani Raih Gelar Doktor Disertasi Kupas Sistem Aplikasi SRIKANDI DPR
Bagikan