Ini Kondisi Terakhir Lokasi Crane Jatuh yang Telan Empat Korban
Lokasi crane jatuh, Jakarta Timur, Minggu (4/2). (MP/Fadhli)
MerahPutih.com - Proyek pembangunan rel kereta api cepat Jakarta-Bandung menelan korban jiwa, tercatat 4 orang meninggal dunia saat terjadi kecelakaan kerja, Minggu (4/2) dini hari.
Bantalan crane yang coba dipasang merosot dan akhirnya menghantam 4 pekerja yang berada di bawahnya.
Adapun empat korban tewas adalah Jaenudin (44), Dami Prasetyo (25), Jana Sutisna (44), Joni (34).
Guna melakukan pendalaman dan penyelidikan kasus, polisi melarang siapa pun mendekati areal TKP.
Pantauan merahputih.com, Minggu (4/2), Lokasi telah di pasangi garis polisi untuk strelisasi lokasi kejadian.
Tak tampak ada kegiatan proyek di sana. Bahkan sejumlah mesin berat menganggur di area kejadian.
Terpisah, berdasarkan keterangan Kapolsek Jatinegara Kompol Supadi, kecelakaan tersebut bermula ketika lima orang pekerja tengah memasang bantalan crane, pada pukul 01.00 WIB. Mereka mencoba memasang bantalan tersebut dengan menggunakan crane.
Ketika bantalan crane sudah berada di atas namun dudukannya tidak pas sehingga bantalan jatuh menimpa korban yang mengakibatkan empat korban meninggal dunia. (Fdi)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Empat Tewas dalam Kecelakaan Crane Proyek Kereta Cepat di Jakarta Timur
Bagikan
Berita Terkait
372 Barang Penumpang Tertinggal di Kereta Whoosh Selama Nataru 2026, ini Nomor Kontak untuk Pengambilan Kembali
Malam Pergantian Tahun, Jumlah Penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tembus 16 Ribu Orang dalam Sehari
Kereta Whoosh Jadi Destinasi Wisata, Orang Malaysia Ramai ke Indonesia untuk Mencoba
Barang Tertinggal atau Hilang di Kereta? Jangan Panik, Ikuti Langkah-Langkah Ini
Jelang Angkutan Nataru 2026, Semua Awak Kereta Cepat Jakarta-Bandung Wajib Tes Urine oleh BNN
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Murka Terhadap Purbaya karena Ogah Lunasi Utang Kereta Cepat
Jelang Hari Pahlawan, Tarif Tiket Whoosh Turun Mulai Rp 200 Ribu
Kasus Dugaan Korupsi Whoosh: KPK Jamin Penyelidikan Tetap Jalan, Tak Ada Intervensi Presiden
Presiden Prabowo Pastikan Utang Kereta Cepat Whoosh Dibayar dari Uang Sitaan Korupsi dan Efisiensi Anggaran
Rela Bayar Utang Kereta Whoosh Rp 1,2 Triliun per Tahun, Prabowo: Uangnya Ada, yang Penting Jangan Korupsi